
"dan satu lagi, kamu itu suka banget sih jadi pusat perhatian" keluh mama Tino
"pusat perhatian gimana sih ma?" tanya Tino
"mama sudah bilang, kalau keluar itu tutupi tubuhmu pakai jaket atau jangan pakai baju ketat yang bisa membentuk lekuk tubuhmu" ucap mama Tino
"ma, ini bajunya nggak ketat. kalau mereka masih mandang aku juga yang salah bukan aku kan" jawab Tino
"terserah kamu lah no" ucap mama Tino yang menyerah karena tidak ingin berdebat dengan anak semata wayangnya itu
mama Titi berbincang dengan Tino sedangkan Titi berbincang dengan mama Tino...
"Oiya kami udah pesan kamar di penginapan dekat tempat kalian" ucap mama Titi
"oh iya ma? dimana nya?" tanya Titi
"Deket lah, nanti kalian antar mama kesana saja ya. nggak enak kalau mama datang ke tempat kalian" ucap mama Tino
"tapi apa boleh banyak orang masuk? karena teman-teman pingin ketemu sama mama katanya" tanya Tino
"tenang, kamu menyewa satu rumah. karena besok kan mama Cecil, mama Aham, mama Bima sama mama Riko juga menyusul kesini" ucapnya
"oh iya" jawab Tino dan Titi mengangguk-angguk
setelah selesai dengan urusan makannya, Titi dan Tino mengantar kedua mama nya terlebih dahulu...
"Besok aku sama Titi sempatkan ke sini dulu sebelum berangkat ke sekolah" ucap Tino saat berpamitan kepada kedua mamanya
"kamu nggak nginap disini aja ti?" tanya mama Titi
"besok aja ya ma, banyak laporan yang belum Titi selesaikan" jawab Titi
"baiklah, besok kamu menginap disini intinya" ucap mama Tino
"siap Tante" jawab Titi
"kok Tante sih? panggil mama dong" pinta mama Tino
"iya mama" jawab Titi
setelah selesai berbincang mereka berdua kembali ke asrama karena sudah mulai larut dan jam sudah mepet dengan apel malam...
__ADS_1
mereka berdua berpisah saat berada di parkiran karena Tino langsung menuju tempat apel malam sedangkan Titi kembali ke tempat tinggalnya...
......................
setelah selesai melaksanakan apel malam, Tino Riko dan Bima kembali ke barak, Bima memilih untuk langsung tidur karena besok pagi-pagi harus menjemput para mama yang akan sampai di bandara...
"tumben-tumbenan lo langsung tidur Bim?" tanya Tino kepada Bima
"besok gue harus jemput geng mama rempong pagi-pagi" ucap Bima dengan tetap memejamkan matanya
"waduh lo ngatain mama gue Bim!" ucap Riko sembari melempar guling kepada Bima
"eh ko sakit tau kena kepala lagi, itu guling belum lo cuci berapa lama ko bau nya kayak bunga tujuh rupa" kata Bima melempar kembali guling ke arah Riko
"ngadi-ngadi lo, ini wangi tau", elak Riko
"iya wangi kembang tujuh rupa", ucap Bima
"haduh kalian ini cepat tidur, katanya mau jemput para mama" kata Tino menengah i pertengkaran Bima dan Riko
"tu dengerin kata Tino" ucap Bima
"kan lo Bim yang mengemudi besok, gue mah jadi penumpang aja" jawab Riko
"hmm iyaaa" jawab Riko
"eh gimana ketemu sama calon mama mertua?" tanya Riko kepada Tino
"nggak gimana-gimana ko" jawab Tino
"Lo ketemu mama mertua nggak berkesan no? gue adu in lo sama mama Titi" tanya Riko lagi
"bukan gitu ko maksud gue, lo mah ngadu-ngadu terus" ucap Tino
"gue sama mama Titi udah kenal baik ko, orang tua kami juga udah kenal dari lama. cuma Titi aja yang nggak tau kalau kami saling kenal makanya dia ngerasa asing" sambung Tino
"terus gimana si Titi ketemu mama Lo?" tanya Riko
"itu yang bikin gue dari tadi ketawa, dia itu saking nervous nya sampai dari berangkat sampai pulang banyak diem. kalau mama nggak manggil-manggil dia mungkin dia tetep diem aja, katanya takut salah ngomong" jawab Tino
"memang gitu ya cewek kalau ketemu pertama kali" ucap Riko
__ADS_1
setelah berbincang cukup lama akhirnya mereka tidur karena sudah malam juga, keesokan harinya Bima dan Riko menjemput para mama dan tentunya ada calon istri Bima yang tak lain adalah mantan Riko....
......................
di mobil.....
"kemarin ngetawa in Titi yang nervous ketemu calon mertuanya, sekarang kenapa lo yang jadi banyak diem kayak gini ko?" tanya Bima
"Lo tau kan Bim alasannya" ucap Riko
" gue tau Bim, tapi gue takut dia ngerasa nggak nyaman karena gue. makanya gue tadi nggak pengen ikut jemput dia" sambung Riko
"udah santai aja, kan ada gue" jawab Bima
"alah apaan, palingan nanti lo ketemu sama dia cuma diem-diem an kayak orang pdkt pertama kali" ucap Riko
"ya wajar lah kan gue emang baru ketemu sama dia" jawab Bima
"gue cuma minta jaga dia Bim, gue dulu udah banyak sakiti dia. mama gue juga awalnya ngajak tunangan gue buat ikut tapi dia belum dapat cuti" ucap Riko
"insyaallah Bim, doa in gue ya. gue nggak pingin buat seseorang nangis lagi karena ketidak pastian status gue, jadi banyak orang yang gue sakiti" jawab Bima
"makanya cepet lamar fia, biar nanti kalau ada yang baper sama lo jadi lo bisa pamerin kalau lo punya tunangan. lah sekarang kalau ada yang baper sama lo kan bukan salah dia karena di handphone lo juga nggak ada foto cewek" ucap Riko
"semua butuh proses ko, gue nggak pingin memaksakan kehendak seseorang untuk bersama gue" jawab Bima
"gue doa in semoga kalian berjodoh" ucap Riko
"terus ko, kapan lo publish hubungan lo sama tunangan lo itu?" tanya Bima
"gue nggak tau kapan Bim, kan gue belum ketemu sama dia. Yang pasti sekarang yang udah mau ke jenjang lebih lanjut kan si Tino, jadi gue nunggu Tino nikah dulu takutnya nanti kita nikahannya bareng malah nggak bisa goda in Tino sama Titi" jawab Riko
"tapi seru juga kalau nikahan bareng an gitu, kalau bisa tiga anggota yang nikah jadi pagi siang malam nggak usah masak" ucap Bima sembari tertawa lepas
"Lo yakin Bim?" tanya Riko
"kenapa emangnya?" tanya Bima
"nasi soto di nikahan harga nya bisa lima kali lipat dari harga di warung soto lo" ucap Riko
"kalau nikahannya pas gajian sih nggak masalah, tapi kalaupun pas nggak gajian kan ada lo nggak bisa pinjemin uang haha" jawab Bima
__ADS_1
"enak aja lo, kalau musim nikahan aja bisa habis banyak gue gara-gara mereka ngundang dangdutan" ucap Riko
"itu mah salah lo ko, kan nggak ada yang nyuruh lo ngasih tips ke biduan itu. lagian lo mau berangkat sangkur pora aja bawa duit banyak banget" kata Bima