Velyn Love

Velyn Love
Terakhir


__ADS_3

Setelah Valdo memutuskan untuk memindahkan Velyn ke tempat universitas yang baru, kini Velyn masuk untuk yang terakhir kalinya. Rasanya sudah banyak yang ia lewati di kampus itu, bahkan sudah hampir empat semester ia menghabiskan waktunya, tertawa dan berbagi hal bersama Oca.


Sayangnya, di hari terakhirnya Oca masih marah padanya. Tidak apa, Velyn akan meminta maaf nanti. Mungkin Velyn takkan berpamitan, karena Velyn tau, itu juga percuma, Oca takkan perduli lagi padanya.


Setelah pelajaran selesai, para mahasiswa berhamburan keluar kelas. Kecuali Velyn yang tengah menunggu kesempatan untuk berbicara pada mantan sahabatnya itu. Belum sempat Oca melangkah jauh, Velyn segera memanggil namanya.


"Oca!" langkah gadis itupun terhenti, ia membalikkan tubuhnya seraya menatap Velyn yang kini berubah posisi untuk berdiri.


"Gue cuma mau bilang sesuatu, nggak akan lama juga kok" ujar Velyn seraya menghela nafasnya dan menghentikan kalimatnya sejenak. Bagaimanapun juga Velyn sudah mempersiapkan kata-katanya sedari tadi. Oca adalah sahabat pertamanya setelah sekian lama tidak ada yang mau berteman dengannya. Jadi menurut Velyn, ini adalah hal yang tak biasa dan pertama kali ia utarakan setelah berhari-hari perang dingin dengannya.


"Maafin gue kalau selama ini gue jadi cewek jahat. Maaf kalo gue jadi temen yang nggak baik buat lo, gue sadar Ca, gue salah. Dan makasih banyak lo mau jadi sahabat gue selama ini" Oca hanya menatap Velyn dengan datar. Memang sepertinya kabar bahwa Velyn akan pindah dari kampus ini belum ada yang tahu. Setidaknya Velyn tidak menyebabkan kehebohan nantinya.


Entah mengapa Oca sedikit tersentuh dengan apa yang Velyn katakan. Namun Oca sudah tidak mau lagi kembali. Bukan ia tak memaafkan Velyn, tapi bagi Oca masa lalu tetaplah masa lalu, ia takkan mengulangnya kembali. Mungkin Oca sedikit egois, lagipula siapa Andra? apakah Andra pernah menolong dirinya saat ia berada dalam masalah?. Sebaliknya wanita dihadapannya ini malah selalu setia menemaninya meskipun banyak sekali orang yang tidak suka padanya.


Velyn segera mengemasi barangnya kala Oca tidak memberikan respon. Ia hanya menatap Velyn dengan pandangannya yang tidak dapat diartikan. Setelah selesai mengemasi barang, Velyn melangkah, ia memegang pundak Oca seraya memberikan pesan terakhirnya.


"Makasih lo udah mau jadi satu-satunya temen gue, mulai sekarang, gue nggak bakalan lagi nyakitin idola kampus dan dosen kita lagi. Ada sesuatu yang nggak harusnya lo tau, alasan yang ngebuat gue terpaksa nyakitin Andra. Tapi masalahnya bukan itu, gue kecewa karena lo udah sekongkol sama Angelita buat ngehancurin imege gue" bisik Velyn seraya melangkah pergi dari pandangan Oca.


Ya, Velyn pun terkejut dengan kenyataan yang ada. Ternyata Oca yang membantu Angelita untuk menyebarkan isu yang tidak bensr itu pada semua orang.


Oca benar-benar terkejut dengan perkataan Velyn barusan. Sepertinya memang bangkai yang ditutup-tutupi pastilah akan tercium cepat atau lambat.

__ADS_1


Oca menatap kepergian Velyn yang kini semakin menjauh darinya. Bahkan Velyn tak lagi membalikkan tubuhnya untuk sekedar menatap Oca lagi. Mungkin ini pantas Oca dapatkan. Bahkan rencana Angelita hanya untuk mempermalukan Velyn ternyata hanya kebohongan semata.


Angelita cemburu, ia benci dan hendak membalaskan dendamnya. Sayangnya Oca telat menyadari itu. Oca bahkan tak menyangka jika Angelita bisa sejahat dan senekat itu untuk menyakiti Velyn. Padahal sebelumnya Angelita hanya berkata untuk sekedar membuat Velyn malu saja.


Oca perlahan terisak, ia terduduk seraya memejamkan matanya. Jika dipikir-pikir lagi, Velyn tidaklah jahat. Cewek jahat itu sebenarnya adalah Oca. Sudah separah itu Oca terlibat, tapi Velyn tidak menyangkut pautkan dirinya dalam masalah ini.


Kini Oca menyesal, ia ingin berdamai. Ia ingin Velyn kembali, tapi niat itu ia urungkan saat Velyn sudah pergi dari sana.


***


Velyn melangkahkan kakinya hendak keluar dari bangunan kampus itu. Namun langkahnya berhenti kala pria yang tidak asing baginya berdiri tak jauh dari pandangannya. Langkah pria itu terhenti, seraya membawa buku ditangannya.


"Kamu nggak perlu minta maaf Ndra, bukan kamu yang salah" Andra memejamkan matanya erat-erat, ia harus mengatakannya pada Velyn. Inilah kesempatan yang terakhir baginya.


"Aku permisi dulu" Velyn hendak melangkah dan mendahului Andra, namun tangan Andra mencekal lengannya, membuat Velyn hanya mampu mengernyit.


"Apa aku masih punya kesempatan? aku udah cerai dari Angelita" Velyn menatap pria disampingnya ini dengan tatapan tak percaya. Bagaimana ia bisa tega menceraikan Angelita yang tengah dilanda keterpurukan itu. Jelas-jelas semua yang dilakukannya akibat cemburu, dan itu semua juga pria ini.


Velyn menghempaskan jemari Andra yang menempel dilengannya. Velyn benar-benar tidak menyangka jika Andra tidak sebaik yang ia kira. Mungkin ini karena cinta terhadapnya. Tapi rasa kemanusiaan dan nalurinya dimana?.


"Lalu gimana keadaan anak dalam kandungan Angelita?"

__ADS_1


"Udah nggak ada" hanya satu kata itu yang membuat Velyn semakin menilai buruk Andra. Kenapa bahkan Andra tidak ada sedih-sedihnya sama sekali ketika mengatakan hal tersebut.


"Kamu jahat Ndra. Ternyata selama ini, aku salah nilai kamu. Kamu lakuin segala cara buat dapetin cinta kamu. Itu salah, bahkan naluri kamu hilang karena cinta" Velyn melangkah menjauh dari Andra yang kini hanya bisa terdiam seraya menatap kepergian Velyn. Kepergian wanita yang paling ia cintai.


Andra menghembuskan nafas lelahnya. Rasanya dadanya sesak melihat punggung Velyn yang semakin lama semakin menghilang. Tak pernah ia menyangka jika orang yang paling ia kagumi dan cintai ternyata sekarang malah berbalik membencinya.


***


Velyn masuk kedalam mobil Valdo, ia menunduk seraya membuang muka. Velyn tak ingin Valdo melihat kesedihannya yang menimbulkan sesak di dadanya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Valdo saat Velyn mulai menggeleng seraya menatap pemandangan luar pintu jendela mobil. Bagaimana tidak sedih dan menyakitkan, saat terakhir ia masuk kuliah dengan mendengar kata maupun mengatakan hal yang menyakitkan.


"Hey, kamu kenapa?" Valdo beralih meraih pinggang Velyn. Ia memeluknya seraya mengangkat dagu Velyn agar mata mereka saling bertemu.


"Kamu nangis? kenapa? gara-gara Andra?" bukan hanya karena Andra saja, tapi ini juga karena sahabatnya yang membuat Velyn benar-benar kecewa.


"Dia jahat kak, dia ninggalin Angelita waktu Angelita butuh sandaran. Aku kecewa sama dia, aku benci sama Andra" Valdo semakin mengeratkan pelukannya. Ternyata itu perasaan yang dikhawatirkannya?. Kenapa semakin hari Velyn semakin membuat jatuh cinta saja? disaat orang lain menyakitinya, ia malah peduli padanya.


"Itu urusan mereka sayang, kita nggak perlu ikut campur. Mungkin Andra punya alasan sendiri kenapa cerai dari Angelita" Velyn menghapus jejak air matanya. Ia kemudian bangkit dari pelukan Valdo dan menatapnya dengan binar kesedihan yang semakin mendalam.


"Kak, apa kamu pikir aku ini nggak pantes ya punya sahabat?"

__ADS_1


__ADS_2