TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
KESALAHPAHAMAN


__ADS_3

setelah itu tidak ada lagi balasan dari sang pengirim pesan


"baru aja dipikirin, eh dia nya chat. mau ngomong apa ya kira-kira kak Bima" gumamnya, yang chat Titi ialah Bima


"udah ah jangan mikir yang aneh-aneh dulu" gumam Titi


Karena mereka berdua janjian setelah isya, Titi terus saja memandangi jam yang ada di handphone nya. Dia berharap segera bertemu dengan Bima dan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Bima. Jika diminta untuk jujur, dia sangat merindukan momen berbincang-bincang dengan Bima seperti sebelumnya karena terakhir kali mereka berbincang sebelum Bima pulang ke Jakarta...


tak terasa sudah masuk waktu shalat isya, sebelumnya Titi shalat isya terlebih dahulu di barak sedangkan Bima memilih untuk shalat berjamaah di masjid. Semenjak Cecil pindah serumah dengan Aham, Titi jarang sekali ikut shalat di masjid karena Cecil selalu shalat di rumah...


Setelah selesai shalat, Titi bersiap untuk pergi ke kantin. Karena jarak kantin yang sedikit jauh membuat Titi berfikir dua kali untuk berangkat kesana, namun apapun akan dilakukan Titi untuk Bima...


Sesampainya di kantin, ternyata orang yang membuat janji dengannya belum juga datang. Titi menengok ke kanan dan kiri namun tidak juga melihat batang hidung Bima...


"kakak cantik cari siapa?" tanya ibu penjaga kantin


"eh engg enggak kok Bu" jawab Titi gugup


"Bu saya pesan mie ayam sama teh anget ya" ucap Titi kepada penjaga kantin


"siap kakak cantik, nanti saya antar ke meja nya ya" jawab ibu tersebut


"makasih Bu" jawab Titi


Titi memilih untuk menunggu di meja paling ujung karena beberapa meja disana sudah di isi oleh abang-abang yang akan makan...


"kok kak Bima belum datang juga ya" gumam Titi setelah duduk di kursinya


"ini terakhir dilihat nya juga baru aja" sambungnya


sampai makanan pesanan Titi datang, seseorang yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Akhirnya dia memberanikan diri chat Bima terlebih dahulu...


WhatsApp


"kak, aku udah di kantin" isi pesan Titi


tak lama chat tersebut di balas oleh Bima


"sebentar aku masih di luar" balas Bima


"okay kak, aku di meja paling ujung"


•••••••


dirasa tidak ada balasan lagi dari Bima, Titi memilih untuk menunggu Bima sembari menghabiskan makanannya. Setelah menunggu kira-kira 15 menit, akhirnya Bima menampakkan batang hidungnya...


"maaf nunggu lama" ucap Bima yang sudah duduk di depan Titi


"eh nggak papa kak" jawab Titi


"emm jadi ada perlu apa kak, kok tumben banget kakak ngajak ketemu?" tanya Titi sembari memandang Bima

__ADS_1


"aku mau lurusin yang bisa dibilang kesalahpahaman di antara kita" ucap Bima


"kesalahpahaman ?" tanya Titi dan hanya diangguki oleh Bima


"maksudnya gimana kak? kok aku nggak paham ya" tanya Titi lagi


"Ehm ti maaf ya, kamu boleh sebut aku PHP atau apapun itu. Tapi aku serius nggak ada niatan PHP in kamu, dari awal kita deket kan memang sebagai teman curhat dan itu nggak mungkin lebih. Kita sama-sama punya problem yang sama dengan pasangan jadi apapun saran mu atau saran ku bisa kita terima dengan baik, kamu udah tak anggap kayak adekku sendiri ti" ucap Bima kemudian men jeda kalimatnya


"Sekali lagi maaf ya kalau aku terkesan memberi harapan ke kamu, mungkin baru kali ini aku sadar kalau udah sakiti kamu. Aku masih ngerasa kehilangan karena kepergian Rindi, dan nggak mungkin juga aku secepat itu membuka hati setelah kepergian Rindi" sambungnya


"iya kak aku tahu kok" jawab Titi sembari tersenyum samar


"aku yakin pasti kamu bisa mendapatkan pasangan yang lebih baik dari segala sisi dibanding aku" ucap Bima tersenyum


"udah dulu ya, aku ada apel malam ini" ucap Bima sembari melihat jam nya


"oke kak" jawab Titi


"tetep semangat ya, aku permisi dulu" pamit Bima kemudian berjalan meninggalkan meja dimana Titi berada


Titi yang mendengar apa yang di ucapkan oleh Bima tidak mampu menjawab, karena memang benar apa yang dikatakan oleh Bima jika mereka hanyalah teman curhat...


perlakuan Bima ke Titi pun layaknya kakak kepada sang adik, tidak ada perlakuan spesial melebihi itu bahkan tidak sama dengan Bima memperlakukan Cecil...


mendengar penjelasan Bima seketika membuat nafsu makan Titi berkurang, sehingga dia memilih untuk langsung membayar makanan dan kembali ke baraknya...


"Ti, kenapa sih lo itu selalu sial dalam percintaan. dulu Kevin ninggalin lo gitu aja tanpa ada kepastian, sekarang baru aja lo suka sama seseorang dan belum ungkapin perasaan tapi udah di tolak gitu aja" gumam Titi namun tak terasa air mata menetes di mata Titi


"Cengeng banget sih, baru gini juga" ucapnya sembari menyeka air mata


"eh Mak lampir, lo darimana jam segini berkeliaran" ucap seseorang secara tiba-tiba di belakang Titi


hal itu membuat Titi kaget, karena dia tau bahwa tadi tidak ada siapapun. Namun setelah menengok ke belakang ternyata sang empunya suara ialah Tino....


"ngapain sih kak ngagetin aja" ucap Titi setelah melihat siapa orang yang ada di belakangnya


"ya maaf, kan gue nggak tau kalo lo kaget" ucap orang itu


"ngapain ngikutin aku?" tanya Titi sembari sesenggukan


"siapa juga yang ngikutin lo, gue aja baru turun jaga dari pos ujung sono no" jawabnya


"eh lo nangis ya? kenapa lo nangis" sambungnya bertanya


"kak Tino nggak perlu tau" jawab Titi, ya seseorang yang membuat Titi kaget tak lain adalah Tino yang baru turun jaga dan tak sengaja melihat Titi berjalan sendiri


"ih di tanya in juga, siapa tau lo butuh teman curhat haha" jawab Tino


"nyebelin banget sih, dah sana pergi jangan bareng-bareng sama aku dong" ucap Titi


"Lo yakin berani jalan sendiri?" tanya Tino

__ADS_1


"yakin lah" jawab Titi


"Lo nggak takut?" tanya Tino lagi


"nggak lah, ngapain juga takut" jawab Titi PD


"kata orang-orang yang udah lama di asrama ini, di ujung itu tempatnya angker banget lo ti. katanya sering ada yang duduk malam-malam disana padahal nggak ada orang satupun yang nongkrong disana" ucap Tino kepada Titi


"yaudah gue duluan ya" pamit Tino berjalan mendahului Titi


namun baru satu langkah Tino berjalan, tiba-tiba ada suara yang mengagetkan mereka berdua


Krekk Krekk (anggap aja suara bambu yang mau patah)


"lah suara apalagi itu" ucap Tino yang memang benar-benar tidak tahu suara tersebut berasal dari mana


"ih jangan nakut-nakutin napa kak" ucap Titi yang sudah merinding


reflek tangan Titi langsung menarik baju PDL yang dikenakan oleh Tino


"ngapain sih ti tarik-tarik?" tanya Tino


"kak, jangan tinggalin aku ya. takut" jawab Titi


"tadi katanya berani" ejek Tino


"udah yok jalan cepet, kalau bisa lari ya. nggak beres ini kayaknya" ucap Tino sembari menarik tangan Titi agar berlari mengikuti irama kakinya


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🖤


maaf yaa updatenya telat" huhu


author lagi urus" buat PKL, doakan semoga segera di ACC dan bisa menikmati liburan dengan tenang, Aamiin


I pray that the relationship between the author and someone can go smoothly, okay 🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2