TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
FOTO


__ADS_3

mereka berjalan menuju gate kepulangan tempat sopir mereka yang sudah menunggu di sana....


kali ini Cecil diminta untuk duduk di troli koper sedangkan aham yang mendorongnya


sesampainya di dekat mobil, Pak Toto menyapa Aham


"Selamat siang den, bagaimana kabarnya?" tanya pak toto


"baik pak, bapak sendiri?" tanya Aham kembali


"baik den"


Aham berjalan ke arah samping troli yang dua bawa, dia melihat Cecil yang bisa-bisanya tertidur di troli tersebut. tanpa pikir panjang akhirnya Aham menggendong nya menuju ke dalam mobil..


"si tukang tidur" gumam Aham sambil tersenyum


"pak tolong kopernya di masukin ke dalam ya" pinta Aham


"baik den" jawab pak toto sambil tersenyum


"oh iya den, Aden sama non Cecil diminta untuk pulang ke apartemen karena tuan dan nyonya menunggu disana" ucap pak toto setelah duduk di kursi kemudinya


"baik pak, langsung kesana saja" jawab Aham


Aham melihat Cecil yang tertidur pulas dengan kepala yang menyender di bahunya, Dia tersenyum sendiri saat melihat cecil...


pak toto yang memperhatikan aham dan Cecil dari kaca hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena aneh sekali tuan muda nya bisa tersenyum seperti ini....


"Dulu aja nggak mau dijodohin sampai qq-marah nggak mau pulang ke rumah den aden. eh sekarang bucin, anak muda jaman sekarang memang susah ditebak" batin pak toto


disepanjang perjalanan hanya keheningan yang tercipta di dalam mobil itu...


sesampainya di basement apartemen karena Cecil tak kunjung bangun, dia akhirnya menggendong Cecil sedangkan pak toto berjalan di belakangnya membawa koper..


"maaf ya pak, jadi nggak bisa bantu" ucap Aham kepada pak toto setelah masuk ke dalam lift


"nggak papa den, kasihan si non kayaknya capek banget" jawab pak toto


Aham hanya menganggukkan kepala, dia tidak tahu apa yang dilakukan oleh Cecil semalam sampai-sampai dia bisa tertidur selama perjalanan...


Setelah sampai di depan unit mereka, Aham dibantu pak toto untuk memencet bel...


Ting Tong....


Tak menunggu lama, seseorang membukakan pintu untuk mereka. orang itu tak lain adalah Mama nada


"eh maaf ya jadi nyusahin kamu ini anak" ucap mama nada melihat Cecil yang tertidur


"nggak papa ma" jawab Aham


"yaudah yuk-yuk masuk" ucap mama nada


Aham kemudian masuk ke dalam apartemen, disana tampak tengah berkumpul semua keluarganya...


"aku baring in Cecil dulu di kamar" ucap Aham kepada semuanya


namun bukan kamar tamu lah tujuan Aham, melainkan kamar yang biasa ditempati olehnya saat bertugas di Jakarta karena ini memang apartemen milik Aham...


"eh mau kamu bawa kemana Cecil?" tanya mama Isma

__ADS_1


"ya ke kamar lah ma" jawab Aham santai karena tidak mengerti maksud pertanyaan mamanya


"jangan buru-buru dong ham, kalian belum nikah" ucap papa Tama


"apasih pa, ini Cecil tidur masak mau aku gendong terus" jawab Aham


"bawa ke kamar tamu, kalian nggak boleh tidur se kamar. tahun dulu dong" ejek mama Isma yang membuat mereka semua tertawa kecuali Aham


"udah sana" kata papa Tama


akhirnya Aham memutar badannya menuju kamar tamu yang letaknya berhadapan dengan kamar pribadinya...


"apaan sih" gumam Aham


"gobl*k nya gue sampai mau bawa dia ke kamar" batin Aham merutuk i kebodohannya sendiri


Aham membaringkan tubuh Cecil di tempat tidur, lama dia memandangi wajah seseorang yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu. dia berharap kedepannya akan semakin mencintai Cecil dan menebus semua kesalahan yang pernah dia perbuat...


......................


Aham keluar dari kamar Cecil menuju ruang tv dimana keluarganya sedang berkumpul..


"pa ma, hari ini aku mau ke kantor dulu ada yang harus aku urus" ucap Aham kepada kedua papa dan mamanya


"nggak capek ham?" tanya mama nada


"sebenarnya capek ma, tapi kalau di urus lebih cepat akan lebih baik" jawab Aham


"oke, tapi cepat kembali ya. katamu mau foto buat kelengkapan berkas nya" ucap mama isma


"iya ma, yaudah aku ganti baju dulu" jawab Aham kemudian berlalu menuju kamar nya


......................


Sesampainya di kantor, banyak orang yang menatapnya heran karena tidak ada seorangpun anggotanya yang tahu jika dia kembali ke Jakarta selain komandan di sana...


"Selamat siang kapten" ucap anggotanya


"siang" jawab Aham kemudian melanjutkan langkahnya menuju ruangan sang komandan


Mereka berdua sebelumnya sudah berkomunikasi lewat telepon sehingga sang komandan sudah siap memberikan arahan demi arahan kepada Aham...


Setelah mengetok pintu dan dipersilahkan masuk oleh sang komandan, Aham memberi hormat kepada beliau...


"Selamat siang Ndan" ucap Aham sambil hormat


"siang, silahkan duduk" komandan membalas hormat Aham kemudian mempersilakan dia duduk


"apa kabar kapten?" tanya komandan


"siap, baik Ndan. komandan sendiri bagaimana kabarnya?" tanya Aham balik


"Seperti yang kamu lihat, saya sehat" jawab komandan


"saya sudah membaca pesan-pesan yang kamu kirimkan, apa benar yang kamu katakan akan pengajuan?" tanya komandan


"siap benar komandan" jawab Aham tegas


"rencananya kapan kamu akan menyerahkan berkas?" tanya komandan

__ADS_1


"siap besok Ndan"


Komandan mengangguk-angguk tanda mengerti


"Saya sudah mendengar dari Bima alasan kamu mempercepat pengajuan. Saya dukung kamu akan hal ini, lebih cepat lebih baik dan sebaiknya setelah kamu dan pasanganmu lulus nanti langsung saja kalian menikah, jangan menunggu bulan bahkan minggu" ucap komandan


"dan ini titipan dari istri saya, kalian pelajari saja supaya tidak ada kesulitan nanti. Istri saya sangat mengapresiasi usaha kamu dengan tidak bertindak gegabah menghadapi orang-orang yang berusaha memisahkan kalian" sambungnya


"siap, terimakasih komandan" ucap Aham sembari menerima sebuah buku catatan yang berisi hal yang harus dan tidak boleh dilakukan saat pengajuan nantinya


"kalau begitu saya ijin undur diri komandan" ucap Aham


"ya silahkan" jawab komandan


"selamat siang" ucap Aham hormat


"selamat siang" jawab komandan


Setelah keluar dari ruangan sang komandan, Aham tampak tersenyum karena usahanya kali ini mendapat dukungan dari banyak orang bahkan komandannya sendiri...


......................


Di lain tempat, Cecil sudah siap mengenakan baju Persit yang diberikan oleh Aham. Agenda kali ini mereka akan foto untuk keperluan berkas, orang tua mereka sengaja memindahkan studio foto ke apartemen milik Aham agar kedua anaknya tidak perlu keluar rumah lagi...


"Cantiknya kamu nak" ucap mama isma


"makasih mama" jawab Cecil


"Pah, Aham mana?" tanya mama Isma kepada papa Tama


"Bentar lagi sampai kok dia" jawab papa Tama


"sabar jeng, lagian deket juga kok" ucap mama nada


"nah itu yang di omongin dateng, panjang umur banget sih" ucap papa dana setelah melihat Aham masuk ke dalam apartemen


"maaf nunggu lama ya" ucap Aham sambil tersenyum


"nggak kok, ini belum mulai" jawab mama nada


"biar Cecil dulu aja yang foto, aku mau mandi dulu pa ma" ucap Aham


"eh ngapain mandi lagi, tadi udah mandi kan?" tanya mama Isma


"gerah" jawab Aham kemudian berlalu ke dalam kamarnya


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


happy reading


__ADS_2