
“aku mau minum itu” ucap cecil menunjuk minuman yang di pegang oleh Aham dan sudah menjadi sisa Aham karena dia sudah meminumnya
“aku ambil in yang baru ya?” ucap Aham kepada cecil
“enggak mau, aku mau yang itu” jawab cecil
“oke ini sayang” ucap Aham membantu cecil untuk minum
namun fia tidak tinggal diam, dia berusaha memberikan beberapa pertanyaan agar dua laki-laki itu menjawab. Hal itu membuat Aham dan Tino bosan dan akhirnya memilih untuk pergi ke taman belakang sekedar mengobrol sembari menunggu Bima dan Riko yang akan menyusul...
"eh kak, aku pernah berkunjung ke tempat kakak kalau nggak salah waktu di Jogja" ucap fia lagi-lagi
"no, ada yang mau gue diskusikan soal kerjaan" ucap Aham kepada Tino
"oh iya ham, ayo" jawab Tino
"sayang, aku ngobrol sama Tino dulu ya" ucap Aham kepada Cecil
"iyaa mas" jawab Cecil
"sayang bentar ya" pamit Tino kepada Titi
"iya kak" jawab Titi
semuanya saya bicara sama Tino dulu ya, ada urusan penting soal kerjaan...
"oh iya nak" jawab para mama
mereka semua tahu jika Aham dan Tino merasa terganggu karena pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan oleh fia. mereka berdua adalah anak yang paling pendiam dan dingin di bandingkan Bima dan Riko, maka dari itu mereka lebih irit berbicara jika tak perlu...
"maaf ya, kak aham sama kak tino memang begitu orang nya apalagi kalau sama orang baru yang nggak mereka kenal" ucap Cecil
"iya nak, Aham sama Tino itu sebelas dua belas dingin dan cuek nya jadi harap di maklumi" ucap mama Aham
"iya ya jeng jadi ingat waktu pertama kali mereka pulang ke rumah disambut banyak orang malah habis salaman langsung masuk kamar" ucap mama Tino
"wajar sih ya, papa Aham dinginnya minta ampun dulu" jawab mama Aham sembari tertawa
"kalau sama kamu dingin nggak cil?" tanya fia ke Cecil
"hah?" tanya Cecil yang kaget karena pertanahan fia
"kak aham nya sama kamu dingin nggak?" tanya nya lagi
"nggak, kan aku sama dia udah sama-sama lama. lagi pula aku ini istri nya, kalau dia ngobrol sama aku aja udah jadi pahala apalagi lebih" jawab Cecil menekankan kata istri
"masak dia minta sama suami orang" batin Cecil
__ADS_1
"maaf-maaf nih mbak ya, kak Aham nya udah pernah aku sentuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. udah unboxing pula jadi jangan harap" batinnya berkata lagi
"emm gitu ya" ucap fia
"kalau kak Tino ke kamu ti?" tanya fia ke Titi
"hmm kalau kak Tino ke Titi wah romantis banget tau nggak" ucap cecil menyela karena dia tau Titi tidak akan berbicara pedas kepada fia
"oh ya?" tanya mama Tino
"iyaa Tante, tiap pagi itu udah kayak pengantin baru te. Belanja bareng berdua, Titi masak buat bekal kak Tino. nanti berangkat sekolah di antar kak Tino, belum lagi kalau hari Sabtu dapat jatah keluar udah jalan anak Tante ini." jawab Cecil
"berarti Titi orang nya, Tino nggak pernah se manis itu lo sama mama nya juga. eh sama Titi bisa se deket itu" ucap mama Tino
"udah te nikahin aja ni anak berdua" ucap Cecil
"pengen nya gitu cil, nunggu mereka balik Jakarta dulu baru bisa mengendalikan mereka berdua" jawab mama Titi
"iya bener, selama disini mama titip Titi ke Cecil ya. jangan sampai mereka bikin yang nggak-nggak" ucap mama Tino membuat Titi menggaruk-garuk kepala nya
"buat apa te?" tanya Cecil yang bingung
"buat kayak kamu sama Aham" jawab mama Titi
"waduh, aman te" ucap Cecil
"mama ih" jawab Titi yang tak habis pikir dengan mama nya
semua orang hanya tertawa karena ucapan mama Titi dan mama Tino
"oh iya aku bikin minum dulu ya te" pamit fia kepada mereka semua
Titi dan Cecil yang melihat gelagat aneh fia langsung menyusul Aham dan Tino ke teras belakang
"ti kayaknya ada yang nggak beres deh" bisik Cecil kepada Titi
"iya perasaanku nggak enak" jawab Titi
"yaudah susulin kak Aham sama kak Tino yuk" ajak Cecil
"ayo" jawab Titi
"ma, Tante kami mau susulin kak Aham sama kak Tino dulu ya" pamit Cecil
"iya cil" jawab semuanya
"biasa ya pengantin baru, baru juga ditinggal berapa menit udah nyariin lagi" ucap mama Aham
__ADS_1
"bawaan baby juga mungkin jeng" ucap mama Bima
Cecil dan Titi berjalan menuju tempat Tino dan Aham berbincang, di bagian belakang penginapan memang ada taman yang dilengkapi dengan gazebo jadi bisa digunakan untuk nongkrong...
"loh yang, kenapa nyusul?" tanya Aham
"nggak apa-apa, baby pengen deket sama papa nya" jawab Cecil mengada-ngada
"yaudah sini" ucap Aham menepuk tempat duduk di sampingnya yang kosong
sementara Titi sudah lebih dulu duduk di samping Tino yang berhadapan dengan Aham...
"kalian ngomongin apa sih kok nggak balik-balik?" tanya Titi
"nggak ngomongin apa-apa sayang, cuma aku sama Aham risih aja disana apalagi cowoknya cuma kita berdua" jawab Tino
"la kamu kok tiba-tiba nyusul kesini kenapa?" tanya Tino
"kesel aja sama si fia itu, dari tadi yang di tanya in tentang kalian berdua terus" jawab Titi
"kamu juga kesel sayang, makanya pindah" ucap Tino
"ada yang cemburu nih yaa" ledek Cecil
"kayak lo enggak aja cil cil" ucap Titi
"kamu nggak cemburu yang?" tanya Aham
tanpa aba-aba, Aham tiduran di paha Cecil...
"ya cemburu dong, masak dia tanya tentang suami ku terus aku diam-diam aja" jawab Cecil
"eh malu mas" ucap Cecil kepada Aham
"sebentar aja, udah lama nggak gini" jawab Aham
"ekhemm" dehem Tino
"kenapa lo no?" tanya Aham karena dehem an Tino sangat keras
"disini ada manusia kali ham" ucap Tino kepada Aham
"kenapa? sesekali kayak gini di depan lo?" tanya Tino yang semakin mendekat kan kepala nya ke arah perut Cecil dan menciumi nya
"cil, suami lo lama-lama kok jadi nyebelin gini" ucap Tino kepada Cecil
"lah iya kak, aku juga heran. ke sambet apa dia hari ini, tadi kalian berdua lewat mana sih pas mau berangkat?" tanya Cecil
__ADS_1
"kenapa emang nya yang?" tanya Aham