
.
.
.
.
Usai rapat Erland bergegas pergi meninggalkan kantor lantara dia mendengar kabar bahwa ibunya masuk rumah sakit, Erland seketika panik pasalnya dia baru dikabari oleh Asistenya sore tadi.
sebelumnya Erland mampir ke toko buah terlebih dahulu untuk membelikan parsel. saat Erland tengah memilih milih beberapa buah kesukaan ibunya ponselnya berbunyi.
"hallo ada apa?" Jawabnya tanpa melihat nama yang tertera.
"Aku masak beberapa masakan untuk aku berikan kepada seseorang boleh kamu mencobanya?"
Erland yang tersadar, Gianna yang berbicara di sebrang sana. "oh my God, apa kamu menjadikanku sebagai bahan percobaan?"
"hahah ini jika kau tidak keberatan, jika sibuk tak perlu, aku tidak memaksa."
"aku akan kesana setelah urusan ku selesai, kau tunggu dan bersabarlah."
"oke bye"
♡♡♡♡♡
Usai sambungan terputus bersama Erland Anna merasa girang setengah mati, karna ini untuk pertama kalinya dia memasak dan dicoba langsung oleh seorang pria.
"Astaga jangan sampe ada kesalahan dalam masakan ini bisa malu gua kalo sampe masakan nya ga enak." ujar Anna memberi ancaman untuk dirinya sendiri.
"Telpon dari siapa?" tanya Ambar yang tiba tiba muncul
"bukan siapa siapa"
"loe pasti lagi dekat sama cowo, ya kan loe?"
"ih sok tau orang gua masih seperti biasanya."
"hemmm boong banget luh keliatan"
Usai Ambar hendak pergi meninggalkan dapur Anna kembali berfikir "Oh iya Erland kan mau dateng kesini bisa bisa gua di godain sama Ambar abis abisan." ujarnya dalam hati.
"ehemmm, Ambar lu tumben banget ga keluar?" tanya Anna.
"engak ada yang perlu gua urus."
"mending loe main deh sana, ajak temen temen loe nongkrong, ohh atau kesalon,ya tuh ke salon liat tuh rambut loe butuh masker dah sana." Ujar Anna
"heh loe ngusir gua kan loe hah?"
"enak ajaa"
Melihat tingkah Anna membuat Ambar curiga. "udah lah gua mau tidur"
__ADS_1
"iya sana tidur kalo bisa bangunya malem ya tenang aja semuanya bakal beres kok" tegas Anna supaya Ambar menjauh.
♡♡♡♡
Erland telah sampai di rumah sakit dimana Ibunya berada, Erland yang di temani oleh asistenya berjalan melewati lorong rumah sakit, semua terlihat sepi lantara memang ruangan yang ditempati Indah adalah ruang VVIP sehingga semua lantai disana memang sengaja di kosongkan.
"Momyyy?" sapanya masuk ruangan.
"Erland, kenapa kau disini?" Ujar Indah terkejut mendapati anaknya.
"maksud momy apa? aku ini anakmu."
"hehe momy tau maksudku bukankah kau sibuk nak?"
Erland yang malas membahas pembicaraan itu, ibunya tidak pernah ingin merepotkan Erland. "ku dengar momy jatuh pinsan?apa sekarang sudah baik?
"ya lebih baik, momy tidak masalah dokter bilang momy hanya perlu istirahat mungkin besok pun sudah boleh pulang, seharusnya kau tak perlu menjenguk momy kita bisa bertemu nanti saat dirumah."
Erland menarik kursi yang ada disamping ranjang ibunya dia melihat sekitar yang mendapati Sara dan Alisya. Ibunya yang tau arah mata Erland tertuju "momy tidak papa bukan? lihat disini Ada Sara yang menjaga dan Alisya yang menemani jadi seharusnya kau tak perlu susah datang kesini momy tau kau sibuk." ujar Indah.
"Momy apa aku salah menjengukmu?"
"momy bahagia kau datang nak."
"sudah lah mom, aku ini anakmu sudah sepantasnya aku memberikan perhatian lebih untukmu bagaimanapun momy adalah hal terpenting bagiku, jadi jangan pernah sungkan atau berfikir kau akan merepotkan ku, ini sama sekali tidak aku rasakan aku bahagia disampingmu mom"
"Oh my God boy aku menyayangi mu" Ujar Indah meraih tubuh Erland dan memeluknya.
"hemm tidak perlu aku tidak lapar, lagian aku masih ingin di samping momy" tolak Erland
"Baiklah."
20 menit berlalu...
Erland melihat Jam yang melingkar di tangannya dia kembali teringat pada janjinya kepada Anna. Erland membuka ponsel dan melihat ada notifikasi masuk ternyata benar dari Anna.
✉15:12: "Apa kau masih lama?"
✉15:18:" oh jika kau sibuk tenang saja tidak perlu terburu buru aku akan sabar menunggu🙂"
✉15:18:" aku menaruh lilin aroma terapi bunga lavender kau tak perlu beranggapan kau ini seekor nyamun,ini akan membuat mu rilex dari pikiran penatmu itu. oke sampai nanti😉".
Membaca Pesan dari Anna membuat Erland tersenyum lebar, Erland merasa gemas membacanya. disisi lain Indah dan Elisya yang tengah berbincang, keduanya merasa heran dengan ekspresi Erland yang ternyata dari tadi tidak menyimak obrolan mereka terlebih Indah yang merasa aneh dengan sikap Anaknya itu.
"Erland apa kau tidak mendengarkan momy?" ujar Indah
"Oh sorry momy, hem sebentar aku ingin menelpon seseorang terlabih dahulu."
"okee jangan lama lama"
Indah Dan Alisya kembali berpandang lantaran melihat Erland yang berlaga Aneh hari ini, pertama kalinya Indah melihat sikap anak lelakinya seperti itu, membuatnya hanya menggelang gelengkan kepala.
♡♡♡
__ADS_1
Anna masih duduk terpaku di atas meja yang sudah terhidangkan dua makanan dan 1 botol wine, dengan dekorasi yang cantik. masih setia menunggu kabar dari seseorang membuatnya lelah dan sedikit bosan, dia juga takut jika masakannya sudah berubah dingin yang membuat dia mengecilkan pendingin ruangan.
Saat Anna tengah bediam diri melamun tiba tiba suara dering telfon tersadar. yang mana Anna segera mengambil ponselnya dan tertera nama Erland disana.
Anna seperti mendapatkan kesempatan baru dia segera merapikan cara duduknya dan terbatuk guna mengstabilkan vokalnya.
"Hallo ?" sapanya lembut
"kau masih menunggu?"
"tidak"
"oh baiklah artinya aku tidak perlu kesana" ucapnya yang menggoda Anna dan menjauhkan ponselnya dari telinga
"eh eh eh " suara Anna panik
"ada apa?"
"segeralah kesini aku menunggu" mendengar itu membuat Erland tersenyum tipis.
"baik lah segera meluncur"
"jangan menunggu ku semakin lama"
♡♡♡♡
Erland kembali menuju ruangan Ibunya. untuk berpamitan
"Mom? Erland pergi dulu."
"Kau ini mau kemana terlihat buru buru"
"ada sesuatu yang harus Aku kerjakan."
"Apa?pekerjaan?"
"husssst" desisnya Erland sembari meletakan jarinya di dekat mulut dan memperdekat jarak antara ibunya , yang ada difikiran Indah Erland akan membisikan sesuatu di telinganya saat keduanya sudah berdekatan "Secret"
"Astaga Erland."
"hhaha bye mom aku pergi dulu" sembari mencium pipi ibunya dan segera berlalu pergi.
"Alisya aku titip momy jangan sampai dia lari mencari diskonan."
Indah yang masih di buat bingung oleh tingkah anaknya terus menatap dan memperhatikan Erland hingga menghilang di ambang pintu dan dia menatap mata Alisya yang ada disampingnya sembari berkata.
"alisya apa Erland terlalu pusing dalam bekerja hingga membuat otaknya sedikit tidak waras?"
♡♡♡♡♡
#Jangan lupa vote dan ikutin terus ceritanya
#Terimakasi untuk semua teman teman💕
__ADS_1