TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
HARI YANG DINANTI


__ADS_3

Tak terasa 2 hari berlalu dengan cepat, Cecil ditemani oleh Titi pergi ke Batalyon untuk menyambut kepulangan pasangan mereka...


"aduh ti, aku nggak sabar banget ketemu sama kak aham" ucap ku seraya melihat pemandangan jalanan pagi itu


Aku dan Titi beranjak dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB karena aku harus mengikuti persiapan bersama ibu-ibu Persit lainnya sedangkan Titi akan menunggu di rumah dinas ku dan kak aham...


Aku sudah rapi menggunakan PSH hamilku sedangkan Titi menggunakan baju formal, selama kehamilan ini sebisa mungkin aku tidak menggunakan heels yang tinggi seperti saat wisuda kemarin aku hanya menggunakan heels 3cm...


Kali ini aku memilih menggunakan pantofel yang tingginya hanya 3cm, agar memudahkan ku untuk bergerak dan tidak membuatku pegal...


Tak lupa aku sebelumnya sudah membeli sebuah buket bunga untuk kak aham sebagai tanda selamat datang...


"cil, kok aku deg-degan ya rasanya" ucap Titi yang sedang menyetir di sampingku


"deg-degan kenapa ti?" tanyaku


"ini pertemuan pertama ku dengan kak bima setelah status kami berubah" ucap Titi


"udah tenang aja, itu wajar kok ti" jawabku


setelah 30 menit perjalanan akhirnya kamu berdua sampai di Batalyon, melewati pos penjagaan kami pun membuka kaca dan melapor...


Titi melajukan mobil menuju rumah dinas ku, dan memarkirkan mobil disana...

__ADS_1


Karena masih setengah 6 pagi, aku dan Titi ber istirahat sejenak di rumah sekaligus membersihkan debu-debu rumah yang sudah beberapa hari belum di sapu...


"oh iya ti, tadi aku juga bawa makanan sama minuman buat isi kulkas" ucap ku


"dimana?" tanya Titi


"ada di bagasi mobil" jawabku membuka kunci mobil


"kamu ini cil, udah tau hamil besar bisa-bisanya masih nyetir mobil sampai ke rumahku. Apa nggak di marahi sama mama papa mu tadi?" tanya Titi yang terus saja ngedumel selama di perjalanan sampai sekarang


"aku tadi dari rumah jam 5 kurang jadi pak sopir belum pada bangun, terus mama papa kan nggak di rumah yang ada cuma bibi jadi aman lah. Tapi jangan bilang ke kak aham kalau aku nyetir sendiri, bisa-bisa dimarahi aku nanti" jawabku


Aku membuka bagasi mobil, dan sudah terlihat sebanyak apa makanan yang aku bawa


"pantesan tadi di mobil bau nya buah-buahan ternyata ada yang mau buka toko buah di asrama ya" ucap Titi


"yaudah tak masukin dulu, kamu diam aja disini" pinta Titi


Tapi karena tanganku gatal ingin membantu jadi aku memutuskan untuk membawa yang ringan-ringan saja...


Karena masih jam setengah 6 pagi, banyak ibu-ibu yang berbelanja tak jauh dari rumah Cecil. Sama seperti Cecil, di antara mereka juga ada yang sudah memakai PSH...


"selamat pagi Bu" sapaku kepada ibu-ibu tersebut

__ADS_1


"selamat pagi Tante, baru sampai te?" tanya salah seorang ibu-ibu


"iyaa Bu, baru sampai" jawabku


"jangan angkat-angkat begitu te, nanti kecapekan" ucap ibu yang lain


"iyaa Bu, ini hitung-hitung olahraga sebelum lahiran" ucapku sembari tersenyum


"hpl nya kapan te?" tanya ibu-ibu tersebut


"insyaallah besok Bu" jawabku


"Alhamdulillah, semoga lancar te. Pas ini om aham nya pulang, istri nya melahirkan"


"aamiin Bu, terimakasih" jawabku


"kami kembali dulu ya te, mau masak dulu. Suami udah kangen masakan rumah katanya"


"iyaa Bu mari"


Setelah ibu-ibu tersebut pergi, baru lah Titi berani keluar dari dalam rumah...


"ih ngapain kamu sembunyi?" tanya ku

__ADS_1


"nggak papa, nanti aja kenalan sama ibu-ibu kalau kak bima udah kenalin duluan" jawab Titi


Cecil tidak berani komen ini itu karena itu sudah keputusan Titi, memang lebih baik jika sang suami yang mengenalkan terlebih dahulu sehingga tidak dianggap mengaku-ngaku....


__ADS_2