Velyn Love

Velyn Love
Kembalinya Lisa


__ADS_3

Velyn menutup laptopnya dengan satu gerakan dan helaan nafas lelah dari ruang tenggorokannya yang terasa berat. Ia melirik kotak bekal berwarna biru di dalam tasnya yang terlihat sekelebat olehnya. Ia menggeleng, semenjak pertengkaran mereka semalam Velyn jadi ragu untuk memberikan kotak bekal ini untuk suaminya. Tapi ia juga sudah berjanji, untuk selalu membawakan bekal. Untung saja mentalnya sudah ia persiapkan. Kali ini ia hanya akan mengantarkan kotak bekal itu dan keluar begitu saja. Mengingat tadi dirinya sudah berjanji untuk makan siang dengan dua sahabatnya dan bercerita akan statusnya dengan pemilik perusahaan ini.


Mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur. Christyn sudah mengetahui kedekatan antara dirinya dengan Valdo. Mau menghindar juga tidak bisa lagi, yang ada dirinya malah akan digosipkan yang tidak-tidak nanti. Yang penting kedua sahabatnya itu merahasiakannya saja itu sudah cukup bukan?.


Kini ia mulai beranjak dari tempat duduknya seraya membawa kotak bekal ditangannya. Ia melangkah pasti melewati lorong-lorong dan menaiki lift untuk sampai di kantor suaminya. Semenjak semalam Velyn memang enggan untuk mengajak Valdo bicara, ia bahkan berpindah ke kamar tamu untuk menghindari dirinya.


Langkahnya mendekat kearah ruangan yang kini membuat kerutan di dahi Velyn nampak jelas. Heran dan penuh tanda tanya. Bagaimana tidak, lorong yang biasanya tampak sepi tanpa manusia satupun di jam makan siang, kini mendadak diawasi oleh asisten pribadi suaminya yang seperti sedang berjaga didepan ruangan Valdo.


Velyn menggigit bibir bawahnya, ia merogoh ponsel yang berada di saku celana panjangnya seraya menggeser beberapa nama di dalam kontak nomor telepon dilayar HP-nya. Velyn memejamkan matanya erat-erat, ia menggeleng dan memasukkan ponselnya lagi kedalam kantong celana. Niatnya untuk menghubungi Valdo kini kandas sudah. Mau bagaimanapun Velyn akan tetap menghadapi asisten Valdo itu, meskipun nanti ia akan di cap wanita murahan yang merayu bos. Entah apa yang akan Velyn gunakan nanti sebagai alasan, ia hanya ingin memberikan bekal makan siang ditangannya, dan selebihnya ia akan pergi.


Velyn memejamkan matanya erat-erat sebelum ia mulai berjalan kembali. Ia membetulkan rambutnya yang ikal, terurai panjang sampai punggungnya. Langkahnya berjalan pasti semakin mendekat kearah ruangan Valdo yang tidak jauh dari langkahnya.


"Maaf, pak Valdo-nya ada?" tanya Velyn setibanya ia berdiri didepan wanita yang kini seperti melemparkan wajah tidak suka padanya. Wanita itu menatap Velyn dari atas sampai bawah, seolah menilai dari matanya bahwa Velyn adalah wanita perayu bos di perusahaan ini.


"Ada perlu apa ya? bukannya kamu anak magang ya?" asisten Valdo itu kini beralih menatap kotak bekal yang berada ditangan Velyn. Ia menatapnya seolah jijik dengan apa yang hendak Velyn lakukan. Pikiran asisten Valdo ini bisa tertebak dengan mudah. Begitu bencinya ia pada sosok Velyn yang pernah dipergoki sedang merayu Valdo pada jam kerja.


"Saya cuma mau nganterin titipan istrinya aja"

__ADS_1


"Istri? kalo kamu kesini terus buat alasan yang nggak masuk akal kaya gitu mending pergi saja. Bos lagi sibuk di dalam" Velyn benar-benar tidak habis fikir, asisten Valdo ini benar-benar membuat Velyn jengah. Bisa-bisanya ia diusir begitu saja dari kantor suaminya.


"Tapi ini memang benar titipan dari istrinya pak Valdo"


"Alah, nggak usah bohong deh. Jelas-jelas istri pak Valdo lagi ada didalam, mau bikin alasan apa lagi kamu?"


Deg!.


Istri?! mendengar hal itu nafas Velyn semakin menderu, hatinya ngilu bersamaan dengan jantungnya yang berdetak tak karuan. Kerutan di dahinya semakin tercetak jelas dengan keringat dingin ditubuhnya. Velyn buru-buru menerobos asisten Valdo yang sedetik lengah dengan pergerakan Velyn. Ia buru-buru menyentuh knop pintu membuat wanita itu terkejut bukan main.


"Hey! jangan macem-macem ya! kamu nggak boleh masuk sembarangan!" belum sempat wanita itu meraih lengan Velyn, kini istri sah dari Valdo itu dikejutkan oleh pemandangan menyakitkan dihadapannya.


Brakkk


Kotak bekal ditangan Velyn jatuh begitu saja, bersamaan dengan kedua pasangan dihadapannya yang tengah terkejut oleh kehadiran Velyn yang tiba-tiba.


Valdo menatap Velyn yang kini mulai berkaca, wanita itu kini menunduk dan membuang muka terhadap suaminya.

__ADS_1


"Maaf" hanya itu yang dapat Velyn katakan, wanita itu kini pergi dengan berlari kecil menuju lift. Velyn tak memperdulikan tatapan kesal asisten Valdo, yang jelas hatinya begitu remuk saat ini. Hatinya hancur berkeping-keping, Velyn menangis dalam diam, ia menyeka air matanya saat suara lift berdenting, menandakan tempat tujuannya sudah berada didepan mata.


***


Velyn menyeka air matanya sebelum keluar dari kamar mandi, ia berjalan melangkah dengan raut wajah kecewa. Wajahnya terpantul dirinya didepan cermin wastafel, terlihat sedikit sembab dengan matanya yang memerah.


"Katanya Bu Lisa istrinya Pak Valdo itu kesini lo, udah lama ya beliau nggak kesini"


"Iya gue juga denger tadi. Pak Valdo sama Bu Lisa itu serasi banget ya, apalagi kalau Bu Lisa bawa anaknya kesini, gemes banget"


"Iya, bener-bener keluarga bahagia. Gue jadi pengen cepet-cepet nikah tau"


Percakapan kedua wanita di samping Velyn membuat hatinya yang semula membaik kini kembali terluka. Ia hanya mampu menunduk sepeninggal kedua wanita yang kini keluar dari toilet ini. Meninggalkannya dengan suara hati yang begitu jelas menaham perih.


****


Author kembali 😝

__ADS_1


dear readers, sorry banget ya karena author sempet ngilang. Kayanya author pernah bikin pengumuman deh kalau author bkl jarang update. Ya, author memang hiatus dari hamil besar sampai sudah melahirkan. Sekarang pun kegiatan author bener-bener padat karena udah punya anak, jadi bagi kalian author bener-bener minta pengertiannya ya. Meskipun jarang ada waktu buat sendiri, dan sedikit waktu buat istirahat tapi author tetep nyicil kok buat update. Dan buat kalian jangan bosan-bosan baca novel author. Salam hangat dari Vanilla 🥰


,


__ADS_2