
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
Veronica berada di dalam rumah besar itu.
dia tengah mendatangi rumah Nando yang kini Pemiliknya berada di Kantor.
Veronica mencari cari keberadaan Nando.
Namun tidak juga menemukan
♡♡♡
"Kenapa dia bisa masuk?!!! " Ujar Peter
"Dia memaksa dan terus memberontak" ujar Lelaki itu.
"bodoh"
Ujar Peter yang sendiri tadi dia mendengar keributan di sebrang sana.
Peter mematikan ponselnya.
dia baru saja mendapatkan telfon dari penjaga rumah.
Peter menguatkan diri untuk menyampaikan sebuah berita kepada tuannya.
Peter melangkah menemui Tuanya yang berada di meja besar itu.
yang kini tengah menjalankan meeting.
Peter mendekati Nando disana.
"Tuan, maaf aku menggangu. "
Nando diam disana.
dia mendekati tubuh Nando yang menyampaikan itu.
"Nona Veronica berada di rumah Anda tuan. " Ujar Peter disana.
Nando yang tengah menjalankan pena nya di kertas itu seketika berhenti.
Melihat pandangan kedepan.
"ekhem, kita akhiri pertemuan kita pada siang hari ini, saya harap semua segera menjalankan apa yang saya perintahkan. selebihnya kita bicara kembali nanti. " Ujar Nando yang segera pergi meninggalkan tempat itu.
Peter hanya menunduk disana saat Nando melewatinya.
♡♡♡♡
__ADS_1
"kenapa kalian terus menghalangiku dan menyeretku.?!!! " ujar Veronica
"Apa kalian tidak tau saya ini siapa?!!! " ujar Veronica yang terus kuat dengan suara nya.
Anna baru saja terbangun dari tidurnya saat dia mendengar suara bising di bawah sana.
Anna bangkit perlahan.
dia penasaran dengan apa yang terjadi.
perlahan Anna bangkit mencoba berdiri dari kasur yang kini dia sudah merasa sangat berat.
Anna menuruni anak tangga.
Matanya melihat seorang wanita.
memori Anna mengingat dia bertemu wanita itu bersama Nando.
"kekasih Nando? " ujar nya.
Anna mengurangi keinginannya untuk terus turun kebawah.
namun Victoria lebih dulu melihatnya.
Victoria dapat melihat jelas bahwa seseorang yang tengah berbalik badan adalah seorang wanita.
Bergegas dia mengejar wanita itu.
beberapa penjaga disana sempat menahan nya namun Victoria berhasil lolos.
"Hey kau" teriak Victoria
Anna yang mendengar itu berbalik badan.
Victoria mengingat wanita itu.
"Kau???! "
Anna tetap disini.
"Untuk apa kau ada disini dasar wanita Jal*ng, beraninya kau mendekati kekasihku"
Anna mencoba menahan diri terlepas Victoria yang mencoba menggeretnya.
"Kau harus mendengarkan penjelasan ku lebih dulu" ujar Anna
"Tidak perlu banyak alasan. Kau terlihat sangat murahan disini tidak tau malu pergiii kau dari sini" Ujar Victoria yang menarik Lengan Anna.
Anna tidak bisa menahan diri lagi tak kalah kakinya tergelincir di tangga itu yang membuat dirinya tidak bisa mencapai pegangan kayu itu.
Dan Brukkk.
Anna terus terguling disana.
Nando yang baru saja datang melihat kejadian Itu saat Anna terguling di lantai.
Nando segera berlari menuju Anna.
Namun langkahnya gagal saat Anna kini sudah tergelat di lantai bawah.
__ADS_1
"Anna ... Annaaa" Teriak Nando panik.
Anna menggenggam pergelangan Nando kuat saat dia merasakan nyeri hebat di dalam perutnya.
"Tolong Aku" Rintih Anna diiringi rasa sakit yang dia rasakan.
semua pelayan berkumpul di area sana Mencoba menolong Anna termasuk dengan Kamilla.
Nando tidak kuasa lagi melihat raut wajah Anna seperti itu.
Menggendong Gianna di arah depan.
"Peter cepat kau bawa mobil!!!! "
♡♡♡♡
Victoria yang berada di sana.
sangat bingung dan cemas dengan apa yang terjadi.
pasalnya ini akan menjadi masalah baru untuk dirinya dan Nando.
"Aku tidak mau tau apa yang terjadi Pada intinya Nando harus tetap menjadi milikku. " Ujarnya
Victoria cukup geram dengan apa yang terjadi.
apa lagi kejadian saat Nando menolong wanita itu, dia melihat jelas bagaimana Nando sangat cemas dengan keadaan Anna.
bahkan kecemasan Nando belom pernah di munculkan di depan Dirinya.
♡♡♡♡
Nando mengelus kepala Anna yang terus menangis karna rasa sakit yang dia rasakan.
"Hiks.. hiks hikss Nando... aku tidak kuat lagii" Ujar Anna diiringi air mata
" Anna kau harus bertahan. sebentar lagi kita akan sampai. " Ujar Nando menenangkan Anna.
"Peter apa kau tidak bisa lebih cepat lagi" uang Nando memberi perintah.
Sementara kalimat Nando terus menenangkan Anna.
Peter melihat dari arah spion.
Belom pernah dia melihat bosnya bertingkah seperti ini sebelumnya apalagi kepada seorang wanita.
selama bertahun-tahun mereka bersama.
Peter selalu melihat Nando yang memiliki sifat dingin kepada siapapun dalam keadaan Apapun.
"Ku rasa tuan telah menemukan seseorang yang dia cintai" ujar Peter dalam hati.
.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡♡♡