Velyn Love

Velyn Love
Rencana


__ADS_3

Tangisan pilu kini dirasakan oleh wanita yang kini terduduk seraya memegangi perutnya diatas bangsal rumah sakit. Sedari tadi ia hanya merintih menahan sakit diperutnya seraya merasakan sakit pula dalam hatinya.


Bagaimana dia tidak sakit hati jika kandungannya yang hampir menginjak lima bulan sekarang raib dan pergi meninggalkan dirinya. Dan itu semua gara-gara gadis itu, gadis yang paling Angelita benci. Semua kebahagiaannya sudah direnggut olehnya.


Angelita yang terisak kini menghentikan tangisnya kala pintu ruangan terbuka, menampilkan sosok pria yang amat dicintainya. Siapa lagi kalau bukan Andra, pria itu menatap Angelita dengan pandangan tidak perduli bahkan kesal saat ini.


"Andra, anak kita Ndra, anak kita udah nggak ada" sesal Angelita seraya memeluk lengan Andra yang kini tengah berdiri dihadapannya. Menatapnya dengan pandangan dingin seperti tadi.


"Ini semua gara-gara Velyn Ndra, dia yang nyebabin aku keguguran. Cewek sialan itu nggak pengen aku ngelahirin anak kamu" dengan jemari yang mengepal, serta guratan kebencian dan amarah diwajah Andra membuat Angelita mengernyit.


Bahkan kini tangan Andra menampik lengan wanita yang kini masih terisak itu. Dia pikir dengan berkata-kata seperti itu akan membuat Andra marah pada Velyn? sebaliknya, kini emosi Andra sudah menguap di ubun-ubun.


"Diam kamu!" teriak Andra kencang membuat mata Angelita membulat. Sebenarnya apa yang salah darinya? ini semua memang salah Velyn. Velyn yang murahan itu.


"Andra, kok kamu teriakin aku kayak gitu? apa jangan-jangan kamu udah nggak perduli lagi sama aku? anak kita meninggal Ndra, dia darah daging kamu juga" isak Angelita semakin menjadi membuat tatapan kesal Andra semakin bertambah saja.

__ADS_1


"Jangan kira aku nggak tau apa yang kamu lakuin sama Velyn ya Ngel!. Aku tau kamu mau mempermalukan Velyn didepan umum, kamu juga melakukan penganiyaan ke dia, kamu mau ngerusak wajahnya juga. Dan itu didepan umum!" nafas Andra semakin memburu mengatakan hal itu. Sambil menatap tajam Angelita yang kini menunduk pasrah dengan buliran air mata yang merembes dipipinya, ia tak segan jika harus menceraikan wanita kejam ini.


"Video kamu udah menyebar keseluru penjuru kampus, dan kamu keguguran bukan karena Velyn yang nyebabin itu terjadi. Justru karena kamu mau menganiaya Velyn dan ngebuat suaminya marah. Kenapa sih Ngel kamu nggak pernah dengerin omongan aku! kamu nggak puas bikin anak-anak yang kamu suruh ngebully Velyn itu di DO?!" Andra memukul kepalanya dengan keras, ia menunduk seraya memerosotkan tubuhnya diatas lantai. Ia sudah tidak kuat lagi menjelaskan bagaimana dampak kejam yang ditimbulkan Angelita akan semua ini.


"Kampus juga ngalamin kerugian, banyak donatur yang udah mundur karena istri dari rekannya dianiaya. Belum lagi aku juga terancam dipecat. Suami Velyn juga udah laporin tindakan kamu ke polisi. Sekarang kamu puas udah bikin kekacauan ini terjadi?!" nada Andra terdengar meninggi kala mata Angelita membulat dengan sempurna.


Apa? polisi?! bahkan Angelita tidak mengira jika suami Velyn berkuasa. Rasanya sesak di dada Angelita kian bertambah saja. Apa itu artinya, Andra akan?.


"Kita cerai aja Ngel!" satu kata itu dapat meruntuhkan hati Angelita sekaligus meluluhlantakkan kehidupannya.


Semua masakan yang sudah Velyn persiapkan kini terpampang jelas didepan meja makan. Gadis itu menatap hasil karyanya dengan pandangan yang berbinar. Sudah tiga hari ini Velyn memang tidak masuk dapur karena memang keadaan dan juga moodnya yang masih belum terkumpul. Tidak bertemu sahabat dapurnya saja membuatnya tak sabar ingin memasak makanan yang banyak.


Valdo yang turun dari atas anak tangga kini perlahan mendekat kearah Velyn yang tengah mempersiapkan piring diatas meja. Senyuman terulas dipipinya saat melihat Velyn yang terlihat begitu semangat.


Perlahan Valdo mendekati tubuh istrinya yang membelakanginya, tampaknya Velyn belum sadar jika Valdo kini berada tepat dibelakangnya. Valdo tersenyum seraya memeluk pinggang Velyn dari belakang. Pumpung Santi masih sibuk berkutat dengan cucian piringnya, kini kesempatan Valdo untuk bermesraan bersama Velyn akhirnya ia dapat juga.

__ADS_1


"Kak Valdo, apaan sih! nanti kalau dilihat mbak Santi gimana?" protes Velyn seraya madih terdiam karena Valdo malah menyandarkan dagunya dipundak gadis itu.


"Nggak apa-apa sayang, kan kita juga udah suami istri, masa nggak boleh peluk istrinya sendiri" kata Valdo dengan manja. Memang sih sudah sah, tapi tetap saja, akan terasa sungkan dan tidak nyaman jika kemesraan yang harusnya menjadi rahasia terlihat oleh orang lain.


"Lepasin dulu dong kak, aku mau nyiapin makan siang nih" rengek Velyn membuat pria itu mengecup pundak Velyn sebelah kiri yang terlihat mulus dipandangnya. Velyn memang sengaja memakai baju tanpa lengan, karena lukanya masih diperban. Tak disangka kesempatan itu malah dimanfaatkan oleh pria satu ini.


"Nanti malam ikut aku ya, aku pengen bawa kamu makan malam di suatu tempat. Jangan lupa dandan yang cantik" mata Velyn membulat mendengar bisikan itu. Seolah Valdo sedang mencoba untuk menggodanya. Pipinya memerah kala Valdo melepaskan pelukan dari pinggangnya seraya duduk dan beralih tersenyum padanya.


Malam pun tiba, padahal jam masih menunjukkan pukul 18.00 tapi rasanya Velyn begitu gugup sekali. Meskipun ia sudah mandi, tapi ia masih sibuk mencari gaun yang pas untuk dikenakan saat makan malam pertamanya bersama sang suami. Rasanya baju-bajunya sudah banyak yang pernah ia kenakan. Namun ada satu gaun berwarna putih transparan. Gaun itu seperti baru dan ada catatan digantungannya.


"Dandan yang cantik ya istriku, aku tau kamu pasti lagi bingun mau pilih gaun yang mana. Jadi aku mutusin buat beliin kamu yang ini. Di pakek ya sayang" pujian itu membuat Velyn tersenyum mengembang dengan pipinya yang bersemu merah.


Ternyata selera Valdo bagus juga dalam memilih gaun. Apalagi kata-kata gombalnya itu membuat Velyn semakin meleleh saja. Gadis itu akhirnya menarik gaun yang telah dipersiapkan Valdo dan menempelkannya sejenak pada tubuhnya untuk dilihat didepan cermin. Velyn sedikit tercengang melihat penampilan gaun ini. Memang Bagus sih, tapi warnanya begitu kontras dengan kulitnya. Jika Velyn memakainya maka ia akan terlihat seperti 'telanjang'.


Apalagi bagian bawahnya hanya sampai paha saja dan begitu transparan sekali. Velyn berdecak. Kenapa selera Valdo menjadi mesum seperti ini?.

__ADS_1



__ADS_2