
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
~1 Minggu berlalu~
Kajadian hari itu bagaikan mimpi untuk Anna
Hinggi kini dia berharap bahwa semua itu hanyalah mimpi dan dia ingin terbangun saat itu juga agar dia bisa memastikan bahwa Erland masih ada di sampingnya.
seperti hari hari biasanya disaat Anna telah terbiasa membuka matanya melihat sosok yang dia cari.
yang mana membuat Anna selalu berharap cepat pagi agar bisa melalui hari hari bersama Erland.
Namun tidak beberapa hari terakhir ini.
dia hanya bisa tertidur dengan ditemani jahatnya kesepian yang membuatnya terlelap karna lelah menangis dan kembali terbangun dengan kesendirian itu.
Anna melihat sendiri dirinya yang menyedihkan.
seperti saat ini pandangannya kosong pada ruangan yang sama, tempat yang sama, dekorasi yang sama namun suasana yang berbeda. Dia tidak menemukan kebahagian-kebahagian itu.
Saat teriakan dan panggilan serta tawa tidak lagi mendominasi ruangan itu.
"Aku rindu Erland." lirihnya
Berulang kali dia di bujuk oleh Indah, Elisya, Ambar, bahkan ibunda dari Ambar untuk ikut bersama mereka.
namun Anna memilih untuk tetap pada kesendirian itu berada di Appartement Erland itulah pilihannya.
Anna menyadari itu bukanlah tindakan yang baik untuk mentalnya.
__ADS_1
namun demi apapun Anna merindukan Erland, dan hanya itu yang dia tahu.
Dia hanya ingin tetap berada di sana. meski dengan serpihan memori yang menemani.
Anna berjalan dengan memegangi perutnya yang mulai membuncit, namun langkahnya tidak gontai dia terus menyusuri lorong hingga dia melihat satu pintu yang menjulang tinggi keatas.
Anna melihat sekitar ruangan itu yang ada dipandangannya saat ini hanya beberapa pakaian yang biasa di kenakan Erland dan beberapa perhiasan Erland termasuk Jam tangan.
Anna terus berjalan lebih dekat dengan barang barang itu.
disana kemeja Erland yang tersusun dengan rapi, Anna memandangi kain putih itu.
dia ingat sekali ini adalah kemeja yang Erland kenakan saat berada di central park kala itu.
Anna sangat sangat merindukan Erland, perlahan memori itu menyusuk kedalam relung hatinya ternyata dia menyadari dirinya tidak sekuat yang dia pikir selama ini.
Anna benar benar tidak bisa kehilangan Erland, dia hanya bisa memangisi keadaan saat ini tak kala percahan memory menghampiri benaknya.
Anna hanya menjatuhkan badannya saat kini dia mulai lemah tidak bisa menahan kesakitan itu.
Anna menangis sejadi jadinya.
Sampai dalam tangisnya itu Anna merasakan seseorang memeluknya.
Anna merasakan itu. "Erland??" Teriaknya namun saat dia berbalik badan ternyata Ambar yang disana.
Ambar tetap memeluk Anna disana.
"Menangis lah jika itu membuatmu terasa lebih baik namun satu yang harus kau tau kau tidak boleh menangis sendiri Anna." Tutur Ambar.
Hati Ambar begitu terluka tak kala dia melihat sahabatnya duduk tersungkar dengan Air mata yang membasahi wajahnya yang tertutup oleh kemeja ditangannya.
Ambar tidak bisa melihat kepedihan Anna disana. dia benar benar kehilangan Anna yang selalu ceria.
"Bagaimana kau bisa disini?" Tanya Anna yang masih menangis.
"Guntur, dia mengetahui password pintu unit ini karna hanya dia satu satunya seorang teman yang di percaya oleh Erland." Jelas Ambar.
♡♡♡♡♡
__ADS_1
Ambar keluar dari ruangan kamar utama itu. tak kala dia memastikan bahwa Anna telah tertidur, Ambar dapat melihat betapa rasa kesedihannya berdampak buruk pada fisiknya.
Bahkan dalam tidurnya pun Anna tetap beberapa kali bernafas terbata seperti layaknya orang ketika terlalu banyak menangis.
Ambar benar benar tidak tega jika harus melihat semua itu.
"Bagaimana?" Tanya Guntur
"Haruskah kita membawanya ke seorang psikolog?" Tanya Ambar
"Jika itu keputusan yang tepat maka lakukan saja." Ujar Guntur
"Tapi kita juga tidak bisa membiarkanya berada disini sendiri dalam keadaan seperti ini." Lanjutnya
"Masalahnya dia beberapa kali menolak sayang." Tutur Ambar
"Mari kita pikirkan lagi ini." Ujar Guntur.
Guntur berjalan di belakang Ambar yang melangkah lebih dulu mereka berniat untuk pergi kelantai bawah untuk membeli beberapa makanan.
Namun dalam perjalanan Guntur dia mendapati foto Erland yang terpajang. terlihat sangat berwibawa dan tampan.
sesaat tanpa sadar langkahnya berhenti memandangi foto itu "Andai kau tau dia begitu terluka setelah kepergianmu,begitupun aku yang lagi mendengar cerita cintamu bersama dengannya." tutur Guntur dalam hatinya
sampai Ambar menyadari lelakinya itu tidak berada di belakangnya dia melihat arah dimana suaminya berdiri dan matanya terus tersorot pada pandangan foto Erland disana.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡♡
Kita main cepet aja yaa guys~~
__ADS_1
♡♡♡♡♡