
.
.
.
.
Karna suasana hatinya kali ini Anna masih merasa agak sedih dengan apa yang baru saja terjadi dengan ibu tirinya.
kalimat dan bayangan itu selalu menghantui fikirannya yang membuat Anna merasa badmood kali ini.
dengan langkah yang mondar mandir di atas balkon itu Anna menatap sekeliling.
Anna masih berada di kantor Erland saat ini pasalnya Dia engak untuk pergi pulang karna dia fikir di tempatnya tinggal pun sepi.
Beberapa bulan Anna memilih untuk stop dulu dari pekerjaan terlepas Anna hanya ingin waktu istirahat dan memfocuskan dengan menata kehidupan untuknya kembali maju setelah ini.
Anna berada di ruang itu sendiri lantaran Erland sedang bertemu dengan salah satu tamu bisnisnya.
"kenapa dimana mana aku selalu sendiri" ucapnya
suara ketukan pintu itu berbunyi, mata Anna tertuju pada pintu kayu itu.
"masukkk"
tidak lama suara pintu itu terbuka.
"permisi nona Anna? saya di perintahkan oleh Tuan Muda Erland untuk membawakan beberapa cemilan untukmu"
"oh terimakasi apa yang kau bawa itu?"
"secangkir coklat panas dengan roti bakar topping keju Tuan bilang kau menyukai ini nona?"
"oh terimakasi tolong taruh di meja itu"
"baiklah"
Kini setelah perempuan itu pergi berlalu Anna menghampiri meja itu dan melihat cemilah yang lezat itu di atas meja.
Sebelum Anna memakannya dia terus memandangi makanan yang ada di meja itu dan memegang ujung piring yang berisi roti keju.
"roti bakar keju? hemm bagaimana bisa Erland merequestkan ini untukku sedangkan aku baru saja menyelesaikan makan siang, astaga kau ingin pacarmu ini berisi seperti bagong Erland?" Guma Anna
♡♡♡
waktu terus berjalan Anna masih menunggu Erland segala hal sudah dia lakukan untuk mengisi kebosanan
tapi tidak ada pengaruh juga saat ini yang dia butuhkan hanya Erland. karna Anna ingin mengajak Erland jalan jalan untuk menghilangkan rasa strees itu.
"Ya tuhan bosan kaliii" ujarnya
__ADS_1
Anna terdiam disana dengan mendudukan diri di kursi kebesaran Erland. dia merasakan sensasinya di setiap sentuhannya dengan kursi kulit itu.
"astaga enak sekali jadi Erland bukan"
"pantas saja dia bisa bertahan berjam jam disini ternyata kursinya selembut ini"
Anna berputar putar menggunakan kursi itu dan dudik dengan membusungkan badannya seakan meniru Erland disana.
"Andre kenapa kau melakukan hal seperti ini saja tidak becus" gumanya meniru gaya bicara Erland.
"kau juga sudah berapa banyak waktu yang ku berikan untuk merevisi laporan ini hah?" guma Anna dengan intonasi mengomeli karyawan
"bagaiamana bisa jika terjadi seperti ini, bisa bisa perusahaan kita yang rugi" tegasnya lagi dengan cekikikan.
"Astaga Ternyata rasanya enak sekali menjadi Erland tinggal menyuruh nyuruh" ujar Anna merasa bahagia setidaknya dengan cara menghalu bisa mengurangi beban pikirannya.
Anna terus membayangkan posisinya yang sedang di menggantikan peran seorang Erland Hernandez.
♡♡♡
sedangkan di luar ruangan Erland baru saja menyelesaikan pertemu dan dia segera bergegas menemui Anna dalam ruangannya.
namun langkahnya terhenti saat mendengar guma suara di dalam sana.
begitu menarik perhatiannya saat Erland mencoba mengintip Anna dari celah jendela didalam sana.
ternyata Erland melihat Anna sedang berada di meja kerjanya dengan gaya anggun dan elegan meniru gaya bicara bahkan sikap Erland terhadap bawahannya.
"Astaga kau imut sekali" ujar Erland mengagumi
namun sanjungan itu berubah saat Erland mendengar dengan jelas ucapan Anna yang membuatnya terkejut.
"Mungkin Erland memiliki dosa yang banyak karna dia terlalu banyak menyuruh nyuruh orang..ishh Astaga Erland" guma Anna didalam sana.
sontak Erland terkejut dibuatnya, dia segera mengambil langkahnya untuk masuk kedalam ruangan.
tanpa aba-aba Erland langsung berlalu masuk dan Anna pun terkejut.
"aku mendengarnya"
"Erland kau sudah selesai?"
"kau membicarakan aku bukan?"
"astaga kau mendengar itu?"
"karna aku punya mata dan telinga"
"bagaimana bisa ruangan secanggih dan sebesar ini tidak kedap suara." ujar Anna
"kau membicarakan aku"
__ADS_1
"tidak" elak Anna
"aku melihatnya tadi"
"aku hanya mempraktekan ingin tahu rasanya bagaiman menjadi Erland Hernandez"
"astaga tapi kau bilang aku punya banyak dosa."
seketika Anna kaget di buatnya lantaran Erland mendengar kalimat yang salah.
"Astaga Erland akuuu tidakk bermakkkkksudd" ujar Anna ketakutan masuk kedalam kamar pribadi Erland.
Erland yang tertawa sembari mengejar wanita itu.
"wkkw kau masuk perangkapku kelinci kecil" ujar Erland.
Erland mendapati Anna yang sedang tertawa disana, Erland mendekati kekasihnya itu.
"Tuan muda Erland ampuni aku" ujar Anna sedikit meledek.
Erland mendekat dan menggapai binggang ramping Anna dan berkata "kau bilang aku punya banyak dosa"
"memang karna kau terlalu banyak menyuruh"
"kalau begitu biarkan aku menghapus dosa dosaku bersama mu"
"dengan cara?"
"ajarkan aku menjadi orang baik"
Ujar Erland mencium kening Anna dan berlalu pergi.
"Keluarlah temani aku bekerja"
Seketika Anna merasa tidak berdaya rasanya seperti segala darah menurun ke bawah sana membuatnya lemas di buatnya.
"ternyata seperti ini rasanya jatuh cinta" guma Anna dengan pipi merah.
namun suara Erland terdengar dari luar sana yang menyadarkan Anna dari lamunan.
"Anna sayang datanglah apa lagi kau halukan didalam sana"
.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡