Velyn Love

Velyn Love
Setelah sekian lama


__ADS_3

"Mau buah mangga?" tanya Valdo yang hanya mendapat gelengan dan senyuman dari sang istri.


"Apel" Velyn kembali menggeleng seraya melanjutkan membaca majalah ditangannya. Sedangkan Valdo Sempat memilah-milah buah mana yang sekiranya manis untuk dimakan sang istri. Buah yang dibawakan oleh papanya semalam sayang kalau tidak dimakan.


"Atau mau anggur?" Velyn menggeleng kembali membuat Valdo frustasi dibuatnya.


"Terus kamu maunya apa sayang?" Velyn berpikir sejenak seraya meletakkan majalahnya lagi. Jemari telunjuknya menyentuh dahinya seraya berpikir keras, seolah pertanyaan Valdo adalah pertanyaan yang sulit untuk dijawab olehnya.


"Aku maunya kamu" sontak saja Valdo mendongak, ia menatap Velyn dengan senyuman mengembang seraya bangkit dari sofa untuk berjalan mendekat kearah istrinya. Rasanya Valdo baru pertamakali ini mendengar Velyn menggodanya, entah mengapa rasanya begitu bahagia meskipun kali ini keadaan Velyn sedang tidak baik.


Velyn menatap mata Valdo yang kini semakin mendekat kearahnya, suami tampannya itu terlihat semakin tampan ketika memakai pakaian santai seperti ini. Mata elang yang selalu membuat Velyn berdebar, senyuman indah yang membuat Velyn semakin terpesona, semuanya semakin terlihat jelas cinta yang ia tunggu selama ini.


Valdo mengambil duduk ditempat Velyn berbaring saat ini, ia meletakkan kepalanya di pundaknya seraya mencium kening wanita itu dengan penuh cinta. Velyn hanya mampu terdiam, menatap lelaki dihadapannya itu dengan pandangan yang sulit diartikan bahkan tidak ingin mengalihkan pandangannya dari suami tampannya itu.


Valdo kemudian membalas tatapan wanita dihadapannya, wanita yang sangat ia cintai. Wajahnya mendekat, membuat Velyn tersenyum dan menyambut bibir Valdo yang menyentuh bibir manisnya.


***


Valdo menurunkan tubuh Velyn di ranjang kamar mereka, rasanya setelah beberapa hari berbaring dirumah sakit akhirnya Velyn bisa bernafas dengan lega bisa pulang secepat ini.


"Makasih ya mas" Valdo mengangguk, ia kemudian meraih kaki Velyn dan memijatnya perlahan. Membuat wanita itu hanya mampu terdiam dengan tatapan herannya.


"Mas?"


"Udah, aku tau kok kalo kamu capek. Kamu mau makan?" Velyn segera mengangguk, pasalnya ia sendiri merasa canggung jika Valdo masih bertahan memijat kakinya. Lebih baik ia di suapi saja daripada dipijat seperti tadi.

__ADS_1


"Sayang, kamu harus makan yang banyak biar cepet sembuh. Obatnya jangan lupa dihabiskan, istirahat yang banyak dan minum air putih-"


"Iya sayang, kamu jangan bawel deh" tiba-tiba saja wajah Valdo merona, baru pertamakali ini ia mendengar sang istri memanggilnya sayang. Valdo kemudian meletakkan bubur disamping tubuh Velyn seraya menatapnya dengan pandangan memohon.


"Kamu tadi manggil aku apa? coba ngomong sekali lagi?" Velyn membulatkan matanya, padahal ia hanya memanggil Valdo seperti biasanya pria itu memanggilnya, tapi siapa sangka jika sang suami sepertinya begitu antusias untuk mendengarnya dari mulut Velyn lagi.


"Mas-mas Valdo"


"Bukan itu, yang baru aja"


"Yang mana ya? aku kok lupa" bukannya tidak mengingat, tapi Velyn memang sengaja untuk berpura-pura lupa. Lagipula jika ia mengiyakan apa yang dikatakan Valdo wajahnya mau ditaruh dimana. Velyn benar-benar sangat malu jika ia sampai mengulanginya.


"Nggak usah pura-pura lupa"


"Tapi aku beneran lupa-"


"Apa?" tanya Velyn masih bersikukuh terhadap egonya.


"Kamu panggil aku sayang" ujar Valdo datar membuat Velyn meremas selimutnya seraya masih menatap Valdo yang tiba-tiba seperti bete itu.


"Kalo lupa ya udah, nggak usah!" kata Valdo seraya memutar bola matanya membuat Velyn terkekeh dan cup. Satu kecupan mendarat di pipi Valdo, membuat Valdo terdiam serta pipinya yang semakin merona.


"Aku inget sayang" ujar Velyn lembut. Membuat Valdo terdiam seketika seraya tersenyum kearah istrinya.


Hari-hari berlalu, setiap hari Valdo selalu melayani istrinya, ia terkadang bahkan bekerja di kamar dan membuat kantor sendiri, demi bisa menemani Velyn setiap hari.

__ADS_1


Makan disuapi, mandi pun Valdo senantiasa membantu, bahkan ia yang selalu menggendong tubuh Velyn jika wanita itu bosan dan ingin menghirup udara luar.


Sudah terhitung dua minggu lamanya Velyn berbaring di kamar, dan syukurlah ada Valdo yang selalu membantu apapun yang Velyn butuhkan. Kali ini gip pada leher wanita itu akan segera dilepas setelah menjalani terapi.


Velyn merenggangkan tubuhnya, rasanya lebih baik daripada sebelumnya. Syukurlah tulang lehernya sudah sembuh dan hanya perlu membiasakannya seperti sebelumnya. Walaupun begitu Velyn selalu dibuat geleng kepala oleh suaminya. Pria dihadapannya ini selalu memanjakan dirinya.


Bahkan Valdo telah berjanji untuk mengajaknya ke Singapura satu bulan kemudian, tentunya setelah keadaan Velyn membaik sepenuhnya.


"Gimana keadaan kamu sekarang?" tanya Valdo yang duduk disebelah ranjang Velyn yang tengah memijit pelan lehernya.


"Udah baikan kok mas, makasih ya udah rawat aku tiap hari" anggukan dan tatapan intens dari Valdo membuat Velyn mengangkat sebelah alisnya. Entah mengapa tatapan Valdo semakin lama semakin dalam, begitu dalam hingga Velyn enggan untuk berpindah haluan.


Wajah Valdo mendekat, diikuti dengan senyuman dan wajah merah yang Velyn tunjukkan begitu pria itu menyentuh dagunya. "Aku kangen kamu sayang" begitu satu kalimat yang dibisikkan Valdo padanya.


Begitu seksi, membuat tubuh Velyn memanas dibuatnya. Velyn tersenyum, ia pun mengalungkan tangannya di leher Valdo, membuat pria itu perlahan mencium bibirnya sensual. Valdo menindihnya seraya tersenyum penuh nafsu pada istrinya yang kini hanya mampu menunduk malu.


"Kamu siap?" tanya Valdo membuat kepala Velyn mendongak, menatap Valdo yang berada diatasnya yang tengah menahan tubuhnya menggunakan kedua tangannya. Velyn menelan saliva, ia mengangguk dan tersenyum, memberikan persetujuan pada suaminya.


"Lakukan mas" hanya kata itu, bahkan mampu membuat Valdo terasa lebih panas dari sebelumnya. Sudah hampir satu bulan mereka tidak berhubungan dan akhirnya penantian Valdo kini berbuah manis setelah Velyn sembuh seutuhnya.


Malam itu mereka habiskan kegiatan panas yang tak terlupakan meskipun Velyn sedikit belum bisa menyeimbangkan gerakannya karena baru saja kembali pulih. Namun Valdo mengerti, ia akan bermain dengan lembut dan akan membuat Velyn nyaman.


"Ah mas! ah!"


"Panggil namaku sayang"

__ADS_1


"Mas Valdoo!!!"


__ADS_2