
.
.
.
.
.
Dua bulan selanjutnya~~~~
Anna terus mencari bukti-bukti tentang kematian sang Ayah yang menurutnya memiliki kejanggalan.
bahkan saat ini dia telah menyusun banyak rencana untuk membuat pengakuan Ibu tirinya tentang kematian suaminya.
Anna memberanikan diri untuk mendatangi kediamannya untuk bertemu dengan ibu tirinya.
dengan segala rencana yang telah di pikirkan bersama dengan kawanan detektif dan orang-orang disekitarnya Anna memutuskan untuk melalui semuanya sendiri.
seperti malam ini tanpa sepengetahuan dari mereka Anna datang kedalam rumah itu.
Anna menyusuri setiap tangga yang ada mencari keberadaan keduanya.
Anna mendengar suara yang ada dalam ruangan itu dapat dia pastikan bahwa itu adalah Jihan.
Jihan yang tengah menelpon begitu terkejut saat dia mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya kearahnya.
Jihan memutarkan tubuhnya melihat kedatang seseorang.
Jihan melihat dengan jelas bahwa itu adalah anak perempuan dari Basuki.
"kau datang tanpa aba-aba apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun?"
"ini rumahku kurasa aku tidak memerlukan itu."
"jangan mimpi."
"kau yang harusnya jangan bermimpi."
"mungkin saat ini iya segala aset dan saham ayahku adalah milikmu tapi tidak sebentar lagi."
__ADS_1
"haha kau hanya bocah yang lemah? bisa apa?"
"kau meremehkanku?"
"bukakah itu benar?" Ujar Jihan letus.
"Jadi untuk apa kau datang kesini?"
"Apa aku tidak boleh pulang kerumahku sendiri?" tanya Anna santai.
"haha bukankah dulu kau sendiri yang pergi meninggalkan rumah ini?" Ujar Jihan meremehkan
"memang, tapi inilah hakku dan milikku."
"bukankah di suruh penggilan ayahmu sudah jelas tertera bahwa akulah pemilik segala nya ini?"
"Kau yang menukarnya bukan?" tanya Anna santai
"haha apa maksudmu?"
"Kau yang menukar surat warisan aset ayahmu dengan yang palsu."
Jihan Terkejut dibuatnya dia bingung darimana Anna mengerti tentang semua itu.
"jangan asal bicara Anna!" Ujar Jihan mulai geram
"aku tidak asal bicara aku hanya membicarakan sebuah realita."
"Pergilah jika kau hanya ingin membuat kekacauan disini aku tidak membutuhkan itu."
"baiklah yeong Aera" Ujar Anna hendak melangkah pergi
Jihan yang mendengar itu sontak kaget di buatnya setelah sekian lama dia tidak pernah mendengar orang menyebutnya dengan nama itu, dan ini untuk kali pertamanya setelah sekian lama dia tutupi dan mengganti segala identitasnya slama ini.
Jihan segera membalikan badannya dan "stop Anna"
Anna yang mendengarnya lantar terpaku disana.
"bagaimana kau tau itu." Ujar jihan mendekat kepada wanita cantik yang ada di hadapnya.
"Siapa?"
__ADS_1
Jihan tetap terpaku kaku disana.
"sebenarnya seberapa banyak bocah ini mengenal semua tentang masalaluku?bagaimana dia bisa mengerti!ini tidak mungkin" segala kalimat itu bermunculan di kepala Jihan
"kau kaget mendengarnya?" tanya Anna
"apa maumu Anna."
"aku hanya ingin kau jujur, Racun apa yang kau berikan kepada Ayahku?"
"apa kau gila?"
"kau tidak juga mau mengakuinya? Sudah jelas kau menginginkan harta yang seharusnya adalah milikku. kau jujur atau aku bongkar disini."
Jihan tetap diam terpaku disana.
"Aku memiliki segala riwayat hidupmu sebelum kau pindah kenegara ini." lanjut Anna
"berapa banyak kejahatan yang telah kau lakukan." lanjutnya lagi.
Ana terus memancing Emosi Jihan yang membuat lupa diri dan mau mengakui segalanya dari mulutnya sendiri.
"Yaa aku menginginkah harta Ayahmu dan aku tidak pernah mencintainya aku hanya mencintai harta Ayahmu sudah puas kau." ujar Jihan yang mulai memanas.
"Dan nama yang kau sebut tadi benar itulah aku.. aku lah Yeong Aera tapi aku menggantinya karna aku benci nama itu yeong Aera bukanlah yang aku inginkan."
"Kau yang telah membunuh mantan suami dulu dan kau melakukan itu kepada Ayahku?" Tanya Anna
"Ya benar aku melakukan ini karna aku takut hidup miskin seperti dulu." Jawab Anna
Anna hanya tertunduk dan terpaku disana memikirkan betapa kejamnya wanita yang ada di hadapannya itu.
"Bagaimana mungkin ayahku bisa mencintaimu wanita sejahat seperti dirimu dan meninggalkan ibuku." Guma Anna Lirih.
.
.
.
.
__ADS_1
♡♡♡♡