TNI Dingin Suamiku

TNI Dingin Suamiku
SIAPA DIA


__ADS_3

"nggak sabar buat nunggu besok" gumam Cecil sambil tersenyum


"ciyee yang mau ketemu doi besok, senyum-senyum terus nih" ejek Titi


"apa sih ti" jawab Cecil meninggalkan Titi di dalam kamar


mereka berdua berangkat ke sekolah, kali ini yang mengantar adalah Tino karena Bima mempunyai jadwal untuk melatih pagi ini...


"pagi kak Tino" sapa Cecil kepada Tino


"ada yang lagi seneng nih" ucap Tino melihat Cecil yang tersenyum sambil memandangi handphonenya


Cecil hanya tersenyum mendengar apa yang dikatakan oleh Aham...


Kemarin malam Aham mengirim pesan kepadanya, dia memberi tahu Cecil bahwa akan sampai di asrama besok pagi...


"yah mulai besok yang antar jemput bukan gue lagi deh" ucap Tino


"kenapa kak?" tanya Cecil yang memang tidak kepikiran


"la kan aham udah disini lagi " jawab Tino yang sudah melajukan mobilnya


"lah kalau kak Aham udah sampai bukannya kita berangkat sendiri?" tanya Titi


Cecil hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu...


"hmm ternyata gini ya rasanya punya temen yang pacaran sama TNI, protektif banget. but no problem lah gue juga dapet untung" ucap Titi sambil terkekeh


"apalagi nggak perlu buang-buang uang buat transportasi" sambungnya


"cil, lo kok bisa dapet temen kayak gini sih" ucap Tino


"nggak tahu tuh kak, tiba-tiba ngajak temenan aja haha" jawab Cecil sambil terkekeh


"he kak buaya, gini-gini aku orang yang setia sama sahabat tahu" ucap Titi yang merasa kesal kepada Tino


mereka berdua berdebat menyisakan Cecil yang hanya tertawa mendengar nya


"kalian ini tiap ketemu berantem aja, nanti jodoh lo" ucap Cecil sambil terkekeh


"nggak..." jawab Titi dan Tino bersama


"kann.... kompak banget" ejek Cecil


tak lama mereka sampai di depan sekolah tempat mereka mengajar...


"makasih kak Tino" ucap Cecil


"nanti kalau udah pulang kabari ya" jawab Tino


Cecil hanya menjawab dengan isyarat jari jempolnya, mobil yang dibawa Tino sudah berlalu sedangkan Titi dan Cecil sudah berjalan menuju kelasnya masing-masing...

__ADS_1


Di jam pertama Cecil akan mengajar kelas 10 dan di jam berikutnya dia akan mengajar kelas 11 yaitu kelas Dian...


saat akan masuk ke dalam kelasnya, dia berpapasan dengan Kenan yang juga mengajar di kelas 10...


"hai cil" sapa Kenan


"iya Ken" jawan Cecil kemudian berlalu


"gue kira kalau KKN gini bisa ngobrol lebih lama sama lo cil, ternyata malah nggak. tau gitu gue ikut program yang di daerah Jawa aja" gumam Kenan melihat Cecil yang sudah masuk ke kelasnya


Tepat pukul 9.00 Cecil sudah berpindah ke kelas 11 atau kelas yang mendapat julukan rempong dari Aham...


Cecil berjalan melewati lorong-lorong sekolah tersebut, tak ada ke aneh an disana. namun saat akan masuk ke dalam kelas, terlihat murid-muridnya seperti sedang memperhatikan seseorang yang sedang mengajar.Cecil juga mendengar ada suara seseorang yang sedang menjelaskan sesuatu disana...


"loh kok anak-anak pada perhatiin ke depan sih, masih jadwal sebelum ku belum selesai" gumamnya


"tapi ini sudah saatnya ganti pelajaran kan" sambungnya saat melihat jam yang melingkar di tangannya


akhirnya dia memberanikan diri untuk masuk ke dalam namun sebelum masuk ke dalam, Cecil mengetok pintu ruang kelas terlebih dahulu karena dia tidak mau di anggap tidak sopan terlebih dia hanya mahasiswa KKN disini...


"permisi" ucap Cecil sambil menunduk


"ya silahkan masuk" jawab orang tersebut


"sepertinya aku mengenal suaranya, ah mungkin halusinasi ku saja karena terlalu senang" batin Cecil


"maaf, ini sudah waktunya pelajaran saya" ucap Cecil sambil perlahan mengangkat kepalanya untuk melihat lawan bicaranya


"Ciee ibu sampai terpesona gitu" ejek salah satu murid


"udah nggak LDR lagi Bu"


"kapten ganteng come back"


"udah jangan sedih-sedih lagi ya Bu"


begitulah ucapan yang membuat pipi Cecil menjadi bersemu merah. Dia hanya menggelengkan kepalanya mendengar apa yang dikatakan murid-muridnya...


Cecil berjalan ke arah Aham yang berdiri di dekat meja guru, tanpa diketahui oleh Cecil bahwa Aham sebenarnya sudah kembali dari kemarin malam. Dan Cecil juga tidak tahu bahwa hari ini ada beberapa anggota TNI yang akan memberikan materi tentang bela negara...


Dia menyalami Aham, karena Aham lebih tua darinya namun kali hanya sekedar salaman tidak lebih...


"kapan kembali?" tanya Cecil lirih saat bersalaman


"kemarin malam" jawab Aham


Cecil langsung melotot ke arah Aham, ingin sekali dia marah saat itu juga namun dia sadar jika sekarang masih berada di lingkungan sekolah...


menyadari pandangan Cecil yang emosi kepadanya , Aham langsung melihat ke arah murid-muridnya...


"jadi sekarang kalian pilih saya yang mengajar atau Bu Cecil yang mengajar?" tanya Aham kepada semua murid

__ADS_1


"Kapten ganteng" ucap para murid wanita


"Bu Cecil " ucap para murid laki-laki


"oke jadi dua-duanya ya" ucap Aham


"emm, begini saja. saya ngajar terlebih dahulu baru Bu Cecil dan untuk Bu Cecil silahkan duduk di bangku guru, nanti kita gantian" ucap Aham kepada Cecil sambil mengedipkan matanya


"saya tunggu di luar saja" ucap Cecil yang akan melangkahkan kaki menuju pintu namun cepat di cegah oleh Aham


"jangan ngambek kayak gini, malu sama murid-murid mu" bisik Aham


Akhirnya dengan kesal Cecil duduk di bangku guru, dia sengaja terus bermain handphone saat Aham menjelaskan. Hal itu membuat Aham tidak fokus menjelaskan, karena Cecil terus-terusan tersenyum dengan handphonenya...


"oke , silahkan Bu Cecil waktunya Anda menjelaskan" ucap Aham kepada Cecil secara tiba-tiba, Cecil yang mendapat instruksi tersebut kaget karena Aham yang tiba-tiba berada di sampingnya


"silahkan" ucap Aham tersenyum seperti tanpa dosa


"harusnya tuh habis LDR kangen-kangenan, ini malah ngajak berantem" gumam Cecil sembari bangkit dari duduknya


"aku dengar lo " ucap Aham lirih , Cecil hanya membalas dengan pelototan


"dasar tukang tebar pesona" umpat Cecil kepada Aham


Aham hanya tersenyum mendengar omelan-omelan Cecil tentangnya...


Aham diam-diam memperhatikan Cecil yang sedangkan mengajar, terukir senyuman di bibirnya karena kekesalan Cecil akibat ulahnya hari ini...


"okey, pertemuan hari ini cukup sampai disini. Jangan lupa dikerjakan ya soal-soal latihannya, saya permisi dulu" ucap Cecil pamit kepada murid-muridnya


dia berjalan keluar kelas tanpa menghiraukan Aham yang masih duduk di sana


"Ekhem" dehem Aham


"saya pamit dulu, kapan-kapan kita sambung ya ceritanya" ucap Aham


"buruan kejar Bu Cecil kapten, cewek kalau ngambek ribet" ucap salah satu murid laki-laki disana


"benar kapten, apalagi habis LDR bisa-bisa minta putus itu"


Aham hanya bisa geleng-geleng kepala, jangan spai hal itu terjadi kepadanya dan Cecil


"baiklah saya permisi" ucapnya , setelah keluar dari kelas dia terlihat berlari menyusul cecil yang sudah terlebih dahulu berjalan


"so sweet banget kapten"


"aku jadi iri"


"bagaimana ya rasanya jadi Bu Cecil di bucinin kapten ganteng"


begitulah komentar murid-muridnya setelah mereka berdua keluar ruangan

__ADS_1


__ADS_2