TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
MANJA


__ADS_3

"kapan kalian berangkat nak?" tanya mama Cecil


"besok pagi kami berangkat ma" jawab Aham


baik Aham maupun Tino sungkem kepada orang tua mereka masing-masing, Cecil yang tidak pernah melihat Aham menangis kali ini ia lihat secara langsung suaminya itu menangis sesenggukan...


"he anak mama kok cengeng" protes mama Aham


sebenarnya sang mama juga menahan agar air matanya tidak luruh namun karena kali ini Aham menangis, ia pun juga ikut menangis...


"jangan nangis, udah mau jadi papa kan kamu" ucap mama Aham


"i iyaa ma" jawab Aham sesenggukan


kemudian ia berpindah ke mama Cecil, sama halnya saat sungkem dengan sang mama. ia meminta maaf atas semua kesalahan yang pernah ia buat dan dia juga menitipkan Cecil kepada mama mama nya...


"ma maaf jika selama ini Aham punya banyak salah sama mama doa kan Aham dan semuanya agar bisa kembali lagi dengan selamat" ucap Aham


"iya ham, mama pasti akan doa kan yang terbaik untuk kamu" jawab mama Cecil


"Ma, Aham titip Cecil kepada mama dan papa. temani Cecil saat Aham tidak ada ma, doakan agar Aham bisa membawa Cecil kembali ke rumah kami" ucapan Aham itu membuat mama Cecil menangis


"jangan berbicara seperti seakan kamu akan pergi jauh ham, mama pasti akan menjaga Cecil dengan baik. nanti saat kamu jemput Cecil lagi, pasti perutnya sudah besar dan kalian akan bersama menunggu kelahiran baby kalian" jawab mama Cecil


Aham hanya mengangguk tanpa berkata apa-apa, karena kembali lagi bahwa dia tidak bisa berjanji untuk hidupnya sendiri...


setelah itu dia berjalan ke arah Cecil, dia bersimpuh di hadapan Cecil dengan mata sembab nya...


"mas, duduk di atas aja" pinta Cecil


"nggak yang, aku pengen nyapa anak-anak ku" jawab Aham


Aham mulai mengelus perut Cecil dan menciumi nya


"assalamualaikum baby, ini papa" bisik Aham namun masih terdengar oleh semua orang


"baby sehat-sehat ya di dalam, jangan bikin mama sakit ya sayang. jangan nakal lagi sama mama karena kali ini papa nggak bisa negur kamu lagi kalau kamu kangen papa, ada jaket papa yang mama simpan jangan rewel cari papa ya nak." ucap Aham dengan suara nya yang mulai melemah


"tunggu papa pulang ya, nanti kita main lagi sama-sama" sambungnya kemudian mencium perut Cecil kembali


ucapan Aham membuat Cecil ikut menangis, awalnya sudah ia tahan agar Aham tidak khawatir padanya namun ia tak sanggup...


Aham meraih tangan Cecil, ka menghujani tangan Cecil dengan ciuman tanpa henti


"maafin aku ya yang, selama ini aku banyak salah sama kamu" ucap Aham

__ADS_1


"aku sudah memaafkan semuanya mas" jawab Cecil


"berjanji lah satu hal mas" ucap Cecil membuat Aham memandang ke arahnya


"apa itu?" tanya Aham


"kembalilah dengan selamat" jawab Cecil


"a aku..." ucapan ini dipotong oleh Cecil


"kalau kamu tidak bisa berjanji kepadaku, setidaknya berjanjilah kepada anak-anak mu" ucap Cecil


"i iyaa aku akan berusaha" jawab Aham terbata-bata


"dengar kan sayang, papa mu akan kembali nanti jadi kamu jangan bersedih ya nak" ucap Cecil sembari mengelus perutnya


Cecil memeluk Aham dengan erat dan Aham pun membalas pelukannya, adegan itu disaksikan oleh semua orang yang ada di sana. mama mama merasa kasihan melihat Cecil yang akan ditinggal saat hamil seperti ini, hanya doa lah yang bisa mereka panjatkan untuk kesehatan dan keselamatan Aham nantinya...


"jangan nangis sayang, nanti baby nya ikutan sedih" ucap Aham kepada Cecil


"gimana aku nggak nangis, papa nya baby aja nangis kayak anak kecil" jawab Cecil


"udah udah kalian mau sampai kapan nangis sambil pelukan kayak gitu? kalian nggak pengen makan?" tanya mama Aham


"yaudah ayo makan yuk, kasihan cucu mama nanti kelaparan" ucap mama Aham


"Aham juga laper ma" ucap Aham


"ututu sini-sini anak mama tersayang, makan yuk" goda mama Aham


"ih mama, Aham kan udah punya istri" protes Aham yang disamakan seperti bayi oleh mamanya


"lagian kamu sih nangis-nangis bikin suasana jadi melow tau, lihat tu si Tino aja nggak nangis, masak kamu kalah sih" jawab mama Aham


"udah yuk makan yuk" ajak mama Cecil


mereka semua menuju meja makan yang memang sudah disediakan makanan, tadi saat mereka baru sampai mama Aham memesankan makanan untuk mereka semua...


"mama sengaja pesan makanan kesukaan kalian, nanti pastinya disana kalian nggak bisa beli makanan kayak gini" ucap mama Aham


"makasih ma, Tante" ucap Tino kepada sang mama dan yang lainnya


"ma" panggil Aham kepada mama nya


"kenapa lagi ham?" tanya mama Aham

__ADS_1


"aku pengen makan mie rebus pakai sawi, telor, sama cabai buatan mama" jawab Aham


"ham ini banyak makanan lo, lagian mie juga nggak sehat kan" ucap mama Aham


namun karena Aham menunjukkan ekspresi memelasnya akhirnya dia memutuskan untuk membuatkan apa yang diinginkan oleh Aham...


"iya iya mama buatin" jawab mama Aham


"makasih mama" ucap Aham


"kamu juga mau mama masakin nak?" tanya mama Tino kepada anaknya


"nggak ma ini udah cukup kok, aku cuma pengen minum coklat panas buatan mama. itupun kalau ada bahannya" jawab Tino


"ada kok nak, mama buatin dulu ya" ucap mama Tino beranjak dari duduknya


mama Tino menyusul mama Aham ke dapur untuk membuatkan apa yang diminta oleh anaknya...


"eh jeng ada apa?" tanya mama Aham


"ini jeng, Tino minta dibikinkan coklat panas" jawab mama Tino


"oh iya iya"


sedangkan di meja makan Cecil menikmati makanannya dengan tangan Aham, dia bersikeras ingin menyuapi Cecil dengan alasan agar Cecil makan banyak...


"mas jangan banyak-banyak nasi nya" protes Cecil


"ini sedikit kok" jawab Aham


"aku makan sendiri aja ya, nggak bisa menikmati jadinya" ucap Cecil


"kalau kamu makan sambil menikmati nanti bisa berjam-jam sayang" jawab Aham


Cecil hanya mendengus kesal, memang benar apa yang dikatakan oleh Aham


sementara di seberang Aham dan Cecil ada Titi dan Tino yang sama-sama sedang makan, saat meminta maaf tadi Tino pun tidak meminta maaf kepada Titi...


"emm Cecil, Titi nanti setelah Aham dan Tino berangkat kamu tinggal sama kami saja ya" pinta mama Cecil


"sepertinya akan sulit ma, aku harus tetap tinggal di asrama meskipun ada atau nggak ada mas Aham" jawab Cecil


"bukankah sebentar lagi mama akan kembali ke Jakarta?" tanya Cecil


"kami akan kembali bersama kalian nantinya nak, agar kami bisa memastikan bahwa kalian aman. mama sudah membeli rumah yang jaraknya sangat dekat dengan asrama kalian, hanya berjalan kaki pun sudah sampai" ucapan ini membuat Cecil dan Titi terkejut bukan main, mama mereka sampai membeli rumah disini demi mereka

__ADS_1


__ADS_2