
#Hallo Devvulic kembali lagi nih Author menyapa kalian Jangan lupa kasih Vote yah buat Author like juga jangan lupa.
#Selamat membaca ✨✨✨
.
.
.
.
♡♡♡♡
Beberapa bulan berlalu Gianna dan Nando semakin terlihat romantis.
cinta mereka kian erat satu sama lain.
bahkan mereka baru saja pulang liburan bersama di Maldev.
dimana disana Nando berecana untuk melamar Gianna.
Namun niat itu ter urung oleh Nando tak kalah Gianna berkata bahwa Berapa kali pun Nando merlamarnya selama proses cerai masih berlangsung itu tidak akan Gianna terima.
Nando yang mengerti itu dia lebih memilih untuk bersabar.
Dan akhirnya mereka hanya menikmati liburan di Maldev bersama dan tentunya Hector yang terlihat bahagia.
Kini setiap hari yang Nando lewati hanya ada Gianna dan Hector.
setelah keputusan untuk bercerai dengan Victoria, keduanya sudah lama tidak bertemu.
mereka memilih mencari kebahagiaan satu sama lain.
Termasuk Victoria, tidak lama Nando mendapatkan kabar bahwa Victoria kini bekerja di sebuah Museum pameran seni, dan dirinya menjabat sebagai Direktur.
itu cukup membuat Nando berbangga sebab kini Victoria bisa mendeskripsikan keinginan nya sejak lama.
Nando mengenal Victoria yang cukup tertarik dalam dunia seni.
dia tau sejak dulu Victoria suka melukis dan menari bahkan beberapa kali mengikuti perlombaan Seni semasa sekolah.
Nando cukup berbahagia setidaknya dia mampu berdiri diatas kakinya sendiri dan mau berusaha untuk mengeluarkan ide kreatif nya.
Nando juga merasa Victoria kini sudah berada di tempat yang tepat.
Nando melihat lembar kertas yang terletak di meja.
dimana baru saja Peter memberikan itu, Untuk di tanda tangani.
Nando melihat dan membaca isi surat tersebut.
yang menyatakan persetujuan perceraian dan sidang perceraian.
Nando tidak ingin banyak bicara keputusan ini sudah lama dia pikirkan dan akan menjadi keputusan bulatnya.
Nando merasa tidak ada yang salah dengan Victoria , dia hanya merasa menikah dengan Victoria bukanlah pilihan yang tepat.
karna sejak dulu dia hanya menganggap Victoria sebagai teman kecil.
Nando menarik nafasnya dengan menggenggam polpoint di tangan.
__ADS_1
yang tidak lama dia ukir di atas lembar kertas.
selesai menandatangani lembar kertas itu kembali dia serahkan kepada Peter.
"Apa yang harus aku lakukan setelah ini"
"Anda harus datang di persidangan besok pagi Tuan"
"Victoria datang? "
"aku harap. "
Nando menganggukan kepalanya.
"Jadi setelah ini aku sudah tidak perlu memberikan uang kepada Victoria"
"Ya karena kalian sudah resmi berpisah"
"baiklah terimakasih Peter "
Kemudian Peter melangkah meninggalkan ruangan itu.
Nando beranjak dari duduknya dan melangkah ke tepi sudat ruangan, dimana setiap ruangannya di lengkapi kaca.
Nando melihat kesibukan jalanan di bawah sana.
dia kembali mengingat bagaimana moment bersama Victoria.
Nando sedikit oleng, perasaanya sedih mucul tiba tiba.
selama ini dia masih bertanggung jawab kepada Victoria, bahkan selama ini Nando rutin memberikan uang bulanan kepada Victoria.
bukan maksud apapun, Hanya Nando masih merasa Victoria masih tanggung jawabnya.
♡♡♡♡
Sedangkan di tempat lain.
sebuah museum yang berada di pinggir kota, Victoria berjalan mengelilingi Museum.
dimana dia melihat beberapa karya lukisan indah yang memang sengaja di pamerkan.
melihat setiap warna dari lukisan tersebut.
membuat hati Victoria merasa tenang.
dia seakan mendapat energi dan semangat barunya.
bagi Victoria warna itu seperti permasalahan hidup, berbeda-beda namun memiliki keindahan masing- masing.
Hingga akhirnya lamunan Victoria di sadarkan oleh seorang wanita yang menepuk punggung cantik miliknya.
Victoria yang menyadari itu dia memutar.
melihat seorang guru seni yang kini berada di hadapannya.
"Nona anak-anak sudah berkumpul"
"Ah baiklah, mari kita pergi bersama. " Ujar Victoria melangkah.
Hari ini Jadwal Victoria mengajar, bersama beberapa anak yang akan mengikuti kelas seni di dampingi oleh Guru kesenian.
__ADS_1
Di belakang Museum tersebut terdapat satu bangunan yang Victoria gunakan sebagai laboratorium Museum kesenian.
di tempat itu mereka yang berkunjung ataupun yang memang ingin belajar seni diarahkan ke ruangan tersebut untuk belajar melukis, menari, bernyayi dan lain sebagainya.
Victoria berada di depan mempresentasikan sebuah karya Lukisnya yang dia buat.
Melihat senyum dari anak-anak kecil itu membuat Victoria ikut merasa senang.
Bahkan ketika Victoria menyuruh mereka untuk membuat sketsa di atas kanvas tersebut.
melihat raut wajah serius dari wajah polos itu, Victoria seakan mendapatkan harapan besar di kehidupan nya.
Berkeliling melihat tangan tangan mungil itu menggerakan pensil.
Entah mengapa dia merasa terharu memandang momen itu.
apalagi Victoria memandangi anak anak itu dari arah belakang.
Victoria menyeka air matanya saat hatinya mengatakan.
"Bersama mereka, adalah usahaku melupakanmu Nando"
Beberapa waktu berlalu.
Kelas sudah selesai dan kini Victoria masih bersama Guru kesenian yang sama.
dimana dialah orang yang selama beberapa bulan ini berada di samping Victoria.
Keduanya sedang berjalan bersama untuk kembali menuju ruangan.
"Nona Victoria, Maaf jika saya boleh bertanya, saya perhatian beberapa saat anda terlihat bersedih apa ada sesuatu? " tanya wanita itu
Victoria yang mendengar itu tidak langsung menjawab.
"Apa saya terlihat sedang bersedih"
"untuk saat ini tidak namun beberapa waktu lalu saya melihat anda beberapa kali membendung air mata. "
Victoria masih diam.
"Saya tau Nona. mungkin tidak semua hal bisa di ceritakan kepada orang lain, begitupun dengan saya yang tidak memaksa orang untuk bercerita kepada saya, Namun disini saya hanya berniat membantu karna mungkin saya perduli dengan Anda"
"Ya tidak apa mungkin memang harus saya ceritakan lagi pula saya percaya dengan kamu"
Victoria menarik nafasnya dalam
"besok adalah hari persidangan perceraian saya. "
"Anda sudah menikah nona? " Tanya wanita itu yang cukup terkejut.
"Ya namun pernikahan kita cukup singkat dan kita tidak di karunia bayi. "
"Saya cukup sedih mendengar nya Nona, Namun saya harap segala yang terbaik dan bahagia akan datang kepada Anda setelah ini"
"terimakasi."
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡