Another Loved

Another Loved
173. Hector dan Hujan


__ADS_3

#Hallo Devvulic kembali lagi nih Author menyapa kalian Jangan lupa kasih Vote yah buat Author like juga jangan lupa.


#Selamat membaca❤


.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Dua minggu berlalu.


Private Jet yang di kenakan Nando beserta Anna telah landing di salah satu apron bandara Internasional yang ada di Jakarta.


Beberapa minggu yang lalu Anna menginginkan kepulangannya ke Indonesia kepada Nando.


dan Nando tidak ingin melepas Anna begitu saja, Maka dari itu dia meminta Anna untuk menunggunya sampai waktu luang membawanya pulang bersama Ke Indonesia.


Anna sangat merindukan Momy dan juga Ambar.


Beruntungnya Nando mengikuti kepulangan Ke Indonesia.


itu kesempatan besar untuk mewujudkan keinginan Anna mengenal kan Nando kepada Ambar.


Anna menuruni anak tangga dengan keadaan setengah sadar karna sejak tadi dia mabuk pesawat.


hal itu cukup mengurasa tenaganya.


beruntungnya ada Kamila yang menuntun nya di samping.


sedangkan di belakang disusul oleh Nando yang menggendong Hector yang tertidur dan Peter yang sedang repot membawa beberapa mainan milik Hector.


"Mobil Sudah saya persiapkan Tuan" Ujar Peter kepada Nando.


"Baiklah dimana? segera panggil untuk menjemput kita aku tidak tega melihat Gianna yang sudah tidak berdaya. "


"Baik Tuan"


Tidak lama dari itu dua mobil mewah menghampiri apron mereka.


Gianna segera memasuki mobil tersebut, dia butuh tempat istirahat karna rasa pening kepala yang sejak tadi dia rasakan.


"Aku akan langsung menuju hotel, Kau menyusul saja dengan mobil yang lain bersama Kamila, Pesanlah hotel yang sama denganku supaya aku bisa meminta bantuanmu" Ujar Nando pada Peter.


"Baik Tuan saya mengerti. "


Didalam perjalanan Anna terus memandangi Jendela di luar, meski rasa ngantuk membawanya ingin tertidur, namun rasa rindu nya pada jalanan ibu kota begitu besar hingga membuat Anna sedikit merasa mual karna memaksa kan diri.

__ADS_1


"Tutup matamu Gianna, Kau ini sangat lemas"


"i'm oke"


"kenapa kau begitu susah di beri tahu"


Gianna hanya menghembus kan nafasnya.


Sampai akhirnya mereka tiba di salah satu hotel berbintang yang ada di kota itu, dengan pesanan kamar VVIP membuat Nando bisa menidurkan Hector di kamar yang lain.


sedang kan Gianna sudah membaringkan diri di Kamar utama.


Tidur Hector sempat terganggu karna merasakan sebuah pergerakan.


namun Nando berusaha untuk menenangkan dengan mengusap pelan punggung bocah itu.


"Husssttt.. husst husst.. Hujan..hujann.. " Bisik Nando.


Kalimat Hujan selalu membuat tidur Hector tenang, Entah mengapa sejak Gianna sering menakut nakuti bocah itu dengan kalimat hujan jika Hector tidak kunjung tidur.


namun mantra itu selalu berhasil membuat Hector tertidur pulas.


padahal di Spanyol jarang sekali terjadi Hujan, namun bocah kecil itu selalu percaya.


dan itu di lakukan juga oleh Nando ketika membawa Hector tertidur, tak jarang dia merasa cukup konyol hanya dengan mengikutinya saja.


pikirnya merasa betapa uniknya Gianna, membohongi anak yang lucu itu.


Nando memandangi Hector sekilas, sampai akhirnya dia merasa Hector kembali pulas dan memberikan satu kecupan di kening anak itu dengan pipi gembul.


kemudian Nando menutup pintu dengan pelan.


Nando melangkah kan Kakinya untuk menemui Gianna.


Dugaan yang begitu tepat saat mendapati Gianna sedang tertidur.


dengan selimut yang menutupi tubuhnya.


Nando menaiki ranjang itu supaya dapat menyentuh Anna disana.


Anna membuka matanya mendapati Nando yang memeluk tubuh miliknya.


"Aku mau Nanti malam pergi ke rumah mommy" Ujar Anna disana.


"Kita akan langsung berkunjung? "


"Iya, jika kau mau, aku sudah sangat merindukan momy"


"ya pastinya aku mau"


Keduanya saling diam sejenak, beradu dengan pikiran masing-masing.


"Aku laper Nando"

__ADS_1


"Ingin pesan makan? "


Gianna menganggukan kepala yang berada di dada bidang Nando.


"Baiklah aku akan pesan, Kau sebaiknya tidur saja nanti kalo makanan sudah sampai aku bangunkan mu"


"baiklah, apa Hector tidur? "


"ya dia masih tidur. "


"mungkin fikir Hector ini adalah malam"


"kurasa seperti itu mengingat beberapa waktu lalu kita baru saja melintasi Benua Eropa"


Gianna tersenyum disana.


"Dia tumbuh menjadi sangat pintar"


"tidak pernah aku bayangkan jika dia akan berjalan lebih cepat, dibandingkan anak seusia nya , ku rasa dia anak ajaib"


"Tapi itu pun kadang masih ragu"


"tapi untuk anak seusia nya , kakinya termasuk kuat"


"Ya mungkin karna dulu aku terlalu banyak mengonsumsi kalsium"


"Aku akan mengajarkan nya menjadi seorang pemimpin mulai dari sekarang"


Seketika Nando memandangi wajah Gianna di sana.


"contohnya" Tanya Anna sedikit ragu.


"Awal-awal aku ingin dia menjadi penembak jitu, aku akan mengajarinya"


Mata Anna melotot seketika.


"Nando kau.."


"Itu bagus untuk anak laki-laki, Kita harus menanamkan sikap percaya diri dari sekarang"


"tapi itu bahaya Nando"


"Aku akan mengawasinya, Bagaimana?? " Tanya Nando dengan menaikan alis nya.


"Aku tidak punya pilihan"


Begitulah waktu mereka di penuhi dengan pembicaraan mengenai tumbuh kembang Hector.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡


__ADS_2