TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
CEMBURU?


__ADS_3

"mereka nggak punya anak cewek kok" ucap Aham tiba-tiba membuat Cecil langsung menghadap ke arahnya


"aku tau apa yang kamu fikirin cil" sambungnya


"aku nggak akan membatasi kakak deket sama siapapun" ucap Cecil menghadap ke arah Aham


deg


"apa?" tanya Aham mengerutkan keningnya karena kaget


"aku tahu kalau perjodohan kita ini bukan keinginan kita sendiri, jadi aku mau kita sama-sama tidak mencampuri urusan masing-masing" ucap Cecil disengaja sesuai apa yang ia rencanakan


"gue ngomong apasih, bodoh banget. semoga kak Aham nggak goyah" batin Cecil


"Aku mau memperbaiki hubungan kita" ucap Aham tiba-tiba yang sebenarnya membuat Cecil kaget


Cecil hanya diam saja tidak berniat membalas apa yang di ucapkan oleh Aham. Namun tiba-tiba handphone Cecil berdering, terlihat nama kontak yang sangat familiar disana...


dreett..


dreett..


dreett..


Cecil sejenak melihat ke arah handphonenya, namun kemudian dia mengangkat telepon yang tak lain dari Kenan...


Dia sengaja me loadspeaker panggilan tersebut agar Aham mendengar nya...


"halo Ken" ucap Cecil


"Kok lo nggak telfon-telfon gue sih, katanya kemarin mau telfon" sambungnya


"maaf ya gue kemarin sibuk banget ngurusin dokumen-dokumen yang diminta sama kampus, gimana kabar lo?" tanya Kenan


"baik Ken, kapan sih lo sampai? disini sepi banget tau. Nggak ada yang beliin gue jajan lagi " tanya Cecil dengan nada yang dibuat-buat


"besok pagi gue berangkat, lo mau di bawa in apa?" tanya Kenan


"emm apa ya, apa aja boleh deh yang penting bisa dimakan haha" jawab Cecil seraya tertawa membuat Aham menoleh ke arahnya


"udah?" tanya Kenan


"ya itu aja" jawab Cecil


"ini lo lagi dimana sih? berisik banget" ucap Kenan


"gue lagi jalan-jalan ke food court di daerah sini, lo cepetan deh biar bisa jalan bareng lagi" jawaban Cecil membuat Aham yang ada di sampingnya kaget


"Yaya bawel, sampai ketemu besok" ucap Kenan


"oke" jawab Cecil, Kenan menutup telfonnya


seperti itulah Cecil jika berkomunikasi dengan Kenan. Kenan yang dominan cuek namun perhatian dengan Cecil, di lain sisi Cecil senang menggoda Kenan karena sikap cueknya...


Cecil sudah menyadari jika Aham terus melihat ke arahnya saat dia sedang menerima telfon, namun tak di hiraukan nya karena inilah kesempatan membuat Aham cemburu...

__ADS_1


Cecil kembali memasukkan handphonenya ke dalam saku, dia meneruskan acara makannya tadi yang tertunda...


"siapa?" tanya Aham kepada Cecil


"sudah kuduga pasti dia tanya" batin Cecil


"emm... te.. teman" jawab Cecil dibuat-buat


Aham mengerutkan dahinya mendengar apa yang dikatakan oleh Cecil, dia merasa tidak yakin dengan jawaban Cecil namun tidak berniat mengetahui lebih...


keheningan mulai tercipta di antara keduanya,


disisi lain, Bima dan teman-temannya tak sengaja melihat aham dan Cecil yang sedang duduk berdua di bangku yang disediakan di area food court. Sampai tiba-tiba Bima dan kawan-kawannya datang menghampiri mereka berdua termasuk Titi yang ikut serta dengan mereka...


"woi ham!" ucap Riko yang berhasil mengagetkan Aham yang tengah fokus dengan ponselnya


Aham dan Cecil saling melirik..


"katanya capek, kok disini" sindir Tino


"iya nih, tadi lo gue tinggal aja mau tidur lagi Cil katanya" ucap Titi


"kok kalian bisa barengan gini ya?" tanya Bima yang sebenarnya sudah tahu kalau Aham dan Cecil akan keluar bersama


"kebetulan ketemu aja" jawab Aham singkat


"masak sih bisa kebetulan di tempat yang se luas ini?" kata Bima sengaja membuat Aham kesal


"mereka mau pacaran gaes, maklumin aja" ucap Bima yang sudah duduk di depan Cecil


"apaan sih lo" ucap Aham kepada teman-temannya


"udah lama kalian disini?" tanya Riko


"setengah jam lalu kak" jawab Cecil


"kita-kita ganggu nggak nih?" tanya Tino kepada Cecil dan Aham


"nggak kok" jawab Cecil dengan cepat, sedangkan aham hanya membuang nafas panjang


mereka semua akhirnya berkumpul di tempat itu, Cecil dan yang lainnya asyik bercerita sedangkan Aham hanya diam dengan handphone yang terus saja di mainkan nya...


Dengan sengaja Titi menanyakan perihal Kenan kepada Cecil, hal itu memang sudah mereka rencanakan saat mereka berkumpul bersama guna memanas-manasi Aham...


"Eh Cil, si kenan kapan nih sampai nya?" tanya Titi yang duduk di samping Cecil


"katanya sih besok sampainya" jawab Cecil seraya memakan pentol bakar yang tadi di belinya


"oh gitu ya, pasti dia bawa in lo coklat lagi kayak waktu itu. co cweet banget babang Kenan itu" ucap Titi dengan suara yang sedikit keras agar di dengar oleh Aham


Aham yang mendengar itu hanya melirik sekilas ke arah titi dan Cecil. Tepat saat melirik ke arah titi mereka saling bertatapan, membuat titi takut akan pandangan Aham yang seperti mengintimidasi dirinya. namun tak lama Aham kembali fokus pada handphonenya...


"gila tatapannya serem banget" batin Titi begidik ngeri


"Kenan juga ikut dek?" tanya Bima kepada Cecil

__ADS_1


"ikut kak" jawab Cecil


"itu Kenan yang biasanya antar jemput lo ke rumah?" tanya Bima lagi


"iya kak Bim, yang pernah makan bareng kita dulu" ucap Titi kepada Bima


"oh inget-inget" jawab Bima sambil mengangguk


"kalian ngomongin siapa sih?" tanya Tino


"iya nih" ucap Riko


"temen nya si Cecil besok dateng juga" jawab Bima


"temen atau temen hayoo" ucap Tino seraya melihat ke arah Aham, dia ingin tahu bagaimana ekspresi Aham sekarang


"temen kak " jawab Cecil tertawa


sepertinya apa yang direncanakan oleh Cecil dan Titi mendapatkan support dari Bima , Tino dan Riko sehingga lebih bisa membuat Aham kesal...


Aham yang sedari tadi mendengar cerita tentang Kenan merasakan panas di telinganya, dia yang memilih menyibuk kan diri dengan handphonenya tetap saja bisa mendengar apa yang dibahas oleh teman-temannya..


"gue cabut dulu ya, gue lupa belum nyiapin ppt buat besok" pamit Aham kepada teman-temannya


"bukannya udah selesai ya ham kemarin?" tanya Tino yang memang tahu jika Aham tidak mungkin belum menyiapkan bahan presentasi sehari sebelumnya


"ada yang salah" ucap Aham


"gue duluan" sambungnya kemudian beranjak dari tempat duduknya, sebelum melangkahkan kakinya dia melihat ke arah Cecil yang tampak diam saja


"ati-ati bro, jangan lirik sana sini" ucap Riko


"Yoi, pawang lo ada disini" kata Tino sambil tertawa


namun apa yang dikatakan oleh teman-temannya tidak juga di jawab oleh aham, dia lebih memilih untuk melanjutkan jalannya dengan terus menerus memikirkan siapa sebenarnya kenan itu...


"gue harus cari tahu siapa dia" gumam Aham


setelah kembalinya Aham ke asrama. Baik Bima, Tino, Riko, Titi maupun Cecil tertawa lepas. mereka menertawakan Aham yang seolah-olah bersikap acuh...


"ide lo emang ada-ada aja ti" ucap Cecil seraya menggelengkan kepalanya


"haha, siapa dulu dong.. Titian" ucap Titi membanggakan dirinya


"Halah, kalau bantuin orang aja cemerlang banget otaknya. itu pacar lo gimana kabarnya?" tanya Tino


"hmm, nggak tau. males, aku udah chat minta putus ke dia" ucap Titi kemudian menyenderkan kepalanya ke kursi


"pacaran belum juga se umur jagung udah main putus-putus aja, gitu kok pengen dapet penghargaan pacaran ter awet" cibir Cecil


"yah kan gue cuma mau ngisi kekosongan pacaran sama dia, eh taunya" jawab Titi


"lah niat lo aja udah salah beg* " ucap Tino membuat semuanya tertawa


Mereka yang ada di sana hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan penuturan Titi...

__ADS_1


__ADS_2