
setelah membahas masalah kunjungannya ke rumah Titi, mama bima mengabari sang suami jika niat baiknya untuk datang ke rumah Titi sudah beliau sampaikan kepada calon menantunya secara langsung...
Papa bima yang sedang berada di luar kota pun langsung memesan tiket untuk pulang ke Jakarta guna mempersiapkan kunjungannya ke rumah calon besannya untuk silaturahmi sekaligus melamar Titi untuk bima...
Mama Bima dan Titi yang sudah selesai makan memutuskan untuk menyusul Cecil dan mamanya karena mereka berdua tak kunjung datang
"ayo kita susul saja Cecil, kayaknya kalau nggak disusul in bakalan berlumut kita duduk disini" ucap mama Bima
Mereka berdua berjalan berdampingan sembari mengobrol ringan...
Karena sebelumnya mama Cecil sudah mengirim pesan ke mama Bima kalau beliau sedang berada di toko perlengkapan bayi maka mereka berdua langsung menyusul kesana...
"aduhhh anak mami belanja apa sayang?" tanya mama Bima
"ini mi, banyak banget yang lucu-lucu jadi khilaf deh hehehe. apalagi tanggal muda ini gaji novelku udah turun" ucap Cecil
"udah pilih mana yang di beli?" tanya mama Bima
"udah mi, lagi di bungkus in sama mas nya"
"beli apa sayang?" tanya mama Bima
"aku beli tempat tidur baby, box ayunan sama stroller baby mi" jawab Cecil
"emmm tunggu, mami mau keliling sebentar" ucap mama Bima langsung mengajak Titi berkeliling
baru juga 30 menit berkeliling, mama bima sudah membungkus banyak barang untuk kebutuhan Cecil dan baby. Mulai dari barang kecil sampai yang besar beliau beli untuk keponakan kesayangannya...
"mami beli apa?" tanya Cecil
"ini buat baby sama kamu ya, harus mau. Mami udah bayar soalnya, nggak bisa dikembalikan juga" jawab mama Bima
__ADS_1
"aduhh mami makasih banyak yaa" ucap Cecil
"sama-sama sayang"
setelah selesai dengan barang-barang mereka, mereka berdua turun ke lobby bersamaan dengan pegawai toko perlengkapan bayi yang membawakan barang-barang mereka...
beruntung hari ini mereka membawa mobil Alp**rd yang memiliki space besar sehingga masih ada ruang yang cukup lega untuk mereka duduk meskipun kursi paling belakang harus di lipat dan ada beberapa barang kecil yang di letakan di sekitar kaki Cecil dan Titi...
Setelah semuanya masuk ke dalam mobil, mama Bima melajukan mobil ke arah rumah Titi terlebih dahulu...
"Untung ini tadi bawa mobil besar ya, coba bawa yang kecil mau ditaruh mana barang-barang ini" ucap Cecil
"iya ya, tadi mama juga kepikiran bawa Alp**rd soalnya mobil yang lain lagi di cuci sama pak slamet" ucap mama Cecil
"oh iya sayang, mobil yang dari suami mu pas nikahan kemarin kemana?" tanya mama Bima
"di garasi rumah mbak, yang ditutup terus itu" ucap mama Cecil
"lagian Cecil mau pakai juga belum boleh kan" ucap Cecil
"ya masak kamu hamil besar gini mau bawa mobil cil" ucap Titi
"ya nanti kalau udah lahiran" jawab Cecil sambil tersenyum
"di rumah mertua juga ada mobil mas Aham nggak pernah di pakai juga, sebenernya mobil itu yang mas Aham bawa ke asrama karena mas Aham berangkat ke Papua jadi dibawa pulang ke Prambanan" ucap Cecil
"kamu udah lihat rumah dinasnya sayang?" tanya mama Bima
"mungkin nanti mi kan ada giat hari Minggu itu, sekalian mampir kesana sebentar buat lihat-lihat apa aja yang perlu di perbaiki soalnya mas Aham belum pernah tidur disana jadi cuma di bersihin berkala aja" jawab Cecil
"yaudah kalau ada perlu apa-apa bilang sama mama, mami juga" ucap mama bima
__ADS_1
"siap"
"oh iya Titi, jangan lupa sampaikan ke mama papa kamu ya kalau mama mau berkunjung kesana" ucap mama Bima mengingatkan
"iyaa Tante" jawab Titi
"ih kapan mi? Cecil ikut dong udah lama nggak ke tempat Titi" ucap Cecil
"iyaa sayang, nanti mama papa mu juga ikut kok" jawab mama Bima
Tak terasa mereka sudah menempuh perjalanan kurang lebih 15 menit dan sampai lah di rumah Titi, Titi bergegas untuk turun dari mobil sedangkan mama Bima, mama Cecil dan Cecil langsung melanjutkan perjalanan pulang karena mama Bima harus bersiap untuk menjemput papa Bima di bandara...
"papi gercep juga ya mi, langsung pulang ke Jakarta pas di kasih tau kalau Titi udah mempersilahkan buat datang ke rumahnya" ucap Cecil
"papi mu itu udah wanti-wanti mami dari dulu sebelum kalian pulang ke Jakarta, pokoknya kalau ketemu Titi harus langsung bahas masalah lamaran bima. La dikira Titi nya nggak takut apa sama-sama kita-kita yang notabene adalah orang baru apalagi inget sikap dingin Bima itu udah pingin nampol aja rasanya" jawab mama Bima
"nanti kalau mereka udah nikah, nggak mau tau pokoknya mami mau dia beli rumah di samping rumah kalian. Intinya tetangga lah, jadi kalau ada sikap bima yang bikin jengkel mami minta tolong kamu buat laporin ke mami. Soalnya mami takut kalau sikap dingin Bima nggak bisa berubah pas udah nikah" sambung mama Bima
"aduh mbak, ini sama banget kayak kekhawatiran mama Aham dulu. Takut anaknya tetep dingin ke Cecil, alhasil kita milih buat Cecil sama Aham untuk sementara tinggal dulu di rumah kami sampai Cecil positif hamil. Eh pas udah hamil mencair juga kan balok es nya, malah sekarang yang lebih bucin Aham nya" ucap mama Cecil
"oh jadi begitu rencananya ya ma" timpal Cecil
"demi kebaikan kalian berdua, di awal pernikahan itu sifat asli mulai terbuka kalau kalian masih saling musuhan kayak dulu ya kami sebagai orangtua takut jadinya" jawab mama Cecil
"tapi dek, nggak mungkin bima mau tinggal bareng sama orangtua maupun mertua nya. Dari dulu dia suka kebebasan, meskipun asrama sama rumah sama-sama di jakarta tapi mana pernah dia pulang ke rumah pas ada IB. Yang ada pilih jalan-jalan keluar kota, baru kalau mama nya ini udah ngomel-ngomel dengan terpaksa dia pulang tapi ya sama aja di kamar terus nggak keluar-keluar" keluh mama Bima
"emang kak Bima ini introvert yang sesungguhnya mami, tapi semoga aja Titi bisa rubah sikap kak bima yang kayak gunung es itu" jawab Cecil
"aamiin sayang, semoga anak mami bisa berubah dan mami bisa cepet menimang cucu deh" ucap mama bima dengan excited
Setelah sampai di rumah, mereka semua langsung kembali ke aktifitas masing-masing
__ADS_1