TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
FINALLY


__ADS_3

dia mulai melancarkan ciuman di seluruh wajah Cecil, dan sebenarnya membuat Cecil geli sendiri namun dia menikmati...


"yang" panggil Cecil kepada Aham yang masih menciumi nya


"sayang" ucap Cecil menepuk pundak Aham


akhirnya Aham mau tidak mau berhenti dan sedikit menjauhkan wajahnya dari wajah Cecil, terlihat mata Aham yang sudah dipenuhi oleh kabut nafsunya


"kenapa?" tanya Aham dengan suaranya yang masih parau itu


"A... Aku... " ucap Cecil takut


"kenapa yang?" tanya Aham


"aku mau ke kamar mandi dulu" jawab Cecil lalu sedikit mendorong Aham agar menjauh darinya


kemudian Cecil berlari ke kamar mandi, entah apa yang akan dia lakukan disana. yang terpenting adalah dia bisa lolos dari Aham terlebih dahulu...


setelah menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam, Cecil memilih untuk berkaca terlebih dahulu...


"Aduh gue harus gimana ini" tanya nya pada diri sendiri


"pengen juga sih, tapi kenapa jadi tremor gini badan gue. kan malu-malu in" gumam Cecil


Cecil menarik nafas pelan kemudian menghembuskan nafasnya....


"huuhh"


tak lama terdengar suara Aham yang memanggilnya dari luar


"yang" panggil Aham


"kamu ngapain di dalam lama banget?" tanya Aham


"bentar yang, mules" jawab Cecil ber alasan, padahal dia sudah tau kalau Aham sebenarnya tau apa yang di lakukan di dalam


"keluar nggak, keluar nggak, keluar nggak.." gumam Cecil


"tapi kalau nggak keluar, masak mau tidur disini. dingin lagi" sambungnya


akhirnya dia keluar dengan gugup yang masih menyertai...


ceklek...


Cecil membuka pintu kamar mandi


"eh" ucap Cecil kaget karena setelah pintu kamar mandi dibuka ternyata Aham sudah berdiri di depannya


"kamu ngapain disini?" tanya Cecil


bukanya menjawab pertanyaan Cecil, Aham malah memeluk Cecil


"kenapa?" tanya Cecil


"kalau kamu belum siap nggak papa kok, maaf ya " ucap Aham sembari mengeratkan pelukannya

__ADS_1


"hei" ucap Cecil sembari melihat wajah Aham kemudian menangkup kedua pipi Aham dengan tangannya


"aku tau yang" jawab Aham


"no" elak cecil


"a... aku udah siap" ucap Cecil sambil tersenyum kepada Aham


Aham yang mendengar jawaban itu langsung kaget tak percaya


"yang?" panggil Aham meyakinkan dirinya sendiri


"aku siap" jawab Cecil sambil tersenyum


Aham tersenyum lebar karena apa yang dia dengar tidaklah salah. dia mulai melancarkan aksinya yang tertunda karena alasan Cecil pergi ke kamar mandi...


mereka mulai berciuman dengan tempo yang lebih cepat dan panas pastinya karena disini Aham yang menuntun, dia sudah sesak karena harus menahan lebih lama lagi...


mereka sedikit demi sedikit berjalan ke dekat tempat tidur, Aham menjatuhkan dirinya dan diri Cecil ke tempat tidur dengan posisi Aham yang ada di atas Cecil...


Aham men jeda ciumannya kemudian melihat ke arah Cecil, wajah Cecil saat ini bersemu merah seperti tomat yang sudah matang..


"jangan lihatin aku kayak gitu" ucap Cecil kepada Aham yang terus saja melihatnya


Aham kemudian membuka baju tidur yang dia pakai membuat Cecil melotot tak percaya dengan apa yang dilakukan Aham, belum lagi perut rata Aham yang membuat Cecil tambah gugup di buatnya...


hal itu membuat Aham sedikit tersenyum kemudian melanjutkan aksinya...


Aham mulai me****t bibir Cecil dengan lembut, tangannya juga tak tinggal diam membuka kancing piyama tidur Cecil hingga beberapa menit kemudian semua pakaian Cecil sudah terlepas dari tubuhnya...


"sekarang ya" ucapnya tepat di telinga Cecil dengan suara parau nya


Cecil hanya mengangguk mengiyakan apa yang dikatakan oleh Aham , bukan hanya Aham disini yang terlena namun Cecil juga. sentuhan Aham membuatnya tak sadarkan diri saat itu...


Mulailah mereka memulai malam panas yang tertunda beberapa hari, dan tepat malam ini Cecil benar-benar menjadi seorang istri dari Abraham Bagas Gautama, pria yang menjadi cinta pertama nya...


Tangan Aham tak diam saja, tangan itu mulai nakal menyentuh bagian sensitif Cecil yang lainnya membuat sang empunya mengerang. Mereka melakukan itu sampai beberapa ronde dan akhirnya harus mereka akhiri karena jam sudah menunjukkan pukul 12 malam...


"makasih yang" ucap Aham yang sedang memeluk Cecil


Cecil hanya mengangguk dan tersenyum namun matanya sudah terpejam karena lelah dan kantuk...


malam itu mereka menginap di hotel...


......................


keesokan harinya tepat pukul 3.00 pagi handphone Aham berdering beberapa kali, mau tidak mau Aham harus mengangkat telfon tersebut...


setelah melihat nama sang penelepon akhirnya Aham mengangkatnya...


"Hallo Bim" ucap Aham, ya Bima lah yang menelepon Aham


"Lo dimana ham, lo nggak ikut nyambut pasukan kemarin?" tanya Bima


"di hotel" jawab Aham

__ADS_1


"gue tau kalau pasukannya dateng nya baru nanti siang bego, nggak bisa lo ngibulin gue" sambung Aham


"hahaha" tawa Bima


"Lo ngapain ham, jangan bilang lo selingkuh dari adek gue" ucap Bima


"mana bisa gue selingkuh, adek lo sama gue" jawab Aham


"ngapain kalian di hotel? " tanya Bima


entah Bima sok polos atau memang polos


"tidur, udah bye kalau nggak ada yang penting. gue tidur lagi" jawab Aham


"eh eh bentar, ada undangan dari univ x. kita diminta kasih materi bela negara di sana" ucap Bima


"terus? apa hubungannya sama gue?" tanya Aham


" ya kan hari ini lo nggak ada latihan dan nggak ada acara nih, bisalah lo yang kasih materi. ini komandan yang minta, soalnya mau kasih tahu lo dari kemarin eh lo nya nggak ada di asrama" ucap Bima


"hmmm"


"ham hem aja lo, acaranya jam 7 jadi bisa lo perkirain lah dateng kesana jam berapa" ucap Bima


"kirim undangannya ke gue" titah Aham


"aelah si kapten, siap kapten" ucap Bima sembari mengirim undangan ke Aham


"bentar gue baca dulu" ucap Aham


"ini yakin bawa istri juga ke sana?" tanya Aham karena dalam undangan tersebut tertulis *Kapten Abraham Bagas Gautama & Ny Cecillia Abraham*


"ya iyalah masak lo mau bawa gue sebagai istri lo , kalau disitu tulisannya suruh bawa temen. Baru gue yang lo ajak" jawab Bima asal


"serah lo Bim" ucap Aham


karena telepon dari Bima tersebut membuat Cecil terusik dari tidurnya...


"siapa?" tanya Cecil kepada Aham pelan namun siapa sangka Bima masih bisa mendengarnya


"Bima" jawab Aham sembari mengelus rambut Cecil


"bangun lo dek?" sahut Bima dari seberang telepon


"gara-gara lo nih, dia jadi bangun" ucap Bima


"ya maaf, tapi Cecil emang biasa bangun jam segini" elak Bima


"dia kecapekan Bim, dan gara-gara lo dia jadi kebangun" ucap Aham


"udah gue tutup telfonnya, pagi-pagi telfon ganggu orang tidur aja" sambung Aham


"eh habis ngapain lo, kecapean segala" ucap Bima


Aham langsung menutup telepon dari Bima, dia kembali memeluk Cecil dengan erat dan mengelus kepala Cecil agar bisa tidur lagi...

__ADS_1


"tidur lagi yaa, masih pagi" ucap Aham pada Cecil


__ADS_2