Velyn Love

Velyn Love
Pertengkaran Andra dan Angelita


__ADS_3

"Aku sayang sama kamu Lyn" hanya mendengar suara kecil itu dari dalam ruangan membuat hati Andra yang kini mengintip dari balik pintu menunduk lesu. Pria itu terduduk lemas seraya menarik rambutnya ke belakang.


Sudah berjam-jam Andra menunggu Velyn siuman, itupun dengan perasaan sakit akibat cemburu karena Valdo tertidur sambil menunggui Velyn yang tengah tak sadarkan diri. Benarkah Valdo benar-benar mencintai Velyn? apakah dugaannya salah waktu itu?. Sejujurnya Andra kemari selain ingin menjenguk Velyn juga hendak meminta maaf. Hal buruk yang terjadi pada Velyn hari ini berakar dari dirinya, dan hal itu juga yang membuat rasa sesak menghantuinya.


Pesan grup WhatsApp telah banyak membicarakan hubungan antara keduanya di masa lalu, ditambah lagi panggilan dari rektor terhadap dirinya sore tadi. Sebenarnya siapa gerangan yang menyebarkan isu itu?. Velyn tidak bersalah, justru Andra lah yang tidak mau memahami kondisi Velyn saat itu, hingga membuat kesalahan pada wanita yang telah ia nodai.


Tapi banyak para fans Andra yang salah paham dan tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Pantas saja dulu Velyn tidak mau orang lain tau bahwa mereka berpacaran, ternyata mempunyai hubungan dengannya adalah suatu ancaman. Andra menyesal, ia iri terhadap Valdo. Dulu saat Velyn jelas-jelas dibully saat gadis itu masih duduk di bangku SMP, Andra hanya mampu berdiam, enggan untuk memberikan bantuan. Ia hanya bisa menatap dari jauh sayup-sayup tangisan Velyn yang semakin lama semakin mereda.


Tapi saat ini, saat kejadian itu terulang lagi, Andra juga harus pasrah dan menyalahkan dirinya sendiri. Berbeda dengan Valdo yang tak kenal takut, membela Velyn didepan semua orang dan melindunginya.


Andra benar-benar seperti pengecut, ia mencintai gadis tapi tidak bisa melindungi maupun membelanya. Pria itu kemudian bangkit, ia melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana. Untuk apa juga berada ditempat ini, sedangkan Andra benar-benar seperti orang yang tidak berguna saja. Velyn pantas bahagia, dan bukan berarti apa yang kita perjuangkan bisa kita dapatkan, seperti dirinya yang memperjuangkan Velyn. Sekeras apapun ia berusaha, seberapa besar ia berjuang, akan kalah dengan takdir Tuhan dan jodoh yang telah dipersiapkan untuk Velyn.


***


Andra masuk kedalam kamarnya saat ia tiba, rasanya tubuhnya terasa lelah sekali. Pria itu merebahkan tubuhnya diatas kasur seraya memejamkan matanya erat-erat. Suara guyuran air terdengar ditelinganya, bisa Andra tebak jika Angelita tengah mandi saat ini. Padahal ini sudah jam makan malam, ditambah lagi dia sedang hamil.

__ADS_1


Suara notifikasi pesan yang berulang-ulang membuat telinga Andra memanas. Ditambah lagi Angelita juga tak kunjung keluar dari kamar mandi. Benar-benar menyebalkan sekali. Andra mengernyit seraya meraih ponsel Angelita yang berada di atas bantal tepat disampingnya. Pergerakan tangannya yang hendak mematikan ponsel itu terhenti kala ia melihat sebuah chat yang tanpa sengaja membuat rahangnya mengeras.


Setelah setengah jam berlalu, kini Angelita keluar dari kamar mandi seraya memakai kimono, tangannya bergerak mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk ditangannya. Wanita itu terkejut kala pandangannya bertemu dengan mata Andra yang menatap tajam dirinya.


Angelita tersenyum manja seraya melangkah mendekat, ia hendak meraih lengan Andra dan hendak menggodanya. Sayangnya pria yang duduk di ranjang itu, kini buru-buru bangkit dan menghindari sentuhan istrinya itu.


"Andra, aku tau kok kamu marah kalau aku pulang malam-malam, tapi aku emang baru aja pulang dari kampus" rengek Angelita seraya hendak meraih lengan Andra, namun pria itu seolah tak ingin disentuh sama sekali oleh wanita ini. Yang ada tatapan Andra semakin tajam dengan matanya yang memerah.


"Ndra, kamu kenapa sih?" tanya Angelita seraya menaikkan sebelah alisnya.


"Kenapa kamu bahas cewek murahan itu lagi sih Ndra?! maksud kamu apa tiba-tiba bilang kaya gitu ke aku?!"


"Nggak usah pura-pura Ngel! aku udah liat semuanya disini!" suara Andra meninggi saat ini memperlihatkan ponsel dengan softcase berwarna pink yang sudah bisa Angelita tebak jika itu ponsel miliknya.


Angelita menggigit bibir bawahnya, ia membuang muka seraya menggertakkan giginya. Kebenciannya semakin dalam terhadap Velyn saat ini. Saat Andra selalu menyebutkan namanya, memimpikannya tiap malam, dan menyebutkan namanya tiap kali mereka melakukan hubungan intim.

__ADS_1


"Emangnya kenapa kalo aku yang nyebarin isu itu? emang kenyatannya bener kok! dia pantes dapetin itu, cewek murahan kaya gitu emang pantesnya dihina. Udah punya suami, tapi tetep aja gatel"


Plakkk


Satu tamparan keras mendarat di pipi Angelita saat ia belum selesai mengatakan sumpah serapahnya terhadap Velyn. Mata Angelita memanas dibuatnya, ia tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya. Hanya karena Velyn, Andra yang lembut dan perhatian, kini berubah menjadi Andra yang lain.


"Kamu jangan pernah ngomong yang enggak-enggak soal Velyn. Dia lebih baik seribu kali lipat dari kamu! gara-gara kelakuan kamu, dia sampai hampir meninggal kamu tau ha!" teriak Andra dengan lantang seraya memperlihatkan rahangnya yang mengeras, membuat Angelita hanya bisa menunduk dan terisak.


"Kalau sampai dia kenapa-kenapa-"


"Kenapa Ndra?! kenapa selama kita nikah kamu nggak pernah perduli sama aku dan bayi ini?! kamu selalu mikirin cewek itu! kamu nggak pernah ngerti perasaan aku Ndra?! sekarang, demi dia, kamu sampai begini sama aku. Kamu anggap aku ini apa?" Angelita menelan salivanya seraya menghapus jejak air matanya yang merembes melalui pipinya. Ia menjeda kalimatnya sejenak, menghela nafas beratnya yang terasa tersengal lewat tenggorokannya.


"Aku ini istri kamu Andra! kamu sadar nggak sih! aku kayak gini juga karena kamu yang terobsesi sama Velyn itu!" teriak Angelita seraya berhambur menjatuhkan dirinya diatas ranjang dan memunggungi Andra yang kini hanya bisa menunduk seraya mengacak rambutnya frustasi.


"Seharusnya yang kamu benci bukan Velyn, tapi aku! Velyn nggak pernah salah apapun Ngel! kalau bukan karena dia, aku juga nggak akan pernah mau nikah sama kamu. Aku nggak akan mau bertanggungjawab sama bayi yang kamu kandung. Seharusnya kamu mikir Ngel, siapa yang seharusnya kamu sakiti" Andra menghembuskan nafas kasarnya seraya bangkit dan keluar dari kamarnya.

__ADS_1


Sedangkan Angelita, ia masih meringkuk dengan tubuhnya yang gemetar. Ia melakukan itu semua karena terlalu mencintai Andra. Angelita tidak terima jika pria yang ia cintai masih memiliki perasaan terhadap wanita lain. Memangnya wanita mana yang mau berbagi perasaan dengan orang lain. Sedangkan Velyn juga sudah bersuami.


__ADS_2