
"bener kata kak Bima, lebih baik dia jujur kayak gini ketimbang biarin aku berharap dan ujung-ujungnya dia sama cewek lain" gumam Titi sembari sesenggukan
"tapi sakit banget rasanya, ini hati juga kenapa gampang baper sih. di perhatiin dikit doang udah klepek-klepek, kan nangis lagi jadinya" sambungnya sembari mengelap air matanya dengan tissue, setelah lelah menangis akhirnya dia tertidur
. . . di ruang tamu . . .
setelah Bima masuk pandangan Tino dan Riko fokus ke arah Bima, membuat Bima merasa aneh dengan dua temannya itu..
"Lo pada ngapain lihatin gue kayak gitu? gue tambah ganteng ya?" tanya Bima sembari bercanda
"sekarang waktunya serius Bim" ucap Riko
"serius apaan? kok hawa-hawa nya jadi berubah serem gini" tanya Bima
"Lo ada hubungan apa sama Titi?" tanya Riko
"nggak ada" jawab Bima
"terus kalian tadi bahas apaan sampai-sampai keluar rumah biar kita berdua nggak denger?" tanya Tino
"bukan hal penting kok" jawab Bima sembari memainkan ponselnya
"Bim?" panggil Tino
"apaan?" jawab Bima
"tadi pulang jaga, gue ketemu Titi nangis sambil jalan pulang" ucap Tino
"terus?" tanya Bima
"pakai tanya terus lagi, dia habis ketemuan sama lo kan?" tanya Riko , mereka mulai mencecar Bima dengan banyak pertanyaan
"iya" jawab Bima singkat
"Bim, gue emang suka mainin cewek tapi gue nggak pernah mainin cewek se baik Titi. apalagi itu temen adek lo sendiri" ucap Tino
"Lo ngomongin apa sih? siapa yang mainin cewek coba?" tanya Bima
"terus apa yang lo lakuin ke Titi sampai dia nangis? baru kali ini gue lihat Titi yang biasanya hiper aktif jadi pendiem banget" tanya Riko
"kalian berdua ini salah paham" jawab Bima
"salah paham gimana?" tanya Riko dan Tino bersamaan
akhirnya Bima mulai menceritakan apa yang terjadi di antara dirinya dengan Titi kepada Tino dan Riko...
"gue nggak pengen juga buat cewek nangis, tapi gimana pun gue juga punya perasaan sendiri. gue nggak bisa memaksakan diri buat nerima Titi karena pasti akan membuat dia sakit hati suatu saat kalau gue udah nemuin orang yang tepat, daripada gue pura-pura malah bikin dia tambah sakit" jelas Bima
"makanya jangan memberi perhatian yang sama ke semua cewek, kalau dia salah tangkap kan berabe urusannya" ucap Tino
"kayak lo nggak aja no" ejek Riko ke Tino
"beda bos, kan gue perhatian ke cewek-cewek gue jadi sah-sah aja" jawab Tino
"susah emang kalau bicara sama buaya muara" ucap Riko
"terus semuanya udah clear Bim?" tanya Riko
__ADS_1
"sejauh gue jelasin ke dia tadi ya dia paham, semoga aja dia cepet dapet pengganti lah" jawab Bima
"udah kan tanya nya? gue mau tidur, ngantuk banget" tanya Bima
"ya elah, kayak habis ngapain aja" jawab Riko
"kan habis nyakitin anak orang" celetuk Tino sambil tertawa
"gue lempar kursi juga lo no" ucap Bima
"ampun bos" jawab Tino
keesokan harinya, di kamar Cecil dan Aham. sudah menjadi kebiasaan jika Cecil yang bangun terlebih dahulu dari Aham, dan sudah menjadi rutinitas pula saat bangun dari tidur dia selalu memandang wajah Aham yang tenang . . .
"nggak nyangka bisa barengan lagi" gumam Cecil sembari mengelus rambut Aham
Aham yang sebenarnya sudah bangun pura-pura tidur kembali saat Cecil membuka matanya, karena posisi mereka yang berhadapan membuat Aham tau apa saja yang dilakukan oleh istrinya itu...
"masih tidur kayak gini aja ganteng banget, apalagi kalau udah bangun tidur"
"pantesan banyak banget yang deketin, nge DM minta follback, komen di postingan, minta foto segala" gumam Cecil
"tenang, suami mu ini nggak akan berpaling ke siapa pun kok sayang" ucap Aham tiba-tiba sembari mengeratkan pelukannya dengan Cecil
"morning sayang" sambung Aham
"udah bangun dari tadi?" tanya Cecil dan dijawab oleh anggukan dari Aham
"ih nyebelin" ucap Cecil menutup wajahnya yang sudah berubah menjadi kemerahan karena malu
"nggak usah di tutup sayang, makin cantik kalau lagi malu gini" goda Aham
"nanti aja dulu masih pagi juga, masih mau peluk kamu" jawab Aham kemudian mencium kening Cecil
"ini udah jam 5 kak, ayo bangun. malu kalau keduluan Titi atau yang lain" ucap Cecil kepada Aham
"sayang, kita udah mau punya anak lo. masak kamu masih panggil aku kakak, nanti kalau di contoh anak kita gimana?" tanya Aham sembari mengangkat alisnya
"maaf, aku belum biasa panggil sayang" jawab Cecil
"kamu bisa panggil sebutan lain kok, beb atau apa gitu" ucap Aham sambil tertawa
"ih alay banget sih" jawab Cecil
"gimana kalau aku panggil mas aja?" tanya Cecil
"emm bisa juga, itu lebih pas sih daripada kamu panggil kakak" jawab Aham
"coba sekarang kamu panggil aku gitu" pinta Aham kepada Cecil
"ih kenapa di coba, yuk bangun yuk udah siang" ucap Cecil berusaha mengalihkan perhatian Aham
"sekali aja sayang" pinta Aham yang malah mengeratkan pelukan ke Cecil
"kalau nggak panggil, nggak akan aku lepasin kamu" sambungnya
karena Aham tidak mau juga melepaskan Cecil, alhasil mau tidak mau dia harus memanggil Aham dengan panggilan itu . . .
__ADS_1
"mas" ucap Cecil sambil malu-malu
menurutnya panggilan itu mempunyai arti spesial, karena itu adalah panggilan yang biasa digunakan oleh orang Jawa untuk memanggil kakak laki-laki. namun banyak juga orang yang menikah dan memanggil suaminya dengan panggilan 'mas' , karena mempunyai makna romantis bagi beberapa orang . . .
"sekali lagi dong" pinta Aham
"mas"
"udah kan? ayo bangun" ucap Cecil sambil malu-malu
akhirnya Aham melepaskan pelukannya dan Cecil langsung bangun dari tidurnya kemudian keluar dari kamar di ikuti oleh Aham di belakangnya . . .
mereka berdua berjalan menunju kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur, ternyata Titi, Tino, Riko dan Bima sudah berkumpul disana . . .
"loh kalian udah bangun dari tadi?" tanya Aham
"bukan dari tadi lagi ham, dari jam 2 kita-kita udah bangun" jawab Riko
"ngapain bangun jam segitu?" tanya Cecil
"mending lo berdua duduk dulu deh" pinta Bima kepada Cecil dan Aham
akhirnya Cecil dan Aham menuruti kata Bima untuk duduk
"ada apa?" tanya Cecil
"tadi malam gue kebangun jam 1, karena ada suara ketukan pintu" ucap Tino
"terus ternyata siapa yang ketuk?" tanya Aham
"gue nggak buka karena pas gue intip dari jendela itu nggak ada siapapun di depan" jawab Tino
"terus lo pada juga denger?" tanya Aham kepada Bima , Riko, dan Titi
"awalnya gue sama Riko udah tidur, pas di bangunin sama si Tino juga nggak percaya lah. tapi pas kita bertiga mau tidur lagi tiba-tiba ada ketukan lagi, dan kita sama-sama lihat kalau disitu nggak ada orang. yang lebih buat kita yakin lagi pas Titi tiba-tiba keluar dari kamarnya, dan dia bilang kalau dia juga denger" jelas Bima
"beneran cil, gue denger kok. malah ketiknya di jendela kamar gue, jelas banget suaranya tapi gue nggak berani lihat. karena gue nggak berani buat bangunin lo, akhirnya gue ke mereka bertiga dan ternyata mereka ngalamin hal yang sama" kata Titi memperjelas
"tapi aku sama mas nggak denger suara apa-apa" ucap Cecil
"nah itu, awalnya kita kira suara itu dari kamar lo. entah lo main apa sama Cecil gitu pikir gue, eh pas Bima lihat ke kamar kalian ternyata kalian malah tidur pules. kita nggak bangunin karena pasti lo kaget nanti" jawab Tino
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.