
"parah banget sih, om sama tante udah tau?" tanya Cecil ke Bima
"udah, keluarga mereka dateng ke rumah pas mamanya telepon gue" jawab Bima
"setau aku sih yang deket sama dia di kampus cuma kak dimas, tapi nggak mungkin deh kalau kak dimas kayak gitu soalnya dia anak baik-baik" ucap Cecil sembari berfikir
"entah lah dek, gue udah nggak peduli lagi sama dia. dari awal juga hubungan gue sama dia nggak berlandaskan cinta" kata Bima
Aham dan Cecil hanya mengangguk-angguk kepala tanda mengerti, karena memang hubungan Bima dan Rindi hanya agar Rindi tidak menganggu Cecil dan Aham...
"udah bim, masih banyak cewek yang tulus sama kita jadi ......" ucap aham tertahan karena Cecil
"kita?!!" tanya Cecil sembari mengetuk meja dengan jarinya
"maksudnya tuh yang tulus sama bima, yang nggak mandang apa profesi bima" jawab Aham sembari memegang pundak Cecil
"Halah" ucap Cecil
"awas in terus si Aham dek, dia itu pawang buaya lo" ucap Bima memanas-manasi
"mana ada sih bim, lo jangan gitu" ucap Aham takut Cecil akan marah
"aku tau kok kalau kamu PAWANG BUAYA BETINA" ucap Cecil menekankan kata pawang buaya betina
"nah bener kan, ikutin aja dek kalau dia kemana-mana" ucap Bima sambil tertawa
"kompor in aja teross Bim" kata Aham kesal, namun Bima malah tertawa puas
"tenang kak, sebelum nikah aku udah buat perjanjian kok sama BUAYA satu ini" jawab Cecil menekankan kata buaya
"ini suami mu lo yang, kok dipanggil buaya sih" kata Aham sembari meraih tangan Cecil untuk dia gandeng
"biarin emang buaya" jawab Cecil
"emang bikin perjanjian apa sih dek?" tanya Bima yang tidak tahu apa-apa
"ini perjanjian yang buat mama isma, karena tahu kelakuan anaknya sebelum nikah sebenernya" ucap Cecil sembari melirik Aham yang sedang menggaruk tengkuknya yang tak gatal
"jadi kalau sampai aku sama dia pisah gara-gara dia deket sama cewek, mama bakal bawa dia ke rumah sakit" sambung Cecil
"lah ngapain dibawa ke rumah sakit?" tanya Bima bingung
"potong masa depan" jawab Cecil
"hah, potong masa depan?" tanya Bima sembari berfikir
"maksud lo masa depan Aham?" tanya Bima lagi dan di jawab Cecil dengan anggukan
"ngeri juga Tante Isma, kasian banget lo ham hahaha" ucap Bima sambil tertawa
"nggak lucu tau, siapa juga yang mau mempertaruhkan masa depannya demi selingkuh gitu. Gue nggak ada kepikiran selingkuh juga" kata Aham
"awas aja lo sampe selingkuh in adek gue, bukan hanya masa depan lo yang hilang karena perjanjian sama Tante Isma tapi tu tangan sama kaki lo juga bisa gue patah in" ucap Bima kepada aham
__ADS_1
Aham begidik ngeri mendengar apa yang di ucapkan Bima
"hidup gue penuh dengan ancaman ini namanya, tenang gue nggak akan tertarik sama cewek lain. ini satu aja nggak habis-habis" ucap Aham
"gue pegang omongan Lo ham" kata Bima
Cecil hanya tersenyum melihat Bima dan Aham yang membuat perjanjian tersebut, mereka berdua adalah support sistem terkuat Cecil saat berada di sini...
Tingg....
Handphone Aham dan Bima berbunyi bersamaan
Cecil melihat kedua orang itu sedang sibuk membaca pesan, mungkin dari grup mereka...
setelah selesai membaca pesan, tiba-tiba mereka berdua TOS membuat Cecil yang sedang fokus dengan handphone nya menjadi kaget...
"kalian ini ngagetin aja" ucap Cecil melihat ke arah Bima dan Aham yang sama-sama tertawa
"maaf yang reflek" jawab Aham
"haha mohon di biasakan dek" kata Bima
"ada apa senyum-senyum kayak gitu?" tanya Cecil
"nanti sore setelah apel kita free, tugas jaga diganti sama yang dari Surabaya" ucap Aham
"terus?" tanya Cecil lagi
"ya aku bisa habisin banyak waktu sama kamu yang" ucap Aham sembari mencium tangan Cecil
"enak aja, meskipun baru putus gini-gini kakak juga deket sama seseorang" jawab Bima
"oh ya? kakak lagi deket sama siapa sih?" tanya Cecil
Aham disitu hanya membiarkan Cecil meng interogasi Bima tanpa ada niatan untuk membantu Bima menjawab, karena tadi dia sudah dibuat kesal oleh Bima...
"maksudnya deket sama banyak orang dek, jadi bisa kumpul-kumpul" jawab Bima gelagapan
"banyak orang? wih buaya juga dong" ejek Cecil
"kakak bukan Aham dek" jawab Bima
"kena lagi, gue udah diem-diem juga" kesal Aham
"jagain sahabat aku ya kak" ucap Cecil tiba-tiba
"mak... maksudnya?" tanya Bima gugup
"aku tau kok kakak lagi deket sama siapa" ucap Cecil sembari tersenyum
Bima kemudian melihat ke arah Aham untuk mempertanyakan apa yang dikatakan Cecil
"gue nggak ngomong apa-apa Bim, sumpah" kata Aham
__ADS_1
"kak aham nggak ngomong apa-apa kok, aku feeling aja" kata Cecil membenarkan ucapan Aham
"masih baru kok dek" ucap Bima
"jadi beneran kak?" tanya Cecil
"doa in aja yang terbaik ya" jawab Bima
mereka kemudian bercerita satu sama lain, sampai tiba-tiba Alarm yang Aham sengaja pasang berbunyi...
"Waktunya apel" ucap Aham
"oh iya, ya udah yok" ajak Bima
"yang apel dulu ya" ucap Aham berpamitan kepada Cecil sembari mencium kening Cecil
Bima yang ada di sana dibuat iri oleh kemesraan mereka berdua
"ya elah, apel di lapangan depan yang jaraknya nggak ada 50 meter aja pake acara pamitan peluk, cium kening" ucap Bima
"lo pengen kan ahahah" ejek Aham sambil tertawa
"nggak" kata Bima kemudian berlalu keluar untuk memakai sepatu
Aham dan Bima yang memang sudah mengenakan pakaiannya lengkap, hanya tinggal memakai sepatu saja barulah mereka berjalan menuju lapangan yang letaknya persis di depan barak Titi dan Cecil dulu...
setelah ditinggal Aham apel, Cecil yang merasa bosan pun hanya bisa bergelimpungan di tempat tidur. Dia berfikir untuk mengunjungi Titi di barak, namun posisi pintu barak yang persis di depan lapangan akan membuat Cecil menjadi perhatian banyak orang nantinya...
Akhirnya dia memilih untuk men scroll tik tik, dia memang mempunyai akun tik tik yang dia gunakan untuk melihat vt dari user lainnya. karena Cecil tipikal orang yang suka membuat story WhatsApp video, jadi biasanya dia akan menyimpan video yang ada di aplikasi tersebut...
dia terus men scroll sampai tiba-tiba dia menemukan video berupa berita yang menyampaikan kabar adanya *mahasiswi di salah satu perguruan tinggi yang bunuh di*i karena depresi hamil di luar nikah* ...
"ya ampun kenapa se dangkal ini sih pemikirannya" batin Cecil
lalu Cecil melihat komentar di video tersebut
"RIP Rindi" ujar salah satu user
"yang tenang di sana rindi"
"Rindi cantik yang tenang di tempat baru mu"
kira-kira seperti itulah komentar-komentar orang-orang yang mengenal mahasiswi tersebut...
"itu bukannya akunnya kak nia temennya kak rindi ya" gumam Cecil
karena merasa penasaran, akhirnya dia membuka Instagram untuk melihat kebenaran siapa yang meninggal...
satu baru tampil, halaman utama beranda nya menunjukkan akun universitas Cecil dan juga Rindi. Foto itu bertuliskan ucapan bela sungkawa dengan foto Rindi yang terpampang disana...
Hal itu membuat Cecil seketika melemas, dia cemas apakah kakaknya tahu kalau Rindi sudah tiada
"kakak udah tau belum ya" gumam Cecil
__ADS_1
"meskipun Rindi jahat udah selingkuh dari dia, tapi aku tau cintanya kak Bima ke dia itu besar banget" sambungnya
Cecil memilih untuk menunggu di ruang tamu sampai apel mereka selesai, mata Cecil terus tertuju pada pasukan yang sedang berbaris disana...