Another Loved

Another Loved
124. Sebuah Ajakan


__ADS_3

.


.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Esokan harinya Anna berbelanja di toko swalayan yang ada kota tersebut.


Anna mengingat beberapa tiga hari kedepan mereka akan kembali pulang ke Indonesia.


Anna merasa dirinya perlu banyak belanja oleh oleh walau dia tidak tau untuk siapa.


namun Anna berbelanja hanya untuk melampiaskan pikiran suntuknya.


Anna berbelanja seorang diri dia berapa kali di suruh Ambar untuk pergi bersama pengasuh Vannesa agar menjaganya lantaran Ambar yang khawatir dengan kondisi Kandungan Anna yang kian membesar.


Sampai akhirnya Anna melihat keranjang belanjanya yang telah terisi penuh.


Anna menghembuskan nafasnya malas.


"astaga aku rasa aku harus memberhentikan ***** gilaku ini." Anna melihat sekeliling memandang semua kasir sudah terisi penuh oleh orang orang yang juga tengah mengantri.


sampai dia melihat kasir di pojok kanan yang kosong.


dengan cepat Anna melangkah menuju arah itu.


sampai pelayan kasir itu tersenyum melihat kedatangan Anna.


beberapa barang belanjaan mulai di susun keatas meja itu.


namun Anna terkejut saat seseorang di sampingnya menaruh dua bungkus rokok dan memintanya untuk segera di layani.


Anna begitu kesal sampai dia melihat siapa orang itu.


"Kamal?" guma Anna


Fernando yang disana hanya diam membisu saat dia sadar siapa yang ada di depannya.


"kau Gianna?"guma lelaki itu.

__ADS_1


Nando melirik kearah keranjang Anna.


"Untuk apa membeli sebanyak itu?"


Anna heran mendengarnya.


"kau bisa berbahasa Indonesia?"


"Ya ibuku asal Indonesia namun dia lama tinggal di Amerika."


Anna hanya mengangguk paham.


"*Jadi sedikit aku memahami apa yang km bicarakan."


" lalu kejadian saat itu*?"


"ya aku hanya pura pura tidak mengetahui ucapanmu."


Anna tersenyum disana dia kembali menaruh beberapa belanjaanya.


Beberapa menit kemudian.


Anna sudah sampai di villa.


namun Anna heran dengan keberadaan mobil yang asing baginya.


"Apa Guntur ada disini?" Gumanya


langkahnya terhenti kala melihat Ambar tengah menerima tamu.


namun tamu itu tidak asing bagi Anna yang tak lain adalah ibunya sendiri.


Ambar melihat kebaradaan Anna.


"kau sudah pulang." ucap Ambar melangkah mendekati Anna


"biar aku bawakan. ibumu datang lebih baik kau temui aku akan masuk keruang dua bila kau mencariku" Anna tetap disana melihat Ambar yang perlahan menaiki tangga dan menghilang.


Anna melangkahkan kakinya menuju sofa itu.


mengapa kau belanja sendirian Ambar sudah baik telah menawarkan penjagaan untukmu." ucap Ara


"aku tidak butuh, sejak kecil aku melakukan segalanya seorang diri." ucap Anna


Arra yang mendengar kalimat itu hanya diam. karna dia tau bahwa Anna telah melewati kehidupan ini dengan penuh kesendirian.


" Anna aku datang kesini bersama dengan suamiku perkenalkan dia William berg." Ucap Arra

__ADS_1


"senang bertemu dengannmu" ucap william


Anna hanya diam mendengarkan.


"lalu ada tujuan apa Anda kesini." tanya Anna kepada ibunya.


"Anna apa kau membenciku?kita berbicara tidak selayaknya ibu dan anak." ujar Ara mulai mengeluh.


"Ana kedatangan Ibu kesini ibu ingin bertemu denganmu dan membicarakan hal ini, sejak lama ibu ingin menemuimu tapi ibu tidak rau keberadaanmu ibu mohon Anna jangan pergi dari kehidupan ibu lagi, jadi tolonglah tinggal disini bersama kita. ibu akan merawat mu selama kau mengandung nak, ibu ingin menggantikan momen yang hilang meski kita telah melewati waktu yang cukup lama tidaj berjumpa tapi ibu ingin kau ada disini."ujar Ara.


Anna hanya diam disana.


"akan aku pikirkan." ujar Anna beranjak dari duduknya.


"Anna butuh waktu untuk istirahat bu .. maaf Anna harus pergi terlebih dahulu." ujar Anna melangkah


Ara sedih melihat Anna saat ini saat dirinya kehilangan banyak moment bersama putrinya.


Ara tau ini waktu yang sangat sulit bagi Anna menentukan pilihan.


Jadi Ara ingin membiarkan Anna untuk sendiri.


Ara mengetahui semua cerita Anna selama ini dari Ambar ,dia bahkan mengenal Erland dari Ambar.


Ambar yang menceritakan semua pengalaman pahit yang Anna terima.


Ambar mengatakan itu karna dia tahu Ara adalah ibu kandung Anna yang pantas dan memiliki hak untuk mengetahui cerita anaknya.


namun Ambar juga tau mental Anna yang mungkin tidak akan mampu menceritakan kejadian yang dia lalui untuk mengingat Erland terlebih dia tengah mengandung anak mereka.


Ambar tidak ingin terjadi sesuatu yang tak baik bagi kesehatan Anna dan calon anaknya.


itu alasan mengapa Ambar menceritakan masalah kehidupan Ambar kepada Ara.


Ara pun mengetahui itu, betapa beruntunganya Anna memiliki Ambar dalam hidupnya menjadi teman.


membuat Ara berfikir bahwa Ambar tidak pernah menghianati Anna.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡♡♡


__ADS_2