Velyn Love

Velyn Love
Pindah?


__ADS_3

"Permintaan aku sederhana Lyn. Aku cuma pengen lihat kamu selamanya, disebelah aku, nemenin kamu, waktu kamu lagi sedih maupun bahagia" lidah Velyn begitu kelu, jantungnya berdetak tak karuan. matanya pun sudah basah oleh air mata. Untung saja kamar Nino gelap, hanya ditemani cahaya temaram dari ribuan bintang tiruan diatasnya. Ditambah lagi jarak mereka terhalang oleh keberadaan Nino ditengah-tengah, membuka kesempatan bagi Velyn untuk menutupi kepedihan yang ia rasa.


Sejujurnya ia juga menginginkan hal itu, Velyn benar-benar mencintai Valdo. Tapi semakin dalam cintanya, semakin Velyn ingin menjauh darinya. Kenyataan yang ia terima, dan nasib yang ada dalam hidupnya, ia tidak ingin membawa Valdo kedalamnya.


"Mungkin aku bodoh Lyn, tapi seandainya permintaan aku dikabulkan. Please, temenin aku sampek tua"


"Kak, tidur yuk. Aku takut kalau kita ngobrol terus nanti Nino kebangun" ucap datar Velyn seraya mencoba sekuat tenaga menguatkan hatinya. Menutupi sedikit demi sedikit rasa sakitnya.


Velyn kini beralih tidur dengan menghadap Nino, ia memeluk putranya. Begitupun juga Valdo yang kini mengambil posisi untuk memeluk keduanya dalam dekapannya.


"Makasih kamu udah datang di kehidupan aku" Velyn hanya mampu terdiam, ia masih enggan menatap dan mendongak pada Valdo yang kini memeluk dirinya dan Nino.


"Maafin aku kak, aku sadar, semenjak kamu mulai memiliki aku, seharu**snya saat itu aku pergi menjauh dan nggak akan pernah kembali buat kamu" mata Velyn perlahan terpejam, ia menikmati setiap dekapan Valdo yang begitu hangat baginya.


Rasanya setiap kali ia merasa bahagia, Velyn ingin waktu berhenti saja. Meninggalkan kebahagiaan dengan waktu tanpa batas. Sejujurnya ia juga menginginkan apa yang diinginkan Valdo. Meskipun itu hanya angan, tapi Velyn sudah cukup bahagia memilikinya.


***


Velyn turun dari lantai atas, ia melangkah dengan lunglai seraya menjinjing tas yang biasa ia pakai tiap kali berangkat kuliah.


Velyn berjalan seraya menguap, akibat semalam ia tidak bisa tidur, kini mata Velyn berubah menghitam pada kantungnya. Velyn mengucek matanya. Sialnya pagi ini ia juga tidak bisa memasak akibat bangun kesiangan.


Setelah sampai di lantai bawah, Velyn masih saja menguap beberapa kali. Rasanya kantuknya benar-benar susah untuk dihilangkan. Bahkan aroma masakan Santi tak dapat membangunkan selera dari Velyn sama sekali.


"Pagi sayang" ucap Valdo tiba-tiba dan mengambil posisi untuk duduk disampingnya. Velyn hanya mengangguk seraya tersenyum seadanya, sisanya ia menguap lagi dan lagi.

__ADS_1


"Pagi juga kak"


"Oh ya, Aku udah daftarin kamu di kampus yang baru. Kamu nggak perlu datang ke kampus kamu yang lama" perkataan Valdo membuat Velyn kini terbangun dari jiwanya yang dari tadi masih setengah melayang.


Apa ia tak salah dengar? Velyn mengorek telinganya dan mencoba menajamkan pendengarannya.


"Kakak tadi bilang apa?"


"Kamu aku pindahin ke universitas yang baru, yang lebih bagus" ulang Valdo seraya mengunyah makanannya. Sontak saja mata Velyn membulat, ia menatap Valdo dengan tatapan horor. Bagaimana bisa Valdo memutuskan itu semua sendiri. Bahkan tanpa memberitahunya terlebih dahulu.


"Kak Valdo nih apa-apaan! emang aku minta ya buat di pindahin?!" kesal Velyn seraya menggenggam paha ayam didepan matanya dan memakannya dengan lahap.


Valdo hanya mampu terkekeh dengan sikap istrinya ini. Kalau dia memberitahukannya pada Velyn sebelumnya, pasti istrinya ini akan menolak. Sedangkan Valdo sudah jengah dengan kasus-kasus yang menimpa Velyn. Ia lelah mendengar setiap orang yang mengabaikan peringatan darinya.


"Kemarin kan aku udah bilang kayanya, taoi kamu aja yang lupa" ucap Valdo polos seraya memasukkan suapan berikutnya kedalam mulutnya.


"Hem, coba deh kamu ingat-ingat dulu, kayanya aku ngomongnya pas malam-malam, sebelas malam, dua hari yang lalu" Velyn mengingat kembali malam dua hari sebelumnya. Jam sebelas malam? saat itu kan? Velyn dan Valdo?!.


"*Ah kak, Valdo pelan-pelan"


"Aku nggak pengen kamu deket sama cowok lain, kalau aku pindahin kamu ke universitas lain, kamu jangan marah ya?"


"Ah, ah kak Valdo"


"Kamu ngomong apa Lyn, heum? kamu mau kan?"

__ADS_1


"I-iya, uuhh*"


Velyn membulatkan matanya, ditengah pergulatan malam itu Velyn memang pernah diberitahu pria ini jika dirinya akan dipindahkan. Tapi ia sama sekali tidak menyangka jika Valdo benar-benar memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan.


Mendadak pipi Velyn memanas mengingat peristiwa panas itu, kenapa juga suaminya ini begitu mesum. Tidak, pasti Valdo sengaja. Velyn melirik pria satu ini yang tengah makan tanpa dosa seraya menatapnya dengan sedikit menahan tawa.


"Kak Valdo! kenapa sih jahil banget! pokoknya aku nggak mau dipindah! aku tetep mau ngampus di universitas ku yang lama" tegas Velyn seraya menunjuk Valdo menggunakan ayam gorengnya.


"Lagian kenapa sih kakak itu main mindahin aku seenaknya. Ngeselin deh!" kesal Velyn seraya mengomel ria. Ia mengunyah ayam goreng ditangannya seraya melirik kesal pada Valdo yang kini hanya bisa menahan tawanya.


Velyn tidak tau saja, bahwa ini juga upayanya untuk menjauhkan dirinya dari Andra, pria yang masih mengejar-ngejar Velyn hingga saat ini.


"Aku nggak pengen istrinya donatur diperlakukan yang nggak baik, itu namanya nginjek-nginjek harga diri kami. Makanya kemarin banyak penyumbang dana yang mundur gara-gara kasus kamu" Valdo menelan habis makanannya setelah mengatakan demikian. Ia meneguk air minum dihadapannya dan menatap Velyn penuh dengan keseriusannya saat menjalani rapat maupun bertemu dengan klien.


"Kedua, aku nggak mau masih aja ada cowok yang kegatelan deketin istri aku. Apalagi cowok itu dosen kamu sendiri. Aku nggak suka!"


"Tapi kan-"


"Ketiga, aku pengen kamu kuliah ditempat yang lebih bagus lagi. Aku nggak mau istri aku kuliah ditempat kampungan yang banyak anak alaynya dan bully orang yang paling aku cintai" Velyn hanya dapat terdiam mendengarkan hal itu. Itu artinya kata-kata yang hendak menyanggahnya takkan mempan lagi bagi Valdo.


Lagipula Velyn sebelumnya juga sudah menyebabkan kekacauan. Ia tak mau lagi merepotkan suaminya.


Velyn menunduk dengan tatapan parahnya, sedangkan Valdo kini bisa mengulas senyum kemenangan. Rasanya ia telah lega menjauhkan Velyn dari orang-orang itu. Meskipun nama Velyn kini sudah diperbaiki. Tetap saja Valdo tidak rela jika Velyn masih berhubungan dengan mantannya.


"Kamu tenang aja, aku nggak bakal ngebuat Andra dipecat kok. Aku cuma ngasih hukuman buat istrinya" Velyn menatap Valdo dengan pandangan bertanya. Apalagi yang dilakukan pria satu ini.

__ADS_1


Meskipun Velyn tidak mengalami hal yang serius kemarin, tapi rekaman itu cukup untuk membuat peringatan pada Angelita. Setidaknya wanita itu akan merasa jera jika diberikan pelajaran.


__ADS_2