
"beliin makanan apa aja deh Bim, ini kartu gue bawa aja. nanti PINnya gue kirim wa" ucap Aham sembari menyerahkan kartu ATM kepada Bima
"nggak usah ham, pake uang gue aja" ucap Bima kepada Aham
"oke nanti gue ganti" jawab Aham
"kalau ada tambahan lagi, lo telfon aja ke gue atau nggak Riko sama Tino. gue berangkat dulu" ucap Bima
"oke, tiati" jawab Aham
Bima berlalu keluar dari kamar menuju ke teras depan karena Riko dan Tino sudah menunggu disana..
"yok gas bro" ucap Bima sembari menepuk pundak Riko dan Tino
karena tidak mengetahui kedatangan Bima, tepukan di pundak mereka membuat mereka kaget...
"Lo mau bikin kita berdua jantungan apa gimana?" tanya Riko
"ya sorry bro, kan bercanda" jawab Bima sambil terkekeh
"yaudah yuk berangkat" ajak Tino
mereka bertiga berjalan menuju parkiran, tanpa mereka sadari ternyata banyak pasang mata yang memperhatikan mereka bertiga
"kok rame banget" ucap Bima setelah melihat bahwa banyak anak berpakaian SMA berkumpul disana
"ada latihan dasar kedisiplinan katanya" jawab Riko
"oh yang SMA 2 itu ya?" tanya Tino
"nah itu"
"berasa jadi artis kita kalau kayak gini" celetuk Bima
"kok bisa Bim?" tanya Tino yang belum sadar
"lihat aja mereka lihatin siapa sekarang" celetuk Bima
kemudian Tino dan Riko menengok ke arah mereka yang sedang berada di lapangan, dan benar saja para siswi melihat ke arah mereka bertiga
akhirnya mereka mempercepat jalan agar segera sampai di parkiran dan buru-buru masuk ke dalam mobil, setelah masuk ke dalam mobil barulah Tino membuka suara
mobil berjalan menuju supermarket yang dimaksud
oleh Bima, dengan Bima sebagai drivernya
"duh gila" keluh Tino tiba-tiba
"kenapa lo no, kayak di kejar gorila aja" ucap Bima
"nah iya, masak habis nengok tangan gue langsung lo tarik" protes Riko
"lo inget sama cewek yang duduk di sebelah gue pas kita ke Jakarta waktu itu?" tanya Tino kepada Bima
"iya terus?" tanya Bima balik
"pas mau berangkat ke Papua lagi, tu cewek juga se pesawat sama gue. tapi beda barisan kursi" jawab Tino
"serem nggak tuh" sambungnya
__ADS_1
"mungkin dia sama kayak lo no, cuma anterin temennya" ucap Riko
"dia deketin gue terus anjir waktu gue nunggu lo jemput, untung ada Syila waktu itu di bandara" jawab Tino
Syila adalah mantan kekasih dari Tino yang berprofesi sebagai Staff Bandara di Papua
"Syila nyamperin lo?" tanya Bima
"iya, gue minta tolong ke dia" jawab Tino
"gila baik banget si Syila, udah lo sakiti masih aja mau bantu lo" timpal Bima sembari tertawa
"kalau gue jadi Syila, nggak bakal gue bantuin lo" celetuk Riko
"Syila mah baik orangnya" ucap Tino
"Baik kok lo sia-sia in?"tanya Bima dan Riko bersamaan
"kompak bener pak" ucap Tino
"gue khilaf waktu itu" sambungnya
ditengah perjalanan Bima menghubungi salah satu temannya yang bekerja di supermarket, dia meminta daftar makanan tidak terlalu manis yang ada di supermarket tersebut...
Tino dan Riko yang mendengar hal tersebut hanya diam saja, pasalnya apapun akan Bima lakukan untuk adek kesayangannya itu
setelah sampai di supermarket, teman Bima sudah menunggu dengan daftar makanan itu. Tino, Riko dan Bima di bantu oleh karyawan tersebut untuk mencari barang yang dimaksud
mengingat banyak sekali daftar makanannya, mereka memutuskan untuk membawa 4 troli sekaligus
setelah berbelanja kurang lebih 1 jam, akhirnya mereka semua selesai dan mengantri di kasir
"ini buat adek gue, dia pengen makan yang nggak terlalu manis" jawab Bima
"si Cecil?" tanya Hans yang tak lain adalah teman Bima
"iya siapa lagi" jawab Bima
Hans adalah teman masa kecil Bima saat masih SD dulu sehingga dia tahu banyak tentang Cecil, namun sayang saat akan masuk SMP Hans harus ikut orang tuanya pindah ke Papua karena sang ayah membangun supermarket di Papua. ya benar, supermarket yang dikunjungi Bima adalah milik keluarga Hans
"yaudah bro gue cabut dulu ya, makasih udah bantuin" ucap Bima berpamitan kepada Hans setelah selesai membayar semua belanjaannya
"oke bro hati-hati" jawab Hans
"kapan-kapan lo main aja ke asrama" pinta Bima
"bisa di atur lah" jawab Hans
Bima, Tino dan Riko langsung kembali ke asrama setelah berbelanja.
disisi lain, Aham yang masih setia duduk di samping Cecil tidak tega melihat Cecil yang terus-menerus bolak balik ke kamar mandi..
"yang, kita ke dokter yaa" pinta Aham
"nggak, aku nggak papa kok. ini cuma masuk angin biasa, ntar juga sembuh kok" jawab Cecil
"tapi kamu dari tadi mual terus yang" jawab Aham
"nggak papa sayang" jawab Cecil sembari memejamkan matanya
__ADS_1
Aham yang masih tidak tega melihat Cecil yang lemas, akhirnya menghubungi salah satu dokter yang ada di kesatuannya. dia meminta dokter tersebut untuk datang ke rumahnya
dalam hitungan menit, dokter tersebut sudah berada di depan rumahnya. karena masih ada Titi disana, akhirnya Titi lah yang membukakan pintu untuk sang dokter
"silahkan masuk dok, langsung ke kamarnya saja" ucap Titi mempersilahkan masuk dokter Tian dan memberitahu letak kamar Aham dan Cecil
"terimakasih"jawab dokter Tian tersebut
Aham yang mengetahui kedatangan dokter Tian tersebut langsung mempersilahkan beliau untuk memeriksa Cecil
"silahkan dok" ucap Aham kepada dokter Tian tersebut
"yang" keluh Cecil karena Aham tetap memanggil dokter
"udah kamu nurut aja ya, aku nggak tega lihat kamu kayak gini" ucap Aham
alhasil Cecil menuruti perkataan Aham. dokter Tian mulai memeriksa Cecil
"apa ada keluhan lain selain lemas?" tanya dokter Tian
"saya sering mual dok kalau makan sesuatu" jawab Cecil
"mual nya sudah berapa lama Bu?" tanya dokter Tian
"sudah satu Minggu an" jawab Cecil , hal itu membuat Aham kaget pasalnya dia tidak tahu kalau Cecil sudah mengalami mual selama itu
"karena ibu juga mengalami gejala ,Perut kembung, Mual dengan atau tanpa muntah, Sakit kepala, Ngidam dan nafsu makan meningkat, Perubahan kebiasaan buang air besar, seperti sembelit atau diare, Nyeri sendi dan otot, Sakit atau kram perut, Pertambahan berat badan karena retensi cairan, Kecemasan dan perubahan suasana hati. saya sarankan anda untuk memeriksakan ke bagian obgyn"
"karena menurut ciri-cirinya itu adalah tanda-tanda bahwa anda sedang mengandung, untuk lebih tepatnya anda periksakan ke bagian obgyn saja karena disana anda bisa mengetahui berapa usia kandungan dan kesehatan janinnya" ucap dokter tersebut
"oh ya, ini saya beri obat untuk menghilangkan mual nya ya" sambungnya
"baik dok"
"kalau begitu saya undur diri dulu" pamit sang dokter
"terimakasih dok" jawab semuanya
Titi kembali mengantar sang dokter untuk keluar dari rumah
.
.
.
.
.
HII READERS
MAAF YA KALAU UPDATENYA LAMA BANGETTTTTT
JANJI DEH SETELAH TANGGAL 25, AKU AKAN RAJIN UPDATE LAGI
DOAKAN UAS KU LANCAR YAA, AAMIIN🤲🏻
SEE YOU NEXT CHAPTER ❤️
__ADS_1