
Aham langsung menutup telepon dari Bima, dia kembali memeluk Cecil dengan erat dan mengelus kepala Cecil agar bisa tidur lagi...
"tidur lagi yaa, masih pagi" ucap Aham pada Cecil
"emm, kamu juga tidur" ucap Cecil dengan mata yang terpejam
Aham tersenyum melihat wajah tenang Cecil yang tertidur dalam pelukannya, karena masih merasa ngantuk akhirnya Aham ikut tidur...
......................
jam 4 pagi mereka berdua sudah terbangun dan sudah selesai bersiap-siap untuk kembali ke asrama...
"udah siap yang?" tanya Aham yang melihat Cecil sudah rapi
"udah yuk" jawab Cecil
mereka berdua akhirnya meninggalkan hotel tersebut, dalam perjalanan Cecil kali ini lebih banyak bercerita karena Aham memintanya gantian bercerita...
setelah sampai di parkiran mobil, mereka berdua berjalan beriringan menuju barak. Aham dengan sabarnya menyamai langkah Cecil yang lebih lambat dari biasanya, yang mana itu semua disebabkan oleh ulahnya...
"masih sakit yang?" tanya Aham
Cecil yang mendapatkan pertanyaan seperti itu langsung kaget, pasalnya bukan wajah Cecil lah yang dipandang oleh Aham melainkan bagian sensitif nya...
"iih" ucap Cecil sambil mencubit lengan Aham
"kan aku tanya yang, kalau sakit tak gendong aja ya" pinta Aham
"nggak, aku masih bisa jalan sendiri" jawab Cecil lalu berjalan mendahului Aham
Aham hanya tersenyum melihat tingkah Cecil yang seperti itu. sebelum benar-benar berpisah di depan barak Cecil,
"nanti kamu ada kegiatan nggak?" tanya Aham
"nggak ada, aku masih libur" jawab Cecil
"kamu habis ini siap-siap, jam 6.30 kita berangkat" ucap Aham
"kemana?" tanya Cecil
"ada undangan yang, kamu pake atribut Persit ya" pinta Aham
"oh okay" jawab Cecil
"yaudah aku juga mau siap-siap, nanti aku kesini lagi" ucap Aham sambil mengelus rambut Cecil lalu bergegas pergi
Cecil masuk ke dalam baraknya dan ternyata sudah ada Titi yang siap mengintrogasi nya, Titi sengaja menunggu Cecil di ruang tamu...
Ceklek...
suara pintu dibuka oleh Cecil dan Cecil masuk ke dalam, saat berbalik dia dikejutkan oleh keberadaan Titi yang ternyata juga duduk disana..
"ya ampun ti, lo ngapain sih?" ucap Cecil yang kaget
"nungguin lo lah" jawab Titi
__ADS_1
"haa?"
"Lo itu nggak ada kabar dari semalem, katanya cuma keluar sebentar. di telfon nggak di angkat, kak aham juga gitu" oceh Titi
"ya maaf, udah dulu ya gue buru-buru " ucap Cecil lalu berjalan menuju kamar
"heh gue belum selesai ngomelnya" kata titi
"gue nggak sempet buat denger omelan lo ti, pending dulu ya. gue mau ada janji habis ini" jawab Cecil
"baru juga sampe cil, belum selesai ini" omel Titi yang terus saja mengikuti langkah Cecil
Karena Cecil tadi sudah mandi, jadi dia hanya berganti pakaian dan bersiap ala kadarnya...
"eh cil bentar" ucap Titi tiba-tiba menghentikan aktivitas Cecil
"apa?" tanya Cecil
"jalan lo kok gitu sih cil?" tanya titi
"gitu gimana?" tanya Cecil
"aneh aja jalan lo nggak kayak biasanya" jawab Titi
"muka lo juga pucet, apa kemarin lo habis jatuh?" tanya Titi menduga-duga
"enggak, gue nggak kenapa-kenapa" jawab Cecil
"Lo habis di apain sama kak Aham? " tanya Titi menatap mata Cecil membuat Cecil salah tingkah, bisa-bisanya sahabatnya itu bertanya
setelah rapi menggunakan seragamnya, ia berlalu menuju dapur untuk minum
"Lo masak ti?" tanya Cecil kepada Titi yang terus mengikutinya
"iya, gue laper. kalau nunggu makan pagi mana sempat, keburu cacing gue protes semua" jawab Titi
Cecil melihat ada kotak makan di atas meja, lalu memandang Titi sejenak
"lo masak buat Lo makan sendiri sebanyak ini?" tanya Cecil
"i iya lah buat makan sendiri, buat siapa lagi. lo kan tau makan gue banyak" jawab Titi
"oohh gitu" Cecil mengiyakan saja apa yang Titi katakan
"udah lo makan dulu cil, ntar lo malah kelaparan lagi" ucap Titi mengalihkan pembicaraan
"gue bawa bekal roti aja deh, kasihan kak Aham juga belum sarapan" ucap Cecil sembari membuat roti panggang dengan selai, itu adalah salah satu makanan kesukaan Aham yang Cecil ingat
"kenapa nggak bawa nasi aja? buat makan bareng kak aham?" tanya Titi
"nggak ah ti, makan lo kan banyak kayak porsi TNI " ucap Cecil membuat titi gelagapan
setelah selesai membuat bekal, Cecil bergegas untuk keluar karena Aham sudah menunggu
"gue berangkat dulu ya, kalau makan pelan-pelan aja ya ti nanti haha" ejek Cecil
__ADS_1
Titi yang mendapat ejekan tersebut hanya menunduk malu
"kayaknya aku kelewatan momen nya Titi deh" batin Cecil sambil berjalan ke arah Aham
"kamu kenapa kayak orang bingung gitu?" tanya Aham
"nanti aja kita bahas, udah yuk" ajak Cecil sembari menggandeng tangan Aham untuk masuk ke dalam mobil
Aham sengaja mengambil mobil terlebih dahulu agar cecil tidak kecapekan berjalan menuju parkiran
Aham melajukan mobilnya ke salah satu universitas yang mengundang nya kali ini, mereka melakukan perjalanan sambil memakan bekal roti yang dibuat oleh Cecil. ia menyuapi Aham karena Aham sedang menyetir
"kamu kenapa sih yang bengong terus?" tanya Aham melihat Cecil yang sedari tadi hanya diam saja
"kita kayaknya kelewatan momen bahagia deh yang" ucap Cecil kepada Aham
"enggak, kan kemarin kita baru aja ngelewatin momen bahagia" ucap Aham sambil melihat ke arah Cecil
Cecil reflek mencubit lengan Aham , entah kenapa Aham menjadi se mesum ini sejak terjadi hal kemarin. Apapun pembahasannya selalu mengarah ke situ
"aw sakit yang" ucap Aham sambil menggosok lengannya
"maaf maaf" ucap Cecil menggosok lengan Aham
"no problem sayang" jawab Aham sembari menggandeng tangan Cecil
"kan bengong lagi" sambung Aham yang melihat Cecil
"serius kita kelewatan momen penting"
"momen apa sih yang?" sambung Aham bertanya
"momen Titi " ucap Cecil
"kenapa jadi momen Titi?" tanya Aham bingung
"inget nggak Tupperware yang selalu dibawa kak Bima?" tanya Cecil kepada Aham
"Iya Tupperware yang kamu kasih waktu Bima naik pangkat kan?" tanya Aham
"nah bener" jawab Cecil
"terus kenapa?" tanya Aham
"Tupperware itu kok bisa di Titi ya?" Cecil bertanya-tanya
"mungkin di pinjemin kali" jawab Aham santai
"no, nggak mungkin kak Bima pinjemin barang kesayangannya ke orang lain. karena kak Bima itu bukan orang yang suka berbagi" ucap Cecil
"mungkin Titi beli sendiri kali" ucap aham
"dan itu lebih nggak mungkin, aku custom Tupperware itu sesuai sama background army kalian dan ada namanya juga. Yang ada di meja dapur tadi juga ada nama kak Bima" ucap Cecil sembari memandang ke arah Aham
"Titi juga masaknya banyak banget" sambungnya
__ADS_1
"kalau gitu aku nggak tau lagi deh, soalnya Bima nggak pernah cerita apa-apa sejak tunangan sama rindi" jawab Aham