
"lawong aku tidur, bisa-bisanya aku yang di tuduh" jawab Cecil
"kamu bahaya kalau tidur sayang, aku berniat bangunin kamu malah tangan kamu kemana-mana" keluh Aham kesal
"ih mana mungkin tanganku kemana-mana, kok bisa nyalahin aku" elak Cecil
"hmm lama-lama aku pasang cctv nih kalau kamu nggak percaya" ucap Aham sembari mencium Cecil
"lagian kalau beneran pun tanganku pegang senjata mas, aktif banget senjata mas padahal cuma di pegang aja." jawab Cecil sembari membenarkan kancing baju yang sudah di lepas oleh Aham tadi
"sayang, Ciko itu selalu aktif kalau deket sama kamu. kamu aja yang nggak tau, mas tiap sama kamu ini nahan terus tau. kalau nggak mas tahan bisa-bisa kamu nggak istirahat" jelas Aham
"udah ah, sana ganti baju. emangnya nggak dingin nggak pakai baju kayak gitu" ucap Cecil lalu bangkit dari tidurnya
dia berniat untuk mandi karena sudah hampir jam setengah lima sore, namun tangannya di tahan oleh Aham...
"apa lagi sih mas?" tanya Cecil kepada Aham
"tanggung jawab dulu dong yang" pinta Aham
Cecil membuang nafas pelan
"mas nggak inget apa pesan kak cindi tadi?" tanya Cecil
"emang kak cindi pesan apa?" tanya Aham balik
"pada trimester pertama kehamilan nggak boleh sering-sering berhubungan, karena rentan bagi baby nya. jadi mohon di tahan" ucap Cecil menekankan setiap kata-kata nya
"hmm yaudah nggak papa lah, puasa dulu demi baby" jawab Aham
"yaudah tangannya lepasin, aku mau mandi mas" pinta Cecil
"bentar aku duluan yang ke kamar mandi" kata Aham
"mas kan udah mandi, ngapain ke kamar mandi lagi? sakit perut?" tanya Cecil
"mau nidurin si Ciko" jawab Aham dengan muka kesal membuat Cecil tertawa terbahak-bahak
Aham bergegas turun dari ranjang, namun masih berjalan beberapa langkah dia berhenti karena ucapan Cecil
"mas, bilangin ke Ciko ya dia suruh puasa dulu jangan aktif-aktif terus. kalau nggak aku beliin kandang besi buat si Ciko biar nggak macam-macam" sambung Cecil
"nggak akan macam-macam sayang" jawab Aham
Aham berjalan keluar kamar dengan mode kesalnya, sebenarnya Cecil tidak tega melihat Aham seperti itu namun dia harus mematuhi apa yang dikatakan oleh dokter demi keamanan janin nya...
Cecil memilih untuk menunggu Aham di ruang makan sembari bermain ponsel, cukup lama dia menunggu sampai hampir satu jam barulah suaminya itu keluar dari kamar mandi...
__ADS_1
setelah melihat Aham keluar dari kamar mandi, tanpa aba-aba Cecil langsung memeluk Aham dari belakang membuat Aham kaget...
"Ada apa sayang?" tanya Aham menengok ke arah Cecil yang menempel kepadanya, untungnya dia sudah memakai pakaian rapi sehingga tidak bersentuhan langsung dengan kulitnya yang akan membuat Ciko bangun
"aku pengen jalan ke taman xx mas" jawab Cecil
"ha?" tanya Aham heran
"aku tadi lihat di tik t*k, disana banyak lampu-lampunya bagus sama banyak yang jual makanan. jadi aku pengen kesana, sekalian ngajak kak Bima, kak Tino, kak Riko sama Titi biar kelihatan rame gitu" jawab Cecil
"oke, tapi jam 8 kita harus kembali ya. karena mereka yang masih bujang harus apel jam 9 malam" ucap Aham, memang sudah menjadi peraturan jika ada apel malam setiap harinya oleh karena itu mereka harus mengikuti aturan yang ada...
Untuk jam apel pun tergantung kepada seniornya, di barak Aham dulu yang menjadwalkan adalah Aham sendiri namun setelah menikah di alihkan kepada Tino. Tino bisa saja mengganti jam menjadi lebih malam, namun kasihan anggota yang lain jika harus menunggu ...
"siap kapten" jawab Cecil
"yaudah mandi gih, aku kabari teman-teman lewat grup aja" ucap Aham
Cecil bergegas untuk mandi setelah mendapat jawaban yang memuaskan dari Aham. Aham memang selalu menuruti apa yang Cecil inginkan meskipun sebenarnya Cecil jarang meminta kepada Aham, apalagi semenjak Cecil menunjukan tanda-tanda kehamilan bahkan setiap harinya Aham rela mengantarkan Cecil kemanapun...
disisi lain Aham yang tengah bersiap di kamarnya mengabari teman-temannya terlebih dahulu supaya mereka dapat bersiap-siap...
_grup WhatsApp_
"*hello guys" ucap Aham
^^^"oii bro" jawab Tino^^^
^^^"ada apa kak?" tanya Titi^^^
"ayo ke taman xx, Cecil ngajak kalian semua" ajak Aham
^^^"hah kapan ham?" tanya Riko^^^
"sekarang lah, ini gue masih siap-siap" jawab Aham
^^^"mendadak banget" ucap Tino^^^
^^^"nurutin kemauan bumil no, yaudah kita siap-siap dulu ham. janjian di parkiran aja" jawab Bima^^^
"oke , gue tunggu ya kalian" ucap Aham
^^^"oke kak" jawab Titi^^^
^^^"sip ham" jawab Riko^^^
^^^"👌🏻" jawab Tino*^^^
__ADS_1
setelah selesai dengan urusan mengkondisikan teman-temannya, Aham melanjutkan memakai sedikit parfum di bajunya. pada saat bersamaan Cecil masuk ke dalam kamar dengan pakaian yang sudah rapi...
"mas pakai parfum apa?" tanya Cecil
"pakai yang orange itu sayang" jawab Aham
"pakai yang hijau aja mas" pinta Cecil
"okay" jawab Aham
saat akan menyemprotkan parfum nya kembali, tiba-tiba dicegah oleh Cecil
"eh jangan" cegah Cecil
"kenapa lagi sayang?" tanya Aham
Cecil berjalan menuju lemari pakaian yang berisi baju-baju lengan panjang milik Aham, dia mengambil satu baju yang memiliki warna senada dengan baju yang ia pakai ..
"mas pakai baju ini saja" pinta Cecil
tanpa pikir panjang, Aham memakai baju yang diberikan oleh Cecil barulah ia menyemprotkan parfum sesuai dengan request Cecil...
"sudah sayang" ucap Aham kemudian memeluk istrinya yang tengah bersiap
"teman-teman bisa?" tanya Cecil yang sedang memoles wajah nya dengan bedak tipis
"mereka masih siap-siap, katanya suruh nunggu di parkiran aja" jawab Aham
"emm oke, kalau udah jalan ke parkiran suruh kasih kabar aja mas. kan lebih deket dari kita parkiran nya" ucap Cecil
"siap sayang" jawab Aham sembari mengetikkan pesan ke grup mereka
beberapa saat Aham fokus dengan handphonenya
"ini mereka udah jalan, ayo kita keluar" ucap Aham
mereka berdua keluar dari rumah, sebelumnya Cecil memilih alas kaki yang akan dia pakai...
Cecil sudah mengambil heels dengan hak yang tidak terlalu tinggi, namun ditahan oleh Aham...
"jangan pakai yang itu yang, pakai ini aja ya biar kita samaan" pinta Aham
Aham memilihkan sebuah sepatu sneaker couple mereka berdua, mereka memang memiliki beberapa sepatu couple...
"oke mas" jawan Cecil kemudian memakainya
setelah selesai mereka berdua berjalan menuju parkiran, Aham membawakan tas milik Cecil dengan alasan agar Cecil tidak terbebani dengan berat tas nya...
__ADS_1
Sesampainya di parkiran ternyata teman-temannya sudah berada di sana menunggu Aham dan Cecil karena Aham lah yang memegang kunci...