TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
ROASTINGAN OM OM


__ADS_3

"sangat di sayangkan sekali bang Tino lebih milih ninggalin kak Titi padahal hubungan mereka sudah serius" Frans


"semua itu udah takdir juga bro, yang namanya jodoh, maut, rezeki semua di tangan Allah. kita hanya bisa berusaha semoga apa yang kita impikan bisa terwujud, apalagi kalau udah ke jenjang yang lebih itu banyak godaan" Bobi


"iya juga sih, bisa jadi Bu Nenci ini ada plus nya di mata bang Tino" Ken


"semoga saja bang Tino nggak nyesel sama keputusannya sendiri" Bobi


"kalau setahu ibu ya Om, cowok kalau sudah punya uang lebih malah se enaknya sendiri. apalagi jauh dari pasangannya, udah beberapa orang yang pisah sama pasangannya saat satgas begini dan rata-rata selingkuh sama yang disini. tapi nanti pas mereka balik ke asal, yang disini di putusin" ucap ibu warung


"nah tu dengerin guys, jangan sampai kita-kita kayak gitu. setidaknya kita ingat pasangan kita yang nunggu kita pulang lah" Frans


"itu salah satu alasannya kenapa gue selalu menyibukkan diri setelah tugas jaga selesai, dan kalau kemana-mana selalu barengan sama kalian karena takut ada yang deketin" Ken


"oh iya kemarin bang Aham juga di samperin sama si temennya Bu Nenci itu, padahal posisi bang Aham sama istrinya." ucap Bobi


"kok lo tau Bob?" tanya Frans


"kan gue kemarin datang belakangan terus duduk di depan bang Aham pas, cuma lo tau sendiri kan kalau di tempat umum dan di luar dinas tu bang Aham nggak mau disapa formal jadi gue cuma senyum in aja" jawab Bobi


"terus-terus cerita nya gimana kok bisa di samperin?" tanya Ken

__ADS_1


"gue juga nggak terlalu mengamati, intinya Bu sela itu bilang kalau mau duduk samping bang Aham. terus bang Aham langsung nolak alasannya nggak mau di ganggu karena lagi sama istrinya, bang Aham juga kenalin istrinya ke Bu sela habis itu Bu sela pergi nyamperin Bu Nenci di depan" jawab Bobi


"emang harusnya kayak gitu sih, ya kembali ke diri kita masing-masing deh. jangan sampai kita lupa sama pasangan kita yang udah sabar nunggu" ucap Ken


"kabarnya juga Bu Nenci mau nikah sama Om Tino" ucap ibu warung


"kalau yang saya lihat sih Bu, Bu Nenci yang ngebet pengen di nikahin tapi dari Bang Tino nya masih diam-diam saja. saya tahu bagaimana orang tua bang Tino menyayangi kak Titi jadi tidak mungkin juga mereka memberikan restu se gampang itu" ucap Frans


"bener juga, sampai jauh-jauh ke Papua demi nyusul in kak Titi" imbuh Bobi


"hah yang bener om?" tanya ibu warung


"iya Bu, keluarga circle mereka itu nggak main-main Bu. orangtua Bang Aham, Bang Tino, Bang Bima, Bang Riko, itu sahabatan dari dulu, mereka masing-masing punya perusahaan besar di bidang masing-masing. di tambah kak Cecil istrinya kak aham sekaligus sepupu kak Bima, orang tua nya juga masuk circle itu. sedangkan orang tua kak Titi itu punya toko kue yang terkenal hampir di seluruh Indonesia" ucap Bobi menjelaskan


"mereka memang biasa saja Bu, bang Aham saja memilih untuk tinggal di asrama dibandingkan harus tinggal di rumah. karena bang Aham sama istrinya sama-sama anak tunggal" imbuh Bobi


"nggak kebayang itu gimana senengnya jadi anaknya bang Aham, andaikan gue lahir belakangan" ucap Ken


"bang Aham juga mikir-mikir kali Ken kalau punya anak kayak lo" timpal Frans


"setidaknya visual gue mendukung lah bro, masalah kelakuan bisa di atur sesuai setelan pabrik" jawab Ken

__ADS_1


"Om Ken ini ada-ada saja" ucap ibu warung sembari tertawa


mereka makan sembari berbincang-bincang, setelah selesai dan membayar mereka kembali ke mess...


sedangkan di mess tempat Cecil dan teman-temannya tinggal sedang sibuk memasak makanan, karena semuanya masih tradisional mereka memasak mulai pukul 15.00. sebenarnya mereka di tawari memakai kompor gas namun hal itu nantinya malah membuat pengeluaran mereka menumpuk untuk membeli gak...


"udah Bumil duduk aja" ucap Titi


"ih aku juga pingin bantuin loh" ucap Cecil


"nanti aja bantuin makannya" ucap Ratih


"hmm iya iya" jawab Cecil pasrah


Titi yang sedari tadi siang lebih banyak melamun menjadi perhatian teman-temannya..


"Titi, are you okay?" tanya Aisi


"okay kok is" jawab Titi


"udah lah jangan di pikirin" ucap Ratih

__ADS_1


"aku nggak mikirin kok, cuma sedikit syok aja baru juga selesai masalahnya udah ketemu sama mereka"


__ADS_2