Velyn Love

Velyn Love
Bukan gadis jahat


__ADS_3

Cahaya keemasan menerobos masuk melalui celah jendela kaca saat Velyn mulai tersadar akan tidurnya. Gadis itu menggeliat, ia menatap selimut yang menutupi sebagian tubuhnya yang hampir polos, menyisakan bra dan celana dalam saja. Tiba-tiba wajah Velyn bersemu merah saat ia menyadari pria yang telah sah menjadi suaminya itu kini berada disampingnya, memeluk tubuhnya, pun begitu dengan posisi Velyn yang wajahnya terbenam di dada bidang milik Valdo.


Velyn baru mengingat semalam, ketika ia hampir melakukannya dengan Valdo. Rasanya itu terlalu cepat jika mereka melakukannya semalam. Velyn belum siap, meskipun status mereka telah sah, namun masih ada keraguan di hati Velyn.


"Udah bangun sayang?" tanya Valdo yang tiba-tiba semakin mempererat pelukannya, membuat Velyn masih bertahan berbaring dan menempelkan kepalanya di dada bidang milik pria itu.


"Maaf ya kak, aku udah buat kakak kecewa" ujar Velyn seraya menunduk, menyembunyikan wajahnya yang merasa bersalah disertai rona diwajah cantiknya, yang membuat Valdo semakin gemas saja.


Valdo bisa mengerti dengan situasi yang Velyn alami. Ini yang pertama untuknya, dan Valdo tidak akan memaksa. Valdo akan menunggu sampai Velyn siap dan mau untuk melayaninya. Setidaknya hati Valdo bisa merasakan bahagia kali ini, itu artinya Velyn mulai membuka hati. Perlahan atau pasti Valdo yakin akan bisa memenangkan hati Velyn cepat atau lambat.


"Aku kan udah bilang, aku bakal nunggu kamu sampai kamu siap. Nggak apa-apa kok" tutur Valdo seraya mengangkat dagu Velyn dan dengan satu kecupan lembut memberikannya pada bibir tipis dihadapannya itu.


Velyn tersenyum, wajahnya mulai merona saat Valdo menyatukan wajah mereka. Rasanya Velyn benar-benar bahagia. Meskipun begitu perasaan yang bahagia itu selalu terbayang-bayang nasib yang harus ia jalani nanti. Anggap saja ini adalah kenang-kenangan terindah dari orang yang paling ia cintai. Setelah itu Velyn akan membuat Valdo menjauh darinya, dan meninggalkannya tanpa harus membuat Valdo bersedih nantinya.


***


"Makasih ya kak, aku masuk duluan" kata Velyn setelah kendaraan Valdo berhenti tepat didepan universitas negeri tempat Velyn kuliah. Gadis itu sempat melepaskan sabuk pengamannya tanpa menatap Valdo yang kini memperhatikannya dengan senyuman penuh arti


"Kamu mau kemana?" tanya Valdo saat Velyn hendak membuka pintu mobil, namun terhenti oleh pertanyaan Valdo yang membuat Velyn mengernyit.

__ADS_1


"Mau kuliah kak, mau kemana lagi?" tanya Velyn seraya memutar bola matanya. Valdo terkekeh melihat Velyn yang merasa kesal itu, namun sedetik kemudian Valdo menarik lengan Velyn hingga wajahnya kini hanya berjarak beberapa senti dari wajah Valdo yang tersenyum intens padanya. Velyn menelan ludahnya kasar saat ia bisa merasakan hembusan nafas Valdo yang menerpa wajahnya.


"Cium dulu dong" Velyn membulatkan matanya. Apa-apaan Valdo ini, padahal sebelumnya ia tidak pernah meminta hal konyol seperti ini. Meskipun itu sah-sah saja, namun Velyn sedikit ragu untuk melakukannya. Belum lagi jika nanti ada anak yang lewat dan memergoki mereka.


"Ayo cepetan cium" bujuk Valdo sekali lagi membuat Velyn akhirnya mengalah dan mencium pipi kiri Valdo membuat pria itu tersenyum penuh kemenangan.


"Udah ya kak, aku berangkat dulu, assalamualaikum" kata Velyn seraya menarik tangan Valdo dan mengecupnya perlahan. Valdo yang melihat itu hanya bisa tersenyum semakin dalam, tak lupa ia juga mencium kening Velyn setelah kepala Velyn mendongak dari mencium punggung tangannya.


"Walaikumsalam, oh ya, jangan lupa ritual tiap kita pisah ditambah ya" kata Valdo seraya mengerlingkan matanya membuat Velyn membuang muka dan menahan rona diwajahnya.


"Apaan sih kak! dah sana cepet berangkat kerja" tukas Velyn seraya segera keluar dari mobil membuat Valdo terkekeh dibuatnya. Istrinya satu itu, bagaimana bisa membuat dirinya begitu salah tingkah sendiri. Bahkan Valdo sampai tidak mau lembur karena takut jika tidak bisa bertemu Velyn dahulu sebelum dirinya tidur.


***


Velyn kini tengah duduk di bangku kantin, sambil membuka materi yang tadi dibahas oleh dosen, gadis itu membuka roti yang telah ia beli. Setelah pertengkarannya dengan Oca waktu itu, kini Velyn lebih banyak menyendiri. Ia bahkan enggan untuk bergabung bersama yang lain meskipun kadang dirinya diajak.


"Eh udah denger belum, tuh cewek ternyata yang buat pak Andra terpaksa nikah lo sama Angelita" tunjuk salah satu mahasiswi pada Velyn yang kini belum peka oleh dua gadis yang membicarakannya.


"Masa sih, itu kan Velyn? bukannya dia itu cewek pendiam ya, temennya cuma buku sama laptop doang, mana mungkin pak Andra nikah gara-gara dia" cibir siswi itu membuat indera pendengaran Velyn kini menangkap tatapan dua gadis yang kini seperti sinis padanya.

__ADS_1


"Asal lo tau ya, pak Andra itu patah hati dan sampek perkosa si Angelita, dan lo tau yang bikin pak Andra patah hati itu siapa? ya cewek itu"


"Gila sih, parah banget, nggak nyangka lo gue" cibir gadis satunya membuat mata Velyn membulat. Maksudnya apa coba? ini pasti hanya gosip saja. Pikiran Velyn sudah tidak bisa konsentrasi lagi, ia kemudian bangkit dan meninggalkan kantin seraya melangkah dengan tatapan dingin pada dua gadis tadi yang masih sibuk membisikkan kata-kata sumpah serapah pada Velyn.


Bahkan ketika Velyn melangkah lagi menuju kelasnya, banyak para mahasiswa yang memperhatikannya dengan tatapan sinis seraya berbisik. Telinga Velyn seperti panas mendengar itu semua.


"Oh ini ya ceweknya, cantik sih, tapi nggak nyangka aja, ternyata kelakuannya busuk" suara itu bisa Velyn dengarkan dengan jelas ditelinganya. Matanya memanas seraya melangkah cepat sebelum dirinya menjadi pusat perhatian bagi semua orang.


Velyn melangkah cepat menuju kelasnya ditengah cibiran orang-orang terhadapnya serta pandangan mereka yang begitu sinis pada Velyn. Namun siapa sangka, ketika ia sudah sampai kelas, gadis itu dikejutkan oleh beberapa mahasiswi yang sengaja melemparkan telur busuk padanya.


Yang lainnya berteriak tak percaya, yang lainnya bersikap acuh. Velyn hanya diam dan menunduk saat telur busuk itu mengenai kepalanya. Ia menatap seluruh penjuru kelas yang sibuk saling berbisik dan membicarakannya. Yang lebih menyakitkan lagi ia melihat Oca yang kali ini seperti tak perduli padanya dan lebih memilih membuang muka.


"Itu bukannya temen lo ya Ca? kasian banget sih Ca, tolongin gih" Oca hanya memutar bola matanya seraya mengangkat buku yang ia baca saat gadis disampingnya menatap sinis pada Velyn.


"Bukan kok, salah server kali lo" jawab Oca singkat sambil mengacuhkan keberadaan Velyn yang kini menatapnya penuh arti.


Velyn mengeratkan genggamannya pada buku yang ia bawa, ia menatap seluruh kelas yang sibuk membicarakannya. Apa ini artinya Oca yang membocorkan rahasianya kepada seluruh kampus. Jika begitu Velyn benar-benar kecewa dengannya.


"Ih cewek kok jahat banget sih! udah bikin pak Andra jadi korban lagi, emang pantes tuh dikasih pelajaran"

__ADS_1


"Dia kan milih nikah sama cowok yang lebih tajir, udah punya anak nggak apa-apa lah ya. Emang dasar simpanan om-om, murahan deh" mata Velyn semakin memanas mendengar cibiran itu. Velyn kemudian berjalan kasar mengambil tasnya dan keluar dari kelasnya seraya berlari kencang kearah toilet.


__ADS_2