
"oh gitu, kenapa Aham nggak boleh ikut sama Lo?" tanya Bima
"ya kali setiap gue pergi harus di awasi sama Aham, gue juga punya kebebasan sendiri" jawab Tino
karena merasa mood Tino sedang tidak baik, mereka semua hanya diam melihat gerak gerik Tino yang semakin hari semakin mencurigakan. Tino yang menyadari hal itu pun memilih acuh dan langsung ber istirahat
"udah kalian juga istirahat sana, nanti malam kita naik jaga lagi. jangan sampai kondisi kalian drop dan malah sakit disini" ucap Aham kepada Bima dan Riko
"siap kapten" jawab Riko
Riko dan Bima berjalan menjauh dari Tino dan Aham, letak tempat tidur mereka ber 4 memang terpisah.
"lo nyadar nggak sih Bim kalau ada yang ditutupi sama Tino?" tanya Riko
"anak kecil sekalipun juga sadar kalau Tino bohongin kita" jawab Bima
"inget nggak sih waktu pertama kita dateng terus bagian kesehatan juga ngenalin diri mereka ke kita, ada satu cewek yang menarik perhatian gue..." ucap Riko namun di potong oleh Bima
"lo masih mau main-main ko? nggak takut apa cewek lo bawa laras panjang juga" sela Bima
"gue belum kelar ngomongnya"
"yaudah lanjutin makanya"
"dih, yang gue maksud menarik perhatian itu karena sedari merek gabung pandangan Tino itu ke arah cewek itu terus. Si cewek juga sesekali melihat ke arah Tino sambil senyum, kok gue rasa ada CLBK di antara mereka" ucap Riko
"CLBK?" tanya Bima
"Yoi, cinta lama belum kelar" jawab Riko
"aneh-aneh aja lo ko"
"tapi kalau emang kayak gitu, gue nggak bisa tinggal diam. meskipun gue juga udah jahat sama Titi, tapi gue nggak mau dia disakitin sama orang lain lagi." ucap Bima
__ADS_1
"gue juga bakal bantuin lo sama Aham Bim, gimana pun kita udah kenal baik Titi. meskipun dulu gue juga sempet gedek sama lo pas mainin Titi tapi gue tau saat itu niat lo baik, dan sekarang lo lihat sendiri kan kalau sampai si Tino nggak bisa dipegang omongannya udah habis dia" jawab Riko
"kita harus susun rencana" ucap Bima
karena Aham sudah memilih untuk tidur terlebih dahulu, tinggallah mereka berdua yang menyusun rencana tersebut. Demi menyelamatkan hubungan temannya
"oh iya Minggu ini kita kan ada jadwal jaga di pos kesehatan" ucap Riko
"emang iya? kayaknya gue nggak dapet deh" ucap Bima
"ya emang bukan kita yang dapet, tapi Aham sama si Tino"
"gini aja, kita oper aja jadwal yang jaga. si Tino biar jaga sama gue, ntar gue roasting sekalian aja si cewek disana. gue yakin Tino belum bilang kalau dia udah mau nikah" sambung Riko
"masuk juga ide lo, tapi lo yakin nggak butuh bantuan gue sama Aham?" tanya Bima
"alah tenang aja, kalau masalah mengungkap kebenaran kan gue jagonya. nanti kalau ada kalian berdua malah bubar acara gue" jawab Riko
"dih sombong kali" ucap Bima
tiba lah dimana hari yang mereka tunggu-tunggu datang juga
sedari pagi Tino sudah bersiap untuk berangkat berjaga namun ia melihat Aham yang masih tidur-tiduran
"kap, izin hari ini jadwal kita jaga di pos kesehatan" ucap Tino yang memanggil Aham dengan sebutan kapten
"saya bertukar posisi dengan Lettu Riko karena hari ini ada acara di kota yang harus saya hadiri" jawab Aham kemudian bangkit dari tidurnya
tak lama Riko datang dengan pakaian lengkapnya untuk mengajak Tino berangkat bersama
"selamat pagi kap" ucap Riko kepada Aham
"pagi" jawab Aham
__ADS_1
"baiklah kap, kami berdua izin bertugas"
"ya silahkan"
di perjalanan menuju pos kesehatan, Tino mampir ke warung untuk membeli camilan. jumlah camilan yang ia beli bisa dibilang sangat banyak
"gue mau ke warung dulu, lo jalan duluan aja" ucap Tino kepada Riko
"nggak ah gue ikut lo aja" jawab Riko
akhirnya Tino pasrah saja diikuti oleh Riko meskipun ia risih namun mau bagaimana lagi karena hari ini dia bertugas bersama Riko
"lo beli camilan banyak banget no" ucap Riko yang melihat kantung keresek besar yang dibawa oleh Tino
"ya kan disana ada banyak orang" jawab Tino santai
"ya juga ya"
sesampainya disana, orang yang menjadi incaran Riko ternyata sudah menunggu di depan
"selamat pagi pak" ucapnya sembari tersenyum ke arah Tino dan Riko
sebelum Tino menjawab, Riko mendahului
"pagi"
"ibu sedang menunggu pasien? apa di dalam tidak ada pekerjaan? saya dengar kemarin ada pasien yang baru saja masuk beberapa orang" cercah Riko
"oh maaf pak, ini tadi saya keluar sebentar untuk menghirup udara segar" jawab wanita itu
"apakah di dalam tidak ada udara yang bisa di hirup ibu? perhatikan pasien anda bu. kami datang kesini untuk berjaga, bukan untuk mendapat perhatian anda" ucap Riko
Riko masuk ke dalam pos jaga nya, apa yang dikatakan oleh Riko memang benar. Tidak seharusnya petugas kesehatan menyambut mereka yang akan berjaga apalagi sampai berdiri di depan pos yang bahkan bangunannya terpisah dengan pos kesehatan
__ADS_1
"Lo kenapa sih ko, dia nggak salah apa-apa juga" ucap Tino
"gue tau sekarang cuma ada 2 perawat yang berjaga di sana salah satunya adalah dia, tapi gimana bisa dia malah keluar ruangan padahal di dalam masih ada pasien yang perlu di tangani" jawab Riko