Another Loved

Another Loved
165. Bertemu Dengan Daddy


__ADS_3

Jangan lupa Vote dan Like "Another loved " yah Thedevvulic dan selalu dukung author, Semoga kalian sehat yah semua dimanapun Thedevvulic berada. πŸ’•


#Jangan lupa Follow IG Author writterdevvu, Thanks SemuaπŸ’™


.


.


.


🍁🍁🍁


Sedangkan di tempat lain Nando sudah tertidur pulas di ranjang bersama dengan Victoria di sampingnya.


Victoria tersenyum bahagia disana karna rencananya berhasil membuat Nando melupakan bocah dan wanita itu.


Victoria melihat ponsel Nando di nakas samping tempat dimana Nando tertidur.


perlahan Victoria melangkah dari tempat tidur itu untuk mengambil Ponsel milik Nando disana.


Menyalakan ponsel tersebut membuat hati Victoria seperti teriris.


Pasalnya ada foto Gianna di wallpaper itu.


Namun misi Victoria untuk kali ini bukan memandangi ponsel milik Nando.


Victoria mengingat dan melihat sekilas bagaimana cara Nando membuka lock ponselnya.


dengan sidik jari.


Dan itu dilakukan oleh Victoria disana.


dimana dia kini tengah mencoba menempelkan satu persatu jari Nando pada layar tipis itu, dan Akhirnya dia berhasil setelah jari telunjuk kanan dia Screen.


Victoria berjalan kearah balkon dimana dengan ponsel yang masih dalam genggaman nya.


Panggilan keluar belum juga terangkat namun Victoria tetap sabar disana.


sampai tidak lama kemudian munculah suara Gianna disana.


"Hector sudah tidur sejak tadi dia terus merengek mencarimu" Ujarnya


Victoria hanya tersenyum sinis disana.


"Apa kau belom cukup jera harus setelah kejadian yang dulu? berhentilah mendekati Nando "


"Victoria"


"ya kenapa kau kaget? Kau pasti saat ini sedang berharap bukan kedatangan Nando disana? Astaga Tidak akan pernah terjadi"


Gianna hanya diam dalam keheningan.

__ADS_1


"Berhentilah menyentuh yang bukan hakmu"


Tak lama panggilan itu tertutup.


β™‘β™‘β™‘


Gianna termenung sendiri larut dalam pikiran yang membuat nya tidak bisa tidur hingga sinar matahari telah muncul.


*Bagaimana aku bisa menyalahkan cinta jika dia hadir secara tiba-tiba, memang keberadaan ku salah selam ini tidak seharusnya aku membawa perasaan ini larut terlalu dalam.


namun hadirnya Nando mengangkat ku dari samudra kesedihan, apa aku harus meninggalkan apa yang tidak pantas aku tinggalkan*?


Kata dan fikiran itu muncul di dalam otak Anna terus menerus selama dia melamun.


hingga akhirnya lamunan itu tersadarkan setelah mendengar Hector menangis disana.


"Sabar sayang, Hector akan cepat pulang" Ujar Anna menenangkan Hector yang tampak tak nyaman di tempat ini.


Kini waktu sudah menujukan pukul 9 pagi setelah Hector melakukan pengecekan dokter mengijinkan untuk pulang.


Karna memang kondisi badan Hector yang Fit, Dia hanya perlu rutin untuk Kontrol perkembangan kakinya.


Anna kini sedang sibuk mengurus semua data yang ada.


hingga kini dirinya ada di ruang administrasi untuk melakukan pembayaran.


namun begitu dari sisi belakang Gianna melihat Nando datang menghampirinya.


Gianna hanya diam disana.


"Bagaimana dengan Hector"


"Baik" Setelah mengambil semua berkas dan data Hector Gianna melangkah dari sana.


Nando melihat itu dengan bingung dengan sikap Gianna Namun Nando hanya mencoba mengerti keadaan Anna disana mungkin dia terlalu lelah.


kini dia hanya berjalan mengikuti kemana arah Gianna pergi.


Gianna masuk kedalam ruangan yang terlihat suster tengah sibuk mempersiapkan kepulangan Hector.


Setelah semua alat bantu di tubuh Hector terlepas Anna segera menggendong Hector untuk di bawanya.


Nando yang melihat itu dia ingin mengambil Alih namun usahanya tidak berhasil.


"Biarlahhh aku terbiasa melakukan nya sendiri" Ujar Anna disana.


Nando yang melihat itu hanya dia.


bahkan satu koper atau tas pun tidak ada yang bisa Nando bawa.


sampai di depan Halaman Rumah sakit Gianna berhenti pandangannya seakan mencari sesuatu.

__ADS_1


"Sayang apa yang kau cari"


"Taxi"


Nando yang mendengar itu sangat terkejut.


"Sayang ada peter yang menunggu disana. "


Gianna melirik kearah Nando yang sedang menatapnya sejak tadi.


dengan durasi sedikit Anna memalingkan wajah Nando dan pergi melangkah kearah mobil yang di tumpangi Nando.


Peter yang melihat kerepotan Gianna dia segera turun untuk membantunya.


"Terimakasih Peter "


"Ya sama sama Nona Anna. "


"panggil saya Gianna saja, kita lebih terlihat seperti teman"


Peter yang mendengar itu hanya menganggug tipis pasalanya dia tidak bisa banyak berkutik karna Sejak Tadi Nando berada di belakang mereka.


Dalam perjalanan pun tidak ada obrolan seperti biasanya.


membuat Nando merasa bingung.


"Sayang maafkan.. "


"bicarakan Nanti"


Belum selesai berbicara Anna susah sudah memotong itu.


Pembicaraan dua orang itu ternyata membuat Hector yang terlelap itu terbangun.


terlebih saat dirinya mendengar suara yang di kenal yaitu Daddynya.


Hector membuka matanya melihat siapa yang ada di sampingnya.


membuat senyum itu terukir di wajah Hector dan Seketika itu pula Nando menyambut Hector disana.


Tanpa banyak bicara Hector segera meminta dipindahkan di pangkuan daddy nya itu.


Bahakan mereka begitu terlihat bahagia Hector penuh dengan senyum seakan melihat apa yang memang dia rindukan.


.


.


.


β™‘β™‘β™‘

__ADS_1


__ADS_2