
"Valdo" senyum Valdo terlihat jelas seperti menyiratkan sesuatu. Tidak kalah dengan tatapan datar dari Andra. Entah mengapa melihat tatapan keduanya membuat Velyn seperti ditengah-tengah perang tanpa kata saja.
Mereka masih saling betah bersalaman, namun Velyn hanya bisa menggaruk tengkuknya akibat terlalu polos dan tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh para lelaki yang saling berseteru dalam pandangan itu.
Jangan kira Valdo bodoh, sebenarnya ia sudah datang sedari tadi dan sengaja menguping pembicaraan mereka. Entah mengapa mendengar Andra yang seperti punya maksud lain dalam menjenguk Velyn membuat Valdo jadi semakin membenci pria dihadapannya ini. Meskipun Valdo tau apa yang terjadi diantara keduanya, karena Valdo pernah memergoki mereka pacaran di taman waktu itu.
"Dosen kamu masih muda banget ya sayang, pasti banyak yang ngefans" ucap Valdo membuat mata Velyn membulat karena dipanggil sayang olehnya. 'Sayang?' terkesan tulus, namun Velyn tau kata itu hanya diucapkan ketika ada orang lain saja. Sedangkan sisanya hanyalah kepura-puraan semata.
Usai mereka bersalaman Andra mengambil saputangan di kantong celananya dan mengusapnya dengan cepat, seolah ia tak rela jika harus bersentuhan dengan Valdo. Velyn memang tidak melihat, namun Valdo masih bisa meredam amarahnya. Lebih baik melakukan sesuatu yang membuat laki-laki dihadapannya ini tambah kesal dan segera pergi saja daripada memberikannya kesempatan untuk mendekati Velyn lagi.
"Oh iya sayang, kemarin waktu acara pernikahan kita pak Andra nggak kita undang ya? kok aku nggak lihat?" tanya Valdo yang kini menatap Velyn dengan senyuman sedangkan gadis itu hanya mengerutkan kening seraya menggeleng.
"Sayang banget ya, padahal kalau ada kesempatan aku mau kenalin dia ke keponakan aku loh" Velyn mendelik menatap Valdo. Sebenarnya apa maksudnya Valdo mengatakan hal itu pada Andra. Dan lihatlah Andra sekarang, wajahnya semakin memerah dengan rahangnya yang mengeras terlihat jelas ketidaksukaannya terhadap suaminya satu itu.
Namun Valdo tidak memperdulikannya, ia kini beralih duduk disamping Velyn dan memeluk tubuhnya, membuat hati Andra semakin memanas. Velyn juga hanya diam saja seraya menatap Valdo dan Andra bergantian.
"Sayang, aku kangen banget sama kamu. Baru dua jam nggak ketemu, pengen peluk terus rasanya" ucap Valdo tiba-tiba membuat Velyn semakin mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Masih ada pak Andra!" bisik Velyn seraya menatap suaminya itu dengan tatapan kekesalan. Namun Valdo tidak menggubris dan pura-pura tidak dengar saja. Valdo hanya ingin Andra pergi, sekaligus membuktikan bahwa hubungan mereka tidak boleh diganggu maupun di masuki orang lain setelah berkeluarga, termasuk Andra.
Namun ditengah memeluk Velyn, rasanya Valdo ikut merasa nyaman. Jika bukan alasan untuk mengusir Andra, Valdo pasti tidak akan pernah melakukan hal seperti ini pada Velyn. Tubuh Velyn benar-benar ramping, sangat pas ketika ia peluk, ditambah lagi Velyn yang kali ini memang benar-benar cantik meskipun tanpa make-up dan hanya memakai baju rumah sakit saja membuat Valdo semakin gemas saja.
Ingin sekali Velyn mendorong Valdo untuk menjauh dari tubuhnya, namun usaha Velyn gagal karena Valdo terlalu erat memeluknya. Velyn juga tidak mungkin berteriak dan memberontak dihadapan Andra, bisa-bisa nanti Andra curiga terhadap hubungan mereka.
"Maaf, saya nggak perlu di kenalkan sama siapapun. Saya bisa cari pasangan saya sendiri, bahkan saya sudah menemukan orang yang paling saya cintai" ujar Andra seraya melirik Velyn yang kini terlihat membuang muka seraya menunduk, menghindari tatapan Andra yang begitu dalam padanya.
"Lyn, kayanya saya mengganggu waktu kalian. Saya permisi dulu" kata Andra yang mendapat anggukan lemah dari Velyn dan senyuman mengembang dari Valdo.
Ketika Andra sudah benar-benar menghilang dari pintu itu, Velyn dengan segera mendorong tubuh Valdo hingga pria itu bangkit dan turun dari bangsal. Mata Velyn menatap tajam pada Valdo yang kini tercetak jelas wajahnya yang begitu bangga sepeninggal Andra yang baru saja menjenguknya.
Valdo menghimpit tubuh Velyn dibangsalnya, ia menatap Velyn dengan tatapan tajam seolah tidak terima dengan pembelaannya pada Andra itu.
"Mau kita nikah diatas berdasarkan surat di atas kertas, kamu tetap istri aku! aku nggak mau imege ku jelek gara-gara rumor bahwa istri aku punya selingkuhan!" Valdo benar-benar keterlaluan, mata Velyn memanas oleh kata-katanya. Siapa juga yang selingkuh?! Andra kemari juga hanya untuk menjenguk, tidak lebih.
Velyn mendorong tubuh Valdo sebelum matanya kini meneteskan air mata. Velyn merasa terhina jika dirinya disebut selingkuh. Ia paham jika dirinya kini adalah seorang istri, tapi apa yang dilakukan Valdo diluar? mencari mantan istrinya mati-matian hingga membuat Velyn sampai seperti ini.
__ADS_1
"Aku nggak selingkuh kak! dia bahkan udah nikah!. Kamu nggak perlu nuduh aku yang nggak-nggak, sedangkan kamu sendiri udah punya istri dan masih cari mantan kamu yang hilang itu!"
"Jangan bawa-bawa Lisa! dia jelas beda dari kamu?!" rahang Valdo semakin mengeras. Kenapa juga Velyn mengungkit Lisa dihadapannya. Saat ini ia hanya ingin memperingatkan Velyn agar menjauh dari Andra, tapi lihatlah Velyn malah menangis dan menunduk.
Sebenarnya Valdo sedikit senang mendengar bahwa pria tadi ternyata sudah menikah. Sekaligus ia mengingat perbincangan Velyn dengan Andra tadi. Velyn telah mencoba untuk menutupi aibnya, malahan membuatnya sedikit senang karena dengan begitu Andra bisa menyadari bahwa hubungan mereka baik dan tidak perlu orang ketiga untuk masuk kedalamnya.
"Lyn, maaf. Aku nggak bermaksud"
"Cukup kak! jangan pernah langgar perjanjian kita. Mau aku selingkuh sama Andra, mau aku punya hubungan sama orang lain! kamu nggak berhak buat ngatur, dan aku juga nggak akan ikut campur urusan kamu!" kata Velyn seraya menghapus jejak air matanya.
Velyn sadar akan posisinya, memang ia tidak bisa dibandingkan dengan Lisa. Wanita yang sempurna dan bisa membuat Valdo bahagia. Tapi Velyn juga punya hati yang juga butuh dijaga perasannya.
Valdo membuang muka, ekspresi senangnya itu kini berubah menjadi ekspresi kesal. Kesal pada dirinya sendiri yang bersikap seperti ini.
Kenapa ia juga mau-maunya mengurusi hidup Velyn. Apa yang dikatakan Velyn semuanya benar, tapi entah mengapa hati Valdo ingin bebas menyangkalnya. Hatinya bergetar kala Velyn mengingatkannya soal kontrak itu. Ingin sekali ia merobek dan membatalkan kontrak yang ia buat sendiri.
Valdo menghela nafasnya, ia kemudian duduk dikursi seraya menatap Velyn yang masih dism dengan pandangan kosongnya. Mengingat dirinya memeluk Velyn tadi, rasanya Valdo ingin kembali memeluk istrinya itu. Memberikan keamanan dan kenyamanan. Membisikkan bahwa dia hanyalah istrinya saja, dan tidak boleh ada orang lain yang boleh mendekatinya.
__ADS_1
Tapi akal Valdo masih sadar betul. Ia masih bimbang dengan janjinya atau lanjut dengan kehidupannya yang baru.