Velyn Love

Velyn Love
Tidak seharusnya


__ADS_3

Meski Valdo mendengar itu semua, namun ia memilih untuk pergi. Sebelumnya ia pikir dengan menyia-nyiakan apa yang sudah Velyn perjuangkan gadis itu akan mundur dengan sendirinya. Namun ketika semuanya sesuai dengan harapannya, kini entah mengapa hatinya ikut sakit mendengar apa yang Velyn katakan tadi.


Valdo memang ********, awalnya ia tidak ingin memanfaatkan Velyn. Perasaannya tumbuh begitu saja kala mereka berjalan bersama. Rasa nyaman dan ingin memiliki sudah Valdo rasakan sebelum pernikahan itu dilangsungkan.


Namun Valdo sendiri lupa, ia masih punya Lisa dan segala janjinya. Sampai pada suatu ketika Valdo memilih untuk kembali pada Lisa dan urung untuk menjadi pendamping hidup Velyn. Kehidupan berharga yang Velyn miliki ia renggut seketika saat datangnya Lisa dalam akadnya yang berlangsung hari itu.


Valdo bukanlah tipe orang yang akan mengkhianati janjinya. Terlebih pada Lisa dan putra kandungnya. Sampai berjalannya waktu ia melupakan Velyn yang juga butuh kebebasan dan kebahagiaan yang seharusnya bukan ada padanya.


Sampai pada suatu waktu, papanya sendiri yang mengancamnya untuk mempertahankan Velyn. Dan mengakui bahwa selama ini yang menyembunyikan istrinya adalah dirinya. Valdo benar-benar kalut dalam amarah. Ia mengalahkan Velyn yang jelas-jelas tidak terlibat dalam konspirasi itu.


Valdo kini duduk diruang tunggu, ia terlihat melamun dan memikirkan semua perbuatan dan kesalahannya pada Velyn. Gadis itu sudah menderita selama ini. Nyawanya bahkan hampir Valdo renggut tanpa sengaja.


"Maafin aku Velyn, seharusnya bukan kamu yang aku jadiin tumbal saat kemarahan aku datang. Aku nyesel Lyn, bener-bener nyesel" Valdo tak pernah berpikir bahwa Velyn benar-benar tidur diluar tadi malam. Ia mengira Velyn akan pergi kerumah orangtuanya ataupun ketempat temannya.


***


Velyn kini tengah duduk seraya memainkan ponselnya. Namun sedetik kemudian gadis itu mulai jengah. Ia menghela nafasnya beberapa kali seraya memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.


Ia suntuk karena sejak pagi hanya bisa berbaring tanpa melakukan apapun, termasuk tidak ada orang yang menemaninya. Velyn hendak turun dari bangsal, ia memegangi sisi bangsal seraya mencoba untuk menurunkan kakinya yang terasa berat.


Velyn hampir saja terjatuh jika saja tangan kekar disampingnya tidak menahan tubuhnya. Gadis itu membulatkan matanya, ia menatap sang suami yang kini tengah menatapnya dengan kerutan di dahi seraya mencoba untuk membantunya bangkit.

__ADS_1


Velyn buru-buru duduk kembali, ia membuang muka seraya enggan untuk menatap Valdo yang kini berdiri dihadapannya.


"Makasih, tapi aku bisa sendiri" ucap Velyn dengan tatapan tegasnya seraya mencoba untuk menurunkan kakinya lagi. Namun usahanya masih gagal, nyatanya kini Valdo memberikannya bahu untuk sekedar memberikan Velyn topangan agar tidak jatuh.


"Aku bantu"


"Nggak perlu" Velyn sedikit mendorong tubuh Valdo, namun pria itu malah menggendong tubuh Velyn membuatnya terkejut seraya berteriak dan memukul kencang punggung Valdo yang masih bertahan menggendongnya.


"Kak Valdo apa-apaan sih! lepasin aku! aku hisa sendiri" Valdo melepaskan gendongannya saat kini mereka telah berada di kamar mandi dan Velyn terduduk diatas kloset. Valdo hanya meringis seraya menahan tawa kala kini Velyn membuang muka kembali.


"Nanti kalau udah selesai bilang, udah tau nggak kuat jalan tapi masih aja sok-sokan berdiri" kata Valdo seraya mengacak rambut Velyn membuat gadis itu menggerutu dan memutar bola matanya.


***


Selama ini Valdo juga sudah meminta izin pada pihak kampus soal keadaannya. Namun selama itu pula Velyn menyembunyikan keadaannya dari keluarganya.


Kini hubungan antara Valdo dan Velyn semakin membaik, meskipun Velyn masih marah dan tidak mau diajak bicara kalau tidak penting-penting amat. Baginya sudah cukup pengkhianatan satu kali, apalagi perlakuan Valdo padanya membuat sakit di hati Velyn takkan pernah hilang maupun lupa untuk selamanya. Velyn juga cukup sadar diri akan statusnya yang hanya sebagai istri kontrak saja.


Meskipun Velyn tidak akan dendam padanya, namun jika ia mempunyai peristiwa buruk dalam hatinya tidaklah mudah untuk dihapuskan. Bahkan kini kepercayaannya pada Valdo mungkin tidak akan pernah kembali. Ingat! sekali orang melakukan pengkhianatan, maka seterusnya ia juga akan melakukan pengkhianatan yang selanjutnya dan seterusnya.


Velyn kini tengah duduk di bangsal, mengerjakan tugas kuliah dengan fokus pada laptop di depan matanya. Seraya fokus, Velyn kini mengambil buah apel yang berada di mejanya tanpa melihatnya. Ia menggerayangi meja seraya tetap fokus dalam mengerjakan tugas.

__ADS_1


"Mau apel? aku kupasin ya?" tawar Valdo tiba-tiba membuat Velyn menatapnya dengan intens dan mengalihkan pandangannya lagi. Velyn bahkan tak perduli dengan apa yang hendak dilakukan Valdo selanjutnya. Ia memilih bungkam dan melanjutkan pekerjaannya lagi. Berbeda dengan Valdo yang kini dirinya tiba-tiba duduk seraya mengupas apel untuk istrinya.


Setelah selesai mengupas apel, kini Valdo beralih hendak menyuapi gadis dihadapannya. Namun Velyn buru-buru menggeleng, ia menarik potongan apel itu dari tangan Valdo.


"Aku bisa makan sendiri" Valdo hanya bisa mengangguk. Setidaknya ia sudah berusaha yang terbaik untuk membuat Velyn lekas sembuh. Namun sebenarnya ia juga tidak tau bahwa Velyn sendiri bertahan dirumah sakit beberapa hari bukan hanya karena penyakit hipotermia, melainkan leukimia yang ia derita.


Setidaknya Valdo bisa bernafas lega dan dengan begitu ia bisa menghapuskan rasa sesalnya selama ini karena telah memperlakukan Velyn dengan tidak baik.


Setelah Velyn memakan apel, Valdo kemudian tersenyum seraya memandangi istrinya yang cantik ini. Begitu cantik meskipun tanpa makeup dan wajahnya terlihat pucat. Valdo tersenyum dalam diam, namun sedetik kemudian suara ponselnya membuat pria itu bangkit dan mengambil ponsel dari saku celana panjangnya.


"Halo, baik saya akan segera kesana sekarang" Valdo kemudian mematikan ponselnya. Sedangkan Velyn meskipun diam-diam menguping tapi matanya tak bergerak sama sekali menatap Valdo yang kini beralih tersenyum padanya.


"Lyn, aku tinggal dulu ya, tiba-tiba ada pekerjaan yang mendesak. Kamu jaga diri baik-baik ya, nanti malam aku jemput" kata Valdo seraya mengacak rambut gadis itu membuat Velyn hanya diam seribu bahasa tak menggubris dan masih fokus pada layar dihadapannya.


Velyn malam ini memang sudah diizinkan untuk pulang. Tapi ia juga tak berharap jika Valdo yang menjemputnya. Baginya kini, kehidupannya hanya untuk dirinya seorang semenjak laki-laki yang kini berjalan kearah pintu itu telah mengalahkan hidupnya. Membuat hidupnya menjadi sengsara. Bahkan kini kehidupan Velyn seperti tidak ada gunanya.


Velyn meringis sepeninggal Valdo, ia melirik apel yang sudah dikupas dan dipotong yang tergeletak diatas piring. Sebelum perasaannya kembali, ia sudah bertekad untuk tidak lagi percaya dengan Valdo.


Dulunya Velyn sempat percaya dan luluh akan sifat Valdo yang selembut ini. Tapi siapa sangka jika Valdo hanyalah seorang aktor yang tidak dapat dipercaya sama sekali. Velyn sudah lelah menjadi istri yang baik, akan lebih baik ia memang tak seharusnya melayani Valdo seperti istrinya dan berlagak seperti orang bodoh yang tidak pernah dianggap sama sekali.


Velyn seperti pembantu yang menumpang saja dirumah itu. Foto yang terpajang bahkan adalah foto Valdo bersama mantannya. Jika orang lain yang berada di posisi Velyn, pasti ia akan gila dan tidak terima pada setiap perbuatan Valdo yang begitu kejam.

__ADS_1


Ditambah lagi siksaan dan juga sikap yang tidak mengenakkan dari dalam diri pria itu. Mungkin saat ini, harusnya Velyn sadar dan tidak perlu repot-repot selembut dulu. Bahkan ia juga harusnya tidak mendekati Nino, terlepas dari dirinya sebagai ibu tiri anak itu. Pada akhirnya nanti Velyn juga akan pergi, dia bukanlah bagian yang harusnya bahagia ditengah Valdo dan juga Nino.


"Aku nggak akan pernah ganggu hidup kamu lagi kak, memang seharusnya aku nggak perlu perduli dan menanam harapan maupun keinginan untuk menjadi istri terbaik buat kamu. Karena nyatanya posisi itu bukan untuk aku, tapi untuk mantan istri kamu."


__ADS_2