
“he ati kamu mau apa di situ, ayo cuci ayam yang ada di belakang” ucap sang ibu penjual kepada anaknya
“iya mak”
Setelah sang anak pergi ke belakang, sang ibu meminta maaf kepada tino dan titi karena sikap lancang anaknya kepada tino…
"maafkan anak mamak ya nak" ucap ibu tersebut meminta maaf
"tidak apa-apa bu, saya bisa memaklumi" jawab Tino
"kamu pintar cari calon istri nak, kakak cantik ini juga sering belanja ke sini" ucap ibu tersebut
Tino hanya tersenyum sembari melirik Titi yang tampaknya malu karena ucapan sang ibu...
"ini nak sudah" ucap ibu tersebut menyerahkan 2 kantung kresek ayam
"ini Bu" ucap Tino dan Titi bersamaan sembari menyerahkan beberapa lembar uang
"aduh kok barengan begini" ucap ibu tersebut sambil tertawa
"pakai uang saya saja Bu" ucap Tino
"enggak Bu pakai uang saya saja" kata Titi
"ibu jadi bingung kalau kalian begini, sudah ibu ambil uangnya nak ganteng aja ya kakak. kan kalian sudah mau menikah jadi wajar kalau nak ganteng bayarkan" jawab ibu tersebut
"kan dengerin ibu nya" ucap Tino menambahkan membuat Titi hanya mengangguk mengiyakan, karena tidak mungkin dia akan mengajak Tino adu argumen disini
"makasih ya nak" ucap ibu tersebut sembari memberikan kembalian
"iya Bu mari" jawab Tino kemudian melanjutkan belanjanya dengan Titi
"mau belanja apa lagi?" tanya Tino kepada Titi
"mau beli sayuran di pojok sana" jawab Titi
"oke ayo" ucap Tino sembari meraih tangan Titi untuk ia gandeng
"eh kak" ucap Titi membuat Tino menghentikan langkahnya
"iya ti ada apa?" tanya Tino
"aku udah punya jawaban buat kakak" jawab Titi
"serius ti? aku bakal terima apapun jawaban yang kamu berikan ke aku" jawab Tino
Titi mendekat ke arah Tino, hal itu membuat Tino semakin berdebar karena takut jika jawaban Titi tidak sesuai ekspektasi nya. .
"kak, aku terima lamaran kakak" bisik Titi kepada Tino
"serius ti?" tanya Tino namun hanya di jawab anggukan dan senyuman oleh Titi
"Alhamdulillah Ya Allah, meskipun dikasih jawabannya di tengah pasar kayak gini nggak papa lah" ucap Tino sambil tertawa membuat Titi spontan menepuk bahu Tino agar tidak menertawakannya
"ih udah di jawab juga malah diketawain" gumam Titi kesal
"maaf yaa" jawab Tino sambil tersenyum
__ADS_1
mereka melanjutkan jalannya menuju tukang sayur
"kok kamu belanja banyak banget buat apa ti?" tanya Tino
"mama mau dateng kesini bareng sama mama nya Cecil" jawab Titi
"oh ya, berarti bareng juga sama mamaku dong" ucap Tino membuat Titi terkejut
"iya?" tanya Titi
"iya, mamaku juga kesini. mereka sampai besok pagi kan?" tanya Tino
"iya kak" jawab Titi
"tapi, kok kalian boleh dijenguk?" tanya Titi lagi
"sebenarnya mama ada urusan kerjaan disekitar sini, jadi sekalian mampir ke asrama. tapi nggak masuk juga ke barak, mungkin mampir di tempat Cecil kan ada mama nya Aham, mama Bima sama mama Riko juga" jawab Tino
"oh begitu"
"jadi pas dong waktunya besok itu" ucap Tino
"pas?" tanya Titi
"iya pas, mama kita kan besok ketemu. jadi aku mau sekalian ngomong langsung aja ke mama kamu, kalau mau nunggu aku pulang dari sini pasti kamu bakal mikir keseriusanku ke kamu itu beneran apa nggak. kalau boleh sekalian aku ikat kamu" jawab Tino serius dengan memandang mata Titi membuat Titi berdebar
"aku nurut apa yang terbaik aja kak, aku nurut sama mama gimana nya. jadi kita tunggu jawaban mama aja besok baiknya gimana" ucap Titi
"iya ti, mungkin untuk ke jenjang yang lebih seperti Aham dan Cecil akan butuh waktu karena aku masih harus tugas disini sampai selesai baru kembali ke Jakarta. mungkin selama itu kita bisa tunangan dulu" jawab Tino
Titi mengangguk tanda meng iya kan ucapan Tino, kali ini dia menyerahkan semua nya kepada Tino karena dia takut akan gagal lagi seperti saat dengan Kevin dulu...
"yaudah ayo"
"kakak beli sayur" ucap Titi kepada sang penjual, dia biasa memanggil penjual yang masih muda dengan sebutan kakak
"iya beli apa?" tanya sang penjual
Titi menyerahkan sebuah kertas kepada penjual tersebut, dia biasa mencatat semua kebutuhan yang ingin ia beli di kertas sehingga saat belanja tinggal menyerahkan kertasnya...
"kak mau beli apa?" tanya Titi kepada Tino yang asyik dengan smart phone nya
"eh iya, ini" jawab Tino sembari menyerahkan kertasnya kepada Titi
"sibuk banget kayaknya" sindir Titi
"enggak sayang, ini si Aham katanya balik duluan. Cecil ngajak ke street food pagi dekat alun-alun, kamu mau ikut nggak?" tanya Tino
"nggak ah, jauh juga tempatnya" jawab Titi
"ini kakak sudah" ucap penjual tersebut kepada Titi, Titi membayar sayurannya kemudian memberikan kertas belanjaan Tino kepada sang penjual
"ini kak, dipisah ya" ucap Titi
"baik"
setelah menunggu beberapa saat akhirnya belanjaannya sudah siap dan sudah dibayar oleh Tino, mereka bergegas kembali ke asrama untuk memasak karena sudah jam 5 pagi...
__ADS_1
"sini aku bawain" ucap Tino berusaha meraih belanjaan Titi
"enggak nggak usah, ini nggak berat kok" jawab Titi
"yaudah sini tangannya" pinta Tino
"buat apa?" tanya Titi
"gandeng sayang, mau nyeberang nggak?" tanya Tino membuat pipi Titi kemerahan
akhir-akhir ini Tino berhasil membuat Titi yang biasanya suka bertengkar dengannya, kini berubah menjadi Titi yang malu-malu dan pendiam saat bersamanya...
setelah sampai di depan pagar, Titi melepaskan genggaman tangan Tino karena merasa tidak enak jika ada yang melihat. Tino hanya diam saja karena mengerti alasan Titi ..
sesampainya di depan rumah Titi, Tino membantu Titi membawakan belanjaan hanya sampai depan rumah karena dia tidak berani masuk ke dalam...
"nggak masuk dulu kak, aku buatin minum?" tanya Titi
"maaf ya tapi nggak dulu, nggak enak kalau ada yang lihat. aku balik ke barak dulu ya" ucap Tino berpamitan kepada Titi
"iya kak, hati-hati" jawab Titi
"tenang aja pasti hati-hati kok" ucap Tino
setelah Tino berjalan menuju baraknya, Titi masuk ke dalam rumahnya dan mulai melakukan kegiatan masak-masak nya...
"huh semoga aku tidak salah mengambil keputusan untuk menerima lamaran kak Tino" gumam Titi sembari memasak
Tuttt....
Tuttt....
"siapa ya yang telepon jam segini?" ucap Titi setelah mendengar handphone nya berbunyi
dia berjalan menuju kamarnya untuk mengambil handphone karena handphonenya dia charge di dalam kamar ...
"loh mama" gumam Titi
Telepon....
"Halo ma" ucap Titi kepada mama nya
"Hallo sayang, gimana kabarnya?" tanya mama Titi
"Alhamdulillah baik ma" jawab Titi
"nak majukan penerbangan ke Papua, nanti malam mama sama mama nak Tino sudah sampai"
"kok mama bisa sama mama nya kak Tino?" tanya Titi
"iya nak, setelah nak Tino telepon kemarin mamanya langsung datang ke rumah menyampaikan niat baiknya untuk melamar kamu sebagai menantunya" ucap mama Titi
"ha serius ma?" tanya Titi
"iya ti masak mama mau bohong sama kamu, gimana kamu udah jawab lamaran nak Tino?" tanya mama Titi
"sudah ma, aku terima lamaran kak Tino ma. mama doakan ya semoga keputusanku kali ini benar" jawab Titi
__ADS_1
"mama akan selalu doakan yang terbaik buat kamu nak" ucap mama Titi