TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
PESAN YANG TER ABAIKAN


__ADS_3

Dia mencoba mengirim pesan kepada Tino namun sebelumnya dia sudah tahu konsekuensinya bahwa Tino tidak bisa membalas pesannya karena keterbatasan jaringan disana...


Titi membuka kembali pesan-pesan lama dari Tino sesaat sebelum berangkat latihan sebelum bertugas, masih ada pesan-pesan manis yang dikirimkan oleh Tino kepadanya. namun setelahnya Tino mulai jarang menghubunginya lagi dan pesan yang ia kirimkan terkesan cuek...


"tenang Titian, di setiap hubungan pasti ada pasang surutnya, senang dan susahnya sudah di atur oleh Allah jadi setelah susah ini pasti nantinya akan ada kebahagiaan yang bertubi-tubi" batin Titi sembari menyeka air mata di pipi nya


meskipun hubungan mereka baru berjalan beberapa bulan, namun berbeda dengan pasangan yang lainnya. Biasanya pasangan lain akan ada pertikaian kecil di awal hubungan karena perbedaan pendapat atau keinginan, namun hubungan Titi dengan Tino berjalan lancar saja meskipun dulunya Titi dan Tino adalah rival sejati yang setiap waktu akan saling menggunjing satu sama lain...


namun saat menjalin hubungan, nyatanya mereka adem ayem tanpa adanya pertikaian.. (mungkin udah capek berantem pas belum pacaran ya wkwkwk), Titi mengira hubungan itu akan berjalan lancar sampai mereka benar-benar menjadi pasangan yang di akui oleh negara tetapi nyatanya Tino yang mengawali perubahan pada hubungan mereka...


notif masuk di layar ponsel Titi, tertulis nama seseorang yang tengah ia pikirkan. Allah sudah mengabulkan doa nya agar ia bisa bertukar pesan dengan Tino...


"Sayang" (isi pesan Tino kepada Titi)


"iyaa kak, sudah sampai kah kak? kakak sudah makan? jangan lupa shalat nya ya" (balas Titi, ia sengaja menanyakan beberapa hal dalam satu pesan sebagai antisipasi jika nantinya sinyal Tino hilang kembali)


"sudah sayang, ini tadi aku habis makan terus aku lihat hp ada sinyal. pasti nggak akan lupa sama shalat, oh iya kamu lagi apa sekarang?" jawab Tino

__ADS_1


"aku tiduran aja kak, ini aku di rumahnya Cecil karena takut nggak bisa tidur" ucap Titi


"oh iya kak, ada yang mau aku tanyakan mumpung kakak ada sinyal." sambung Titi menggunakan pesan suara


Tino mendengarkan isi pesan suara tersebut namun tanpa diduga ia malah tidak membalas pesan tersebut


"oh begitu ya, ya sudah kalau gitu aku mau lanjut beres-beres pakaian dulu ya terus mau langsung istirahat karena besok pagi harus apel agi-pagi" ucap Tino


"oh gitu ya kak, yaudah semangat ya" jawab Titi


Sejujurnya dia memendam rasa ingin meluapkan apa yang selama ia tahan, dia selalu memikirkan bagaimana lelahnya Tino saat latihan usai. Besar harapannya bisa mempunyai sedikit waktu untuk membicarakan hal-hal tersebut namun meminta pun ia tak berani...


perihal pesannya yang sudah di dengarkan oleh Tino namun tak di balas, dia masih mencoba berfikir positif karena keterbatasan sinyal Tino dan waktu istirahat Tino yang semakin berkurang jika mereka membahas hal itu sekarang...


Titi akhirnya memutuskan untuk tidur karena dia merasa lelah hari ini belum lagi mereka akan bepergian dalam beberapa jam lagi...


...****************...

__ADS_1


keesokan harinya Titi lah yang bangun lebih awal untuk shalat dan membangunkan Cecil, saat Cecil melaksanakan shalat lantas ia memilih untuk menggantikan Cecil untuk memasak makanan karena sang sahabat sudah kesusahan untuk bergerak se leluasa dulu...


"loh kok kamu yang masak ti?" tanya Cecil kaget saat keluar dari kamar


"udah nggak papa, lagian kan semuanya udah siap di kulkas tinggal masak aja. kamu itu jangan banyak aktifitas yang berat-berat nanti baby kecapekan" tutur Titi


"oke oke, aku duduk manis disini. makanan hari ini aku serahkan kepada chef Titian " ucap Cecil sembari tertawa


"ada-ada aja" jawab Titi


"oh ya ti, tadi kak Aham udah kabarin aku. kak Tino udah kabarin kamu belum?" tanya Cecil


"udah kok"


"terus gimana, kamu udah tenang kan?" tanya Cecil


"hehe iya cil" jawab Titi

__ADS_1


__ADS_2