
"kamu kembali jam berapa nak?" tanya mama Bima
"jam 11 malam nanti ma" jawab Bima
"apa nggak sebaliknya kamu berangkat besok aja Bim?" tanya papa Bima
"aku cuma dapat libur 2 hari pa, itupun aku harus sampai disana dalam 2 hari" jawab Bima
"baiklah, kamu pakai saja jet pribadi milih perusahaan supaya bisa cepat sampai sana" ucap papa Bima
"nggak usah pa, aku udah pesen tiket kok" jawab Bima
"yasudah kalau gitu sekarang istirahat dulu ya" sahut mama Bima meminta putranya untuk istirahat
posisi mereka sekarang berada di ruang tv, namun bukannya beranjak istirahat di kamar, Bima malah mengatur posisi kursinya menjadi melebar seperti kasur...
"istirahat disini saja ma" ucap Bima
"oke" jawab papa mama Bima bersamaan
baru beberapa menit merebahkan diri, Bima akhirnya terlelap. Dari wajahnya sudah dapat dilihat jika dia sangat lesu, orang tua Bima hanya bisa memberikan support untuk anaknya...
mama Bima memilih untuk menyiapkan makanan untuk Bima, sedangkan papa Bima menemani Bima di ruang tv. Sekitar pukul 8 malam mereka membangunkan Bima untuk makan malam dan bersiap...
"Bim, bangun yuk. udah jam 8 malam" ucap mama bima sembari mengelus rambut Bima
"iya ma, aku bersih-bersih dulu" ucap Bima kemudian berlalu menuju kamarnya
"kami tunggu di meja makan" jawab mama Bima
Setelah membersihkan dirinya, dia turun dengan pakaian rapi. Kali ini dia tidak menggunakan PDL nya, dia memilih menggunakan pakaian biasa dan terkesan santai...
"makan dulu ya Bim" ajak mama Bima
"iya ma" jawab Bima
"Bim, kamu pakai pesawat keluarga aja. Papa hubungi om dana ya minta kunci garasi nya" ucap papa Bima
"nggak pa, malah ngerepotin nanti. kalau aku bawa disana nggak ada garasi" jawab Bima
"kan bisa masuk garasi pesawat komersial Bim, kamu lupa kalau papa sama om mu ini punya satu maskapai" ucap mama Bima
"nggak usah pa ma, aku pingin kemana-mana pakai uangku sendiri. dan aku nggak mau naik maskapai kalian, harga tiketnya mahal" ucap Bima mengejek
"kalau kamu naik ya gratis Bim" jawab papa Bima
"kalau di hitung gitu kalian rugi nantinya" jawab Bima
"udahlah, Bima udah pesen tiket kok" sambungnya
"yaudah sekarang makan ini, dihabiskan! kamu butuh makan banyak" perintah mama Bima
"siap komandan" jawab Bima sambil tersenyum
kedua orang tua Bima yang melihat Bima tersenyum merasa sangat senang, mereka berharap semoga senyum Bima tidak pudar lagi...
__ADS_1
setelah selesai makan, Bima berangkat menuju bandara dengan di antar kedua orangtuanya juga supir mereka...
"kamu disana nanti dijemput siapa Bim?" tanya papa Bima
"tadi sih Aham bilang dia mau jemput" jawab Bima
"yaudah kalau gitu" ucap papa Bima
"cantik disana gimana kabarnya?" tanya mama Bima
"dia tambah gemuk ma, udah boleh tinggal sama suaminya" jawab Bima sambil tersenyum
"syukurlah kalau begitu, mama dulu sempet kaget pas mereka dijodohin takutnya Aham masih marah sama cantik" ucap mama Bima, beliau ingat kejadian beberapa tahun lalu yang diceritakan oleh Bima
"tenang aja ma, disana ada Bima juga kan. Bima pasti akan jaga Cecil" ucap Bima
"iyaa Bim" jawab mama Bima
sesampainya di bandara, Bima langsung berpamitan menuju gate keberangkatan. Dia menunggu sembari duduk di kursi yang disediakan...
"chat Aham dulu aja deh" gumamnya
"tapi pastinya disana udah jam 11 malam kalau disini jam 9, pasti Cecil udah tidur juga." sambungnya
"akh coba dulu deh, nggak lucu kalau gue lontang lantung di bandara nanti" ucap Bima sembari mencari nomor telepon Aham
setelah menemukan kontak Aham, Bima langsung menelepon Aham. dan tak lama telepon tersebut di angkat oleh Aham...
"halo Bim" ucap Aham
"iya siap bos, udah gitu doang?" tanya Aham
"lo kenapa buru-buru amat? lo habis binsik ham? kok nafas lo nggak teratur gitu" tanya Bima
"lo ganggu gue Bim" ucap Aham kesal
"lagian lo malam-malam binsik" jawab Bima sambil terkekeh
"katanya lo mau cepet-cepet dapet keponakan yang ganteng" ucap Aham kemudian mendapat jiwitan dari Cecil yang sedari tadi diam
"ih sakit yang" ucap Aham kepada Cecil
"emang gitu dek Aham sekarang, bahas nya vulgar terus" ucap Bima mengompori mereka berdua
"udah bim, lo jangan kompor-kompor gitu. bisa nggak jadi-jadi ponakan lo ntar" jawab Aham
"hahah, lanjutkan. tapi lo jangan lupa jemput gue ntar" ucap Bima
"iya iya bawel, dah gue tutup. safe flight Bim" jawab Aham
"oke" jawab Bima kemudian telepon ditutup oleh Aham
Bima hanya bisa menggeleng-geleng kan kepala, memang setelah menikah ke bucinan Aham meningkat 100%. hal itu juga dirasakan oleh teman-temannya yang lain, padahal sebelumnya Aham terkesan sangat cuek...
Tepat pukul 23.00 wib Bima berangkat menuju Papua...
__ADS_1
......................
disisi lain, Aham dan Cecil melanjutkan aktivitas nya setelah terjeda karena telepon dari Bima...
"lanjut yuk yang" pinta Aham
"jangan ngambek gitu dong" sambungnya
"makanya jangan gitu ngomongnya" ucap Cecil
"ih itu Bima yang ngomporin, serius yang aku nggak pernah ngomong-ngomong kayak gitu ke anak-anak" kata Aham
"iyaa iyaa" jawab Cecil
"lanjut ya yang, tanggung ini" pinta Aham yang akhirnya di anggukan oleh Cecil
mereka melanjutkan aktivitas panas mereka yang tertunda karena Bima tadi, untungnya ngambek Cecil tidak terlalu parah sehingga Aham masih bisa menanganinya...
setelah selesai dengan aktivitas mereka, mereka berdua memilih untuk beristirahat sejenak karena disini masih jam 2 pagi dan kemungkinan Bima sampai adalah jam 5 atau bisa saja jam 6 pagi...
.
tepat pukul 4 pagi mereka sudah bangun tidur, Cecil sudah mempersiapkan makanan untuk sarapan mereka nanti dan bersiap untuk menjemput Bima di bandara. Sebelumnya Cecil sudah melihat Titi ke kamarnya namun dia belum bangun juga dan Cecil tidak tega untuk membangunkannya karena tidurnya sangat pulas...
"kita berangkat sekarang?" tanya Aham
"iyaa yang, nanti di jalan aku kirim pesan aja ke titi kasihan dia capek banget kayaknya" ucap Cecil
"yaudah yuk" jawab Aham
mereka berdua berjalan bergandengan menuju parkiran, karena masih pukul setengah 5 pagi maka belum terlalu banyak orang yang beraktivitas diluar. mungkin hanya beberapa orang yang sedang bersih-bersih...
mereka berdua masuk ke dalam mobil kemudian Aham melajukan mobilnya menuju bandara. Seperti biasa Cecil membawa bekal roti selai untuk sarapan mereka di mobil, sehingga mereka tidak akan kelaparan nantinya...
"yang buka mulutnya, makan dulu" ucap Cecil meminta Aham untuk makan
"makasih sayang" jawab Aham sambil tersenyum namun pandangannya masih pada jalanan
.
.
.
.
.
.
.
.
mohon maaf ya untuk para readers karena author updatenya lama banget, karena memang banyak sekali tugas dari kampus di semester ini...
__ADS_1
terimakasih yang sudah menunggu update author 🙏🏻🙏🏻🙏🏻