
.
.
.
.
♡♡♡
"Dari mana kau membawa mereka."
"siapa?"
"Anak anak kecil tadi."
"Hahha itu, mereka adalah anak anak pesisir yang sedang belajar bahasa inggris"
"benarkah?"
"ya aku mengundang mereka karna aku tau kau sudah anak anak kecil apalagi anak anak yang bersemangat belajar seperti mereka."
Itulah sekilas obrolan mereka di dalam mobil.
Keduanya melanjutkan ke restoran menggunakan mobil.
"Setelah ini kita akan pergi ke rumah ibu Ambar bukan?"
"Ya setelah kita makan pagi nanti."
"Apa setelah ini masih ada kejutan?" tanya Anna polosnya
"Ya menyukainya kejutan?"
"Yaa karna itu di luar nalarku"
Sontak kalimat itu membuat Erland tertawa terbahak bahak.
"Apa yang di luar nalar."
Anna merasa malu membuatnya hanya menutup wajahnya.
"Maksudku di luar bayanganku."
"Akan aku pikirkan lagi."
"Kau pasti membuang banyak uang hanya untuk ini bukan."
"Sudah ku bilang aku bukanlah orang yang perhitungan untuk wanita yang ku cinta."
♡♡♡♡
Erland melihat jam yang menujukan waktu 08:36 yang artinya di masih memiliki waktu sekitar 1 jam setengah lagi.
__ADS_1
kini keduanya sudah berada di depan rumah orang tua Ambar.
setelah keduanya menyelesaikan makan Erland segera menurutin keinganan Anna yang meminta menemui ibu kandung Ambar.
"Betulkan ini rumahnya?"
"Yang aku lihat kemarin ini."
"Tapi terlihat sepi."
Keduanya turun bersama.
saat ada seroang bapak bapak melintas di hadapnya.
Anna mendekati bapak tersebut.
"permisi pak Apa pemilik rumah ini ada dirumah?"
"Kalo jam jam segini sih belom cari ikan paling ada di belakang sana."
Anna melihat kemanah arah jari bapak itu menujuk.
"Baik terimakasi pak."
Anna menghampir Erland.
"Kau disini saja."
"mau kemana sayang."
Anna datang menghampir ke sebuah tempat yang hanya dikelilingi bambu.
"Permisi?"
Sontak ibu tersebut kaget melihat keberadaan Anna disana.
"Mau apa lagi kau disini, pergi kamu." usir ibu tersebut.
"Buu saya datang kesini___"
"Pergi..pergi..pergi!!" ucap ibu tersebut dengan mendorong Anna menyuruh pergi.
Erland dari kejauhan mendengan suara bising yang terdengar dari arah Anna berada sampai di mendengar suara Anna yang mencoba menenangkan.
Erland segera pergi menemui.
Erland mendapati Anna yang hampir jatuh namun dengan sigap di tangkap oleh Erland.
"bisakah anda tidak kasar dengan wanita saya." Ucap Erland tegas.
"Kalian menggangu." lanjut ibu tersebut.
Anna melihat wajah Erland yang terlihat Emosi, Anna memberi isyarat kepada Erland untuk tenang dan dia memcoba meyakinkan Erland bawah Anna bisa menanganinya.
__ADS_1
Anna maju perlahan untuk mendakati wanita parubaya tersebut.
"Ibu kehadiran saya disini ingin mengajak anda untuk bertemu dengan Ambar, kau tau sudah lama dia mencarimu dan dia akan menikah."
Ibu tersebut sempat kaget mendengar kalimat bahwa anaknya akan menikah dia benaknya dia bertanya dengan siapa Ambar akan menikah.
"Pergilah saya tidak akaan datang." lanjut wanita itu nyatanya dalam hati sebenenarnya sangat merindukan Ambar.
"Dia sudah berharap bahwa orang tuanya akan datang di hari besarnya, saya tidak pernah tau apa yang terjadi di antara kalian tapi saya ingin bu, mewujudkan keinginan Ambar yang telah lama dia inginkan." ujar Anna pelan.
"saya bukan ibu yang baik nak." gumanya
"Saya tau anda seperti ini pasti ada alasannya."
"Tapi saya meninggalkan dia."
"Ibu ingin memperbaiki semuany?" Tanya Anna lembut memegang mencoba menggapai tangan wanita itu.
Dan wanita itu hanya menjawab pertanyaan Anna dengan Anggukan lantaran dia tidak dapat berbicara lagi dengan air mata yang membasahi pipinya.
"Semua akan baik baik saja bu, tidak ada demdam di hati Ambar disangat merindukan keluarganya dia selalu menunggu kehadiran keluarganya." lanjut Anna
"saya tanyakann sekali lagi mau kan ibu ikut kita pulang menemui Ambar?" Ucap Anna lirih dia berharap untuk kali ini wanita tersebut tidak akan menolaknya.
karna waktu terus berjalan dan semakìn mendekati penerbangan mereka.
jadi Anna tau mereka tidak memiliki waktu lama lagi.
Anna terus membujuk wanita tersebut.
sampai Akhirnya ibunda Ambar menganggukan kepalanya kepada Anna.
"Saya ikut kalian pergi, tapi benarkan Ambar tidak akan marah jika bertemu denganku?" Tanya wanita tersebut.
"Tidak akan ibu percayalah." Ujar Anna dengan memeluk wanita tersebut.
dama dekapan Anna ibu itu berkata. "terimakasi ya nak, maaf jika tadi saya sempat berbuat kasar."
"tidak masalah ibu."
Erland yang melihatnya begitu merasa kagum pada sikap Anna yang sangat lembut kepada orang lain.
Erland merasa sangat beruntung memiliki Anna dalam hidupnya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡