Another Loved

Another Loved
127. Victoria


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡


2 minggu berlalu


Matahari mulai memancarkan cahayanya tak kala kini berganti siang.


namun semua itu tidak berlaku bagi Fernando karna dia tidak tidur seharian dan itu hal biasa baginya.


Nando berada dalam kamarnya yang sebagian hanya di beri cahaya lampu Oren yang remang.


dia menyukai kegelapan itu mengapa sebagian ruanganya hanya di sinari penerangan kecil.


Nando duduk tegak di sofe itu sembari menghembuskan asap rokok yang sendari tadi dia nikmati.


pikirannya tengah berkecambuk tak kala dia di hadapai pilihan harus menikahi seoarang wanita yang kurang lebih 2 tahun ini menjadi kekasihnya.


sejujurnya Nando tidak menyukai wanita itu, wanita yang bernama Victoria.


Nando berkencan dengannya lantaran keterpaksaanya telah terikat perjanjian dengan ayahnya.


yang tak lain salah satu mafia yang berpengaruh pada stabilitas ekonomi.


Namun kini Nando di jatuhkan pilihan di harus menikahi wanitanya karna desakan dari Ayah Victoria.


sedangkan dia tau siapa pujaan hatinya, yang telah lama dia cari.


lama berputar dengan pikirannya nando mulai kesal dia mematikan api rokoknya dan beranjak ke arah kamar mandi.


menyalakan air shower dan berdiri di bawah derasnya air yang turun membasahi badannya.

__ADS_1


Berharap dapat menyegarkan pikirannya.


♡♡♡♡


Panas matahari menyoroti kota itu Anna baru saja selesai memeriksakan kandungannya.


Anna berinsiatif untuk membeli perlengkapan bayi karna kini usia kandunganya yang semakin membesar dan jenis kelamin yang telah dia ketahui membuatnya terus ingin berbelanja baju bayi.


Memasuki Mall itu dengan perlahan.


Anna mengedarkan pandanganya mencari toko yang di maksud.


3 Jam berlalu


Sekitar enam paper bag ada pada genggaman Anna dia sangat senang melihat baju bayi yang mungil dan berwarna biru Anna tidak sabar membuka ulang kemasan itu.


Namun pandanganya teralihkan saat pasangan yang terlihat sedang menikmati moment dimana perempuan itu sama dengan Anna tengah mengandung, dan seorang laki laki disampingnya sangat menjaga wanita itu.


membuat Anna sangat iri melihatnya dia hanya bisa memperhatikan kedua orang itu sembari memegang perut buncitnya.


Dann


"Brukkk" beberapa belanjaan Anna berantakan di lantain


"apa kau tidak memiliki mata .. kau tidak lihat semua barang belanjaan tuanku berantakan karnamu." ujar lelaki yang berjas itu.


Anna yang melihatnya jelas sontak kaget .karna bukan hanya berlanjaan dia yang berntakan tapi miliknya pun sama.


Anna menarik nafasnya dalam.


"ada apa?" Suara berat itu.


Anna melihat siapa yang datang.


"Ini tuann.." Jelas lelaki berjas tadi


"Akkkkk_"


"Kamal?" guma Anna


Nando yang mendengar panggilan suara lembut itu merasakan sejuk dalam hatinya.

__ADS_1


"wanitaa ini..." Suara lelaki itu


Nando mengangkat tanganya keatas namun entah mengapa beberapa orang di belakangnya hany menunduk Seperti ketakutan.


Nando begitu terkejut saat melihat mini dress Anna yang membentuk tubuhnya terlihat sekali dengan perut Anna yang tengah hamil.


Ada perasaan kecewa yang dia rasakan.


"Tidak apa kau tak perlu memarahinya kau tak melihat bentuk perutnya." ujar nando


"baby..?" Suara wanita yang tiba tiba datang memegang pergelangan tangan Nando.


Gianna terkejut di buatnya setelah kedatang wanita itu.


"Ada apa dengan belanjaanku kenapa semuanya berantakan." tanya wanita itu.


"bereskan!" serunya yang tak menunggu lama beberapa orang yang tadinya hadir bersama Nando saling bersamaan membereskan barang yang berserakan.


Namun di tengah kebisingan itu.


berbeda dengan yang dialami oleh Nando dan Anna.


dimana kedua manik mereka saling bertatapan tajam satu sama lain.


Namun pandangan itu kembali teralihkan saat wanita itu menarik paksa Nando untuk kembali berjalan.


"bereskan kembali baju wanita itu . Dia tengah hamil." Ujar Nando melangkah pergi bersama dengan Victoria.


Anna yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Nando hanya diam disana.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡♡


__ADS_2