
"yang buka mulutnya, makan dulu" ucap Cecil meminta Aham untuk makan
"makasih sayang" jawab Aham sambil tersenyum namun pandangannya masih pada jalanan
"jadi pengen sering-sering keluar bareng pagi-pagi kayak gini, biar kamu siapin aku terus" sambung Aham
"kenapa emang kalau di suapi?" tanya Cecil
"beda rasanya yang kayak ada manis-manisnya gitu , kalau makan sendiri kan udah biasa" jawab Aham sambil tertawa
"Halah modus aja" timpal Cecil
"ya nggak dong yang, kalau sama istri sendiri bukan modus namanya tapi malah menambah pahala istri lo" kata Aham
"ini mah bisa-bisa punya bayi gede aku jadinya" ucap Cecil sembari mencubit lengan Aham
"ih sakit yang" keluh Aham
"aku bercanda kok" sambungnya
Cecil hanya bisa menggeleng-geleng kan kepala melihat tingkah suaminya yang akhir-akhir ini memang sangat manja kepadanya
akhirnya mereka sampai juga di bandara, sampai di sana memang Bima belum datang. mereka berdua sengaja sampai lebih awal untuk jalan-jalan terlebih dahulu, karena di area bandara terdapat mall...
"mau kemana dulu kita?" tanya Cecil
"ayo ikut aku" jawab Aham sembari menggandeng tangan Cecil
akhirnya Cecil mengikuti kemana Aham melangkah. Tak disangka tujuan Aham adalah ke sebuah brand tas terkenal, hal itu membuat Cecil terheran-heran mengapa Aham mengajaknya kesini...
"yang, kenapa kesini?" tanya Cecil
"aku mau ambil pesanan" jawab Aham singkat sambil tersenyum
dan benar saja sesampainya di dalam, Aham hanya memberikan bukti pesanan nya kepada pegawai di sana. tak lama pegawai itu keluar membawa beberapa paper bag besar bertuliskan brand tersebut...
"ini pak pesanan nya, mohon di cek terlebih dahulu" kata pegawai tersebut
"oh iya mbak" jawab Aham
sembari menunggu Aham mengecek apa yang diberikan oleh pegawai tadi, Cecil memilih untuk duduk sembari bermain handphone tanpa memperhatikan apa barang yang dibeli oleh Aham...
setelah selesai mengecek barangnya, Aham berlalu menuju kasir
"permisi saya mau bayar" ucap Aham kepada kasir yang saat itu sedang duduk
"oh iya mas ganteng" jawab kasir itu
"totalnya sekian mas ganteng" sambungnya
"saya pakai debit saja" jawab Aham dingin, dia merasa terganggu dengan panggilan yang diberikan oleh kasir tersebut
"mas ganteng ini abdi negara ya?" tanya salah satu kasir disana setelah melihat tulisan di kaos yang dipakai oleh Aham
"bukan" jawab Aham
"oh gituu"
"mas saya minta nomor handphone nya dong" sahut yang lain sambil tertawa namun Aham diam saja tanpa ingin menjawab
__ADS_1
"oh iya mas adeknya cantik" puji salah satu kasir mengira bahwa Cecil adalah adik Aham
tanpa pikir panjang, Aham malah memanggil Cecil untuk mendekat ke arahnya
"yang, sini" ucap Aham memanggil Cecil dan Cecil menurut saja tanpa penolakan dia berjalan ke arah Aham
hal itu membuat kasir-kasir yang sedari tadi menggoda Aham menjadi bengong
"kenapa yang?" tanya Cecil kepada Aham
"dedek nya udah laper belum?" tanya Aham membuat Cecil terheran-heran namun setelah melihat ekspresi kedua kasir di depannya, dia tahu apa yang dimaksud oleh Aham
"udah laper yang, papi nya sih lama banget" jawab Cecil sembari berpura-pura ngambek
"ini udah mau selesai kok sayang" ucap Aham sembari mengelus perut Cecil yang masih rata
"maaf mbak, apa sudah selesai ya?" tanya Aham kepada kedua kasir itu
"sebentar mas" jawab salah satunya
"ini struknya mas, terimakasih" sambungnya
kemudian Aham mengambil barang-barang yang dibelinya dan dia pegang di tangan kiri, sedangkan tangan kanannya merangkul Cecil...
setelah Aham dan Cecil keluar, kedua kasir itu masih bengong. Mereka sudah salah sasaran
"gila gue kira itu adeknya" ucap salah satu kasir
"iya sama, kan kayak mukanya masih muka-muka anak SMA" sahut satunya
"kita udah salah sasaran kali ini"
disisi lain, Aham dan Cecil kembali ke area bandara karena sudah mendapat telepon dari Bima
"kenapa mukanya di tekuk gitu sih yang?" tanya Aham kepada Cecil
"kan udah aku bilang, kalau keluar sama aku jangan pakai baju kayak gini" ucap Cecil
"kalau pake kemeja gerah yang" jawab Aham
"aku nggak nyuruh pake kemeja kok, pakai kaos biasa aja tapi jangan yang ada tulisannya yang menandakan kakak ini abdi negara" jelas Cecil
"ya maaf yang, tadi aku pikir ini tulisannya juga kecil tapi entah kenapa mbak-mbak tadi masih aja bisa lihat" jawab Aham
"lawong dari turun mobil aja udah banyak yang perhatiin kamu" ucap Cecil ketus
memang benar yang dikatakan Cecil, sejak turun dari mobil tadi Aham sudah menjadi pusat perhatian. Selain karena parasnya yang memang tampan, juga karena dia menggunakan baju tersebut. Karena di sepanjang jalan banyak sekali yang membicarakan tentang Aham dan tak sengaja terdengar oleh Cecil...
"iyaa sayangku, udah ini nggak akan aku ulangi lagi. udah ya ngambeknya" bujuk Aham
"oke" jawab Cecil singkat
tak terasa mereka sudah sampai ke tempat yang diberitahu Bima tadi dan terlihat Bima yang sedang duduk di kursi tunggu....
"udah lama Bim?" tanya Aham kepada Bima
"baru aja kok" jawab Bima
"dari mana kalian?" tanya Bima
__ADS_1
"ini ambil barang bentar tadi" jawab Aham
"yaudah yuk langsung balik" sahut Cecil mengajak kembali ke asrama
"bentar yang, duduk sebentar" ucap Aham
"nggak, langsung pulang. seneng banget jadi pusat perhatian" ucap Cecil mencibir Aham
Bima yang tidak tahu apa-apa pun hanya plonga-plongo disana, dia memberikan isyarat kepada Aham menanyakan apa yang terjadi. Aham hanya menjawab dengan memegang baju yang dipakainya
akhirnya Bima dan Aham menyusul cecil yang sudah terlebih dahulu berjalan menuju parkiran
"kenapa jadi ngambekan gitu ham?" tanya Bima kepada Aham
"akhir-akhir ini memang sensi an gitu Bim, gue aja heran" jawab Aham
"jangan-jangan bawaan baby itu" tebak Bima
"semoga aja gitu Bim, doa in aja pokoknya" jawab Aham
setelah sampai di dekat mobil, terlihat Cecil yang sudah menunggu di dekat pintu belakang sambil memberi isyarat agar Aham segera membuka pintu
"loh yang, kamu di depan aja. biar Bima di belakang" pinta Aham
"nggak" jawab Cecil
Aham hanya bisa menghela nafas, namun hal itu malah ditertawakan oleh Bima karena baru kali ini dia melihat Aham begitu...
akhirnya dia memilih mengalah, terlebih dahulu dia meletakkan paper bag nya di bagasi mobil. sedangkan Bima dan Cecil sudah masuk ke dalam...
Aham mengemudikan mobil tersebut menuju asrama, namun di tengah perjalanan Cecil meminta untuk berhenti sejenak di sebuah jalan yang banyak sekali penjual jajanan...
"mau beli apa yang?" tanya Aham
"mau beli rujak manis, sama es buah" jawan Cecil
"yaudah aku beliin ya" ucap Aham , namun di tahan oleh Cecil
"no, biar kak Bima yang belikan" jawab Cecil
Bima yang mendengar hal itu langsung melihat ke arah Cecil dan Aham bergantian
"kakak?" tanya Bima
"iya kak Bima" jawab Cecil
"gimana pesanannya?" tanya Bima
"rujak buah tanpa nanas, tanpa timun. jus strawberry airnya sedikit aja" jawab Cecil
"bentar tunggu, untung adek sendiri" ucap Bima kemudian keluar dari mobil untuk menghampiri penjual yang dimaksud Cecil
karena di dalam mobil tinggal Cecil dan Aham, hal itu dimanfaatkan oleh Aham untuk mendekati Cecil
"yang, jangan ngambek dong. kan tadi aku udah minta maaf" ucap Aham
"udah di maafin kan?" tanya Cecil
"udah tadi, tapi kamu masih ngambek gitu" jawab Aham
__ADS_1