TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
TERNYATA GARA-GARA


__ADS_3

"ya ampun bro, di tungguin dari tadi juga masih disini. Lo ngapain?" tanya Riko


"Lo ngapain kesini?" tanya Bima


"lah lo ke kamar mandi lama banget, mata lo kenapa? ada apa gerangan sih kawan?" tanya Riko


"kemasukan cabai beg* " jawab Bima yang masih menahan mata perihnya


"lah ngapain cabai lo masukin mata Bim? cabai tu dimakan lewat mulut bukan lewat mata" cerocos Riko


"Lo bukannya bantuin ambilin tissue malah ngomong terus" ucap Bima


akhirnya Riko mengambilkan tissue untuk Bima yang memang letaknya agak jauh dari Bima yang duduk


"nih" ucap Riko memberikan tissue


"gimana bisa sih Bim, emang lo ke kamar mandi bawa cabai?" tanya Riko kembali


"lah gila apa gue bawa cabai ke kamar mandi buat apa" jawab Bima sembari masuk fokus mengelap matanya


"la siapa tau lo buang air sambil nyemilin cabai" jawab Riko asal


"ngadi-ngadi banget ini anak" gumam Bima


"terus gimana bisa kena cabai?" tanya Riko lagi


"gue tapi kucek mata lupa belum cuci tangan" jawab Bima singkat


"duh kayak anak kecil aja lo" ucap Riko bersandar ke tembok sembari menunggu Bima


"oh iya ini anak-anak lainnya udah nunggu di parkiran Bim, si Cecil katanya pusing tadi" sambung Riko


"terus?" tanya Bima


"ini si Aham suruh nungguin apa lo bareng sama cindi? si cindi juga masih di parkiran sama anak-anak" tanya Riko


"yaudah gue bareng cindi aja, kasihan juga Cecil nunggu gue lama. mata gue masih perih banget ini" jawab Bima


"oke, ini si cindi udah gue wa katanya dia mau nyusul kesini. kalau gitu gue duluan ya, takut ditinggal sama si Aham" ucap Riko berpamitan namun dicegah oleh Bima


"eh Lo mau kemana?" tanya Bima


"ya mau pulang lah" jawab Riko


"lo pulang sama gue sama cindi aja" pinta Bima


"lah jadi nyamuk dong gue" ucap Riko

__ADS_1


"nyamuk apaan, gue nggak ada apa-apa sama si cindi. dah kabarin Aham kalau lo bareng gua" jawab Bima


"lah lah padahal tadi aja mesra-mesraan sekarang pulang berduaan nggak mau, lo kesambet ya Bim?" tanya Riko


"udah cepetan chat Aham" jawab Bima


"hmm oke oke" ucap Riko pasrah


akhirnya mau tidak mau Riko chat ke Aham agar Aham dan yang lainnya pulang terlebih dahulu...


diparkiran, Aham dan yang lain menunggu kedatangan Riko sedangkan cindi sudah berjalan masuk kembali ke dalam untuk menunggu Bima di dekat toilet...


Ting...


handphone Aham yang ditaruh di dashboard mobil berbunyi


"siapa yang?" tanya Aham kepada Cecil


Cecil meraih handphone tersebut untuk melihat pesan yang ada di dalamnya


"emm kak Riko mas" jawab Cecil


"kenapa Riko?" tanya Aham


"katanya dia bareng sama kak Bima aja" jawab Cecil


"oh yaudah kalau gitu kita jalan sekarang aja ya" ucap Aham di iyakan oleh semuanya


"Kak no?" panggil Cecil


"ada apa cil?" tanya Tino


"aku langsung to the point aja ya kak, aku tau siapa yang kakak lamar" tanya Cecil


"emang siapa yang?" tanya Aham


"Titi, tebakanku benar?" tanya Cecil kepada Tino juga Titi


"kok kamu tau cil?" tanya Tino


"lo lupa kalau bini gue punya bakat Intel" ucap Aham yang sontak mendapatkan cubitan dari Cecil


"sakit yang" ucap Aham dan hanya dibalas senyuman oleh Cecil


"iya cil, lo bener" jawab Tino


"terus Titi, kamu terima?" tanya Cecil kepada Titi

__ADS_1


"emm, aku mau shalat tahajud dulu cil. semua ini begitu tiba-tiba rasanya" jawab Titi


"aku mendukung apapun yang terbaik buat kalian, semoga apapun jawaban Titi kedepannya bakalan buat hubungan kekeluargaan kita semua semakin baik" ucap Cecil


"aku juga nggak akan maksa Titi buat jawab iya jika memang dia nggak nyaman sama aku" ucap Tino sambil melirik Titi


"tapi gue apresiasi usahanya Tino sih, selama ini gue baru lihat kali ini Tino bisa ngomong kayak gitu" ucap Aham sambil tertawa


"ya kan lagi usaha ham, gue juga pengen kali kayak lo. mau sampai kapan gue jadi buaya nggak ketemu-ketemu sama pawangnya" jawab Tino


"ya pokoknya gue doa in aja yang terbaik buat kalian berdua, jadi nggak sabar nungguin jawabannya Titi gimana" ucap Aham


"apalagi gue ham, gue sekarang ibaratnya orang terjun payung masih nyangkut di atas pohon nggak bisa turun. jadi ke gantung" jawab Tino


"ya ini karma sih kak, biasanya kakak yang gantungin perasaan cewek-cewek sampai-sampai banyak yang bikin status-status galau nge tag kakak" celetuk Titi


"nah betul itu kata Titi, masak mau berangkat ke Makassar 2 tahun lalu yang nganterin si Tino ke airport banyak banget cewek-cewek. jalan sama dia berasa jalan sama artis ibu kota, disorakin banyak cewek" ucap Aham membenarkan ucapan Titi


"apaan gara-gara jalan sama lo, yang awalnya ngejar gue jadi ngejar-ngejar lo gitu. followers gue pindah ke lo hampir 50%" jawab Tino


"ya mereka tau mana yang lebih ganteng haha" ucap Aham sambil tertawa


"oh jadi gitu?" tanya Cecil melirik ke arah Aham


"sekarang udah enggak kok yang, udah nggak ada yang begitu-begitu sumpah deh" jawab Aham yang merinding karena lirikan Cecil


"kalau kak Aham tobat mah percaya, pawangnya kayak Cecil begini. siapa juga yang berani lawan Cecilia Abraham" ucap Titi sambil tertawa


"emang se serem itu ya gue?" tanya Cecil kepada Titi


"kalau lo ngambek serem cil, kayak singa laper" jawab Titi


"mereka berdua emang cocok sih, sama-sama kayak singa kalau lagi marah" jawab Tino


"emang iya kak?" tanya Titi


"si Aham tu baik-baik kalau lagi ada Cecil aja, coba kalau udah masuk kantor kalau nggak udah latihan. ini temen bisa yang sedeket ini nih bisa kayak orang nggak kenal" jawab Tino


"kalau itu mah wajar, kan kak aham harus profesional" ucap Titi membela


"ya iya sih, oh iya gue inget pas si Cecil sama Aham putus dulu. ini duduk deket Aham udah kayak pindah ke kutub, kerasa banget dinginnya. di ajak ngobrol cuma jawab iya nggak aja apalagi kalau dia lagi fokus sama sesuatu terus di ganggu, beh pandangannya kayak polisi mau interogasi *******" ucap Tino


"serem juga ya" jawab Titi


"itu kan dulu no" sanggah Aham


"iya emang dulu tapi kan selalu terkenang, maka dari itu gue dukung banget lo balikan sama si Cecil. setidaknya sikap-sikap intimidasi lo berkurang sedikit, mungkin kalau di takar cuma 1 mili tapi nggak papa lah" jawab Tino

__ADS_1


"emang gitu ya kak?" tanya Cecil ke Tino


"ya gitu cil, dia tuh gengsi mau ajak lo balikan mungkin. sampai gue tau kalian berdua di jodohkan, gue bilang ke dia kalau jadi orang itu jangan gengsi-gengsi giliran sama orang tua nya dijodohkan sama mantan yang masih dia sayang aja cengar-cengir sendiri di barak. sampai adek-adek letting pada takut lihat dia tiba-tiba senyum-senyum sendiri, terus tiba-tiba bagiin makanan ke anak-anak barak. dan yang paling berkesan itu pas kalian mau lamaran, lo tau cil suami lo ini kirim segala macam makanan di bagiin ke satu kompi yang dia pegang" jelas Tino


__ADS_2