Velyn Love

Velyn Love
Akan menunggu


__ADS_3

"*Lyn, apa kamu nggak pernah ngerasain sedikitpun perasaan Valdo yang tulus buat kamu? aku ngerasa semuanya cuma salah paham aja. Mungkin suami kamu itu belum siap buat cerita."


"Jadi, masih belum baikan juga nih? emangnya kamu nggak mau kasih kesempatan buat Valdo?"


"Valdo pernah bilang ke aku, kalau dia nggak mau cerai sama kamu. Aku tau kalau kalian saling mencintai, jadi jangan pernah pura-pura nggak perduli"


"Kamu berhak bahagia Lyn, kamu pasti bisa sembuh. Valdo pasti bakal menghalalkan segala cara supaya kamu bisa sembuh dan kembali sama dia kalau dia tau masalah apa yang terjadi sama kamu*"


Setidaknya langkah Velyn memasuki rumah besar itu terbayang oleh kata-kata Adrian yang selalu ia hiraukan begitu saja. Tapi, entah mengapa sedikit pengertian dari Andra mampu menyadarkan egonya yang selama ini menjadi pembunuh antara ikatannya dengan Valdo.


Velyn menghela nafasnya, seraya mempersiapkan hatinya ia kembali fokus untuk masuk kedalam rumah itu. Rumah yang ia rindukan kehangatannya, rumah impian yang selalu menjadi teman setia dimana terwujudnya keinginan Velyn meskipun tidak sempurna seperti bayangannya.


Velyn melangkah perlahan, mungkin ini sudah keputusannya yang mutlak. Ia ingin jujur pada suaminya. Ia tak ingin menyembunyikan apapun lagi. Velyn juga mencintai Valdo, dan begitupun sebaliknya. Senyuman Velyn mengembang mengingat hal itu. Ia berharap tak terlambat untuk mengatakan segalanya dan memperbaiki hubungan yang retak ini menjadi sempurna.


"Mas, aku bakal jujur sama kamu. Aku juga nggak mau cerai, aku cinta sama kamu mas Valdo. Aku pengen memulai semuanya dari awal, aku pengen sembuh buat kamu dan Nino. Maafin aku mas nggak pernah mau dengerin penjelasan kamu waktu itu. Tapi kali ini, aku janji bakal selesaikan semuanya baik-baik."


Batin Velyn dengan langkah kaki menuju dapur. Wanita itu kemudian tersenyum pada Santi yang tengah mencuci piring dan menoleh pada Velyn yang tengah mengeluarkan beberapa sayuran dari kantong kresek yang ia bawa.


"Eh nyonya, tumben udah pulang" Velyn hanya menggeleng seraya menyembunyikan senyumnya. Ia kemudian meletakkan beberapa piring yang sudah selesai ia cuci ditempat semula, dan membiarkan Velyn berganti posisi untuk mencuci sayur yang tengah ia bersihkan.


"Tuan udah pulang?" tanya Velyn dengan senyuman yang sedikit ia sembunyikan dari Santi. Meskipun demikian Santi dapat menangkap guratan merah di pipi Velyn yang sepertinya tengah berbunga-bunga.


"Belum nyonya. Oh ya, biar saya bantu masak"

__ADS_1


"Nggak perlu mbak Santi, biar saya aja. Saya sengaja mau bikin kejutan ke mas Valdo" Santi ikut senang mendengarnya. Setelah perang dingin diantara mereka terjadi beberapa hari ini namun akhirnya nyonyanya satu ini mau memaafkan tuannya yang entah melakukan kesalahan apa. Tapi dengan melihat keluarga yang damai seperti ini mampu membuat Santi tenang daripada sebelumnya.


"Em, ya udah kalo gitu saya permisi dulu" ucap Santi mendapat senyuman dari Velyn seraya melangkahkan kakinya keluar dari dapur.


***


Setelah selesai dengan hidangannya, Velyn kini menata capcay dan juga ikan goreng untuk sang suami. Matanya mengerjab saat ia mulai merasakan lelah disekujur tubuhnya. Setidaknya makanan dihadapannya ini dapat membuat lelahnya Velyn reda meskipun tidak sepenuhnya.


Kali ini Velyn tinggal menunggu suaminya saja untuk kembali. Rasanya Velyn sudah tidak sabar menanti kehadiran pria idamannya itu dan mengutarakan segala yang ia rasa.


Suara terbukanya pintu membuat pandangan Velyn menengadah, ia menatap Valdo yang tengah masuk kedalam rumah seraya membawa jas kerjanya ditangan sebelah kiri.


"Mas" Velyn tersenyum saat Valdo menaikkan sebelah alisnya. Pria itu menghentikan langkahnya sejenak saat Velyn perlahan mendekatinya. Guratan senyum dipipi Valdo ikut terasa saat Velyn meraih tas kerjanya dan juga jas yang berada ditangan sebelah kirinya.


"Jadi, kamu udah maafin aku nih?" bisik Valdo membuat tengkuk Velyn meremang dibuatnya. Velyn hanya mampu tersenyum malu. Ia mengangguk perlahan dan membalikkan tubuhnya untuk menatap kedua mata dihadapannya dengan perasaan mengembang yang tiada tara.


"Aku juga minta maaf karena udah marah sama kamu. Mas, maafin aku juga ya" Valdo tersenyum seraya menyentuh pipi Velyn yang terlihat menghangat.


Pria dihadapan Velyn ini benar-benar sangat tampan. Velyn sangat bersyukur mempunyai suami seperti Valdo. Kegigihan dan juga kesabarannya dalam menghadapi kemarahannya dapat membuat hati Velyn luluh meskipun secara tidak langsung.


"Mas?"


"Heum?" Valdo membulatkan matanya saat Velyn secara diam-diam berjinjit dan mencium lembut bibirnya. Valdo masih tak percaya, akalnya masih dipenuhi tanda tanya akan inisiatif dari istrinya. Valdo perlahan memejamkan matanya, ia memegang pinggang Velyn dan menikmati kehangatan yang diberikan oleh istrinya.

__ADS_1


"Mas, aku-" belum sempat Velyn membisikkan kata-katanya, tiba-tiba saja suara dering ponsel membuat lamunannya buyar seketika. Valdo mengerutkan keningnya, ia meraih ponsel disaku celananya seraya berdecak dan mematikannya secara sepihak.


"Kamu tadi mau bilang apa sayang?"


"Mas aku, sebenernya-" suara dering ponsel itu kembali terdengar lagi, membuat Velyn menunduk dan menggeleng dengan cepat. Bahkan Velyn bisa merasakan tatapan ragu dari Valdo saat hendak mematikan ponsel itu lagi.


"Dari kantor ya?" Valdo mengangguk. Velyn hanya mampu tersenyum getir seraya menyentuh wajah Valdo yang terlihat khawatir.


"Ya udah, angkat aja. Kali aja penting"


"Sebentar ya."


***


"*Sayang, maaf banget-"


"Nggak apa-apa kok mas, aku tau itu tentang kerjaan yang nggak bisa ditunda"


"Lyn, janji sama aku ya. Mulai sekarang kamu harus percaya sama aku. Masalah kita kemarin itu nggak seperti apa yang kamu pikirkan, semua ada alasannya meskipun aku nggak bisa jelasin sekarang. Kamu mau kan nunggu aku buat selesaiin masalah ini*?"


Tatapan Velyn kosong saat ia melihat masakannya yang sudah dingin terpampang di atas meja makan. Entah mengapa, meskipun ia begitu percaya pada Valdo tapi perasaannya masih saja tersimpan sedikit kecewa saat ia menatap masakan hasil keringatnya untuk sang suami. Jangankan dicicipi, Valdo saja belum tau kejutan yang ia berikan untuknya.


Velyn menghela nafas beratnya, ia sudah berjanji untuk selalu percaya pada Valdo. Percaya bahwa Valdo akan setia padanya. Tidak akan ada rasa curiga lagi ketika Valdo belum menyelesaikan permasalahannya yang masih menjadi tanda tanya bagi pikiran Velyn saat ini.

__ADS_1


"Mas, aku bakal tunggu kamu."


__ADS_2