
.
.
.
.
Taman dengan luas 480 meter berada di tengah kota, disini lah taman yang biasa Gianna kunjungi.
Seperti sore ini mobil ferrari merah tengah terparkir disamping jalan dengan Erland yang tengah berdiri di samping mobilnya menggunakan kacamata hitamnya.
Erland melirik jam di tangan menunjukan pukul 17.15 dia belom pulang sama sekali bahkan dia masih menggunakan kemeja miliknya yang di pakai siang tadi dengan jas yang sengaja di tinggal di dalam mobil.
"sekarang kemana?" tanya Erland pada Anna
"kita ke tengah taman aja yuh?"
"sebenernya kita mau apa disini?" tanya Erland
"jalan jalan lahh" karna jawaban Anna yang membuatnya kurang puas akhirnya Erland lebih memilih diam, Dia ingin melihat secara langsung apa yang akan di lakukan Anna karena telah membawanya kesini, dengan kantong makanan di tangan kirinya.
Tidak lama mereka berjalan hingga sampai di tengah taman Anna melihat ada bangku kosong di sebrang sana membuatnya berniat itu datang ke sana.
"kita duduk disana" ucap Anna pada Erland yang diikuti oleh Erland.
"kamu sering kesini?"
"ya kalo ada waktu aja"
Erland memandangi wajah Anna dengan mengamati mata Anna yang bergerak melihat Anak Anak kecil berlari lari di sekelilingnya.
Melihat senyum Anna entah mengapa dengan mudahnya membuat perasaan Erland damai.
Dia baru merasakan hal seperti ini dalam hidupnya. Erland dapat mengakui bahwa kebahagiaan Anna dapat menularkan kebahagian kebahagian yang lainnya.
sampai Akhirnya pandangan itu sirna saat kedatangan Anak kecil berbaju kumal dan baju yang kebesaran terlihat seperti tidak terawat.
"kakak!!" sapa Sang Anak antusias pada Anna
"hei siniii" ucap Anna sembari kelambaikan tangan meminta sang anak untuk datang mendekat.
"kakak nungguin kalian" ujarnya
"kakak bawa makanan buat kalian, yang lain mana?" tanya Anna sambil celingukan.
__ADS_1
"mereka ada di sebrang sana kak" sang anak menunjuk pada arah sebrang jalan yang melihatkan beberapa Anak Anak dibawah umur sedang mengamen.
"tolong panggilkan mereka bilang kakak datang dan bawa makanan" ujar Anna
"iya kak" ucap sang Anak penuh semangat.
Melihat itu membuat Erland tertegun dengan sikap Anna, ternyata di balik sikap judes dan cueknya dia menyimpang sisi baik itu yang membuat Erland terdecak kagum.
"kau mengenal mereka?"
"sudah ku bilang beberapa kali aku datang kesini"
"kenapa kau tak bilang akan menemui mereka?"
"aku takut kau menolak" ucap Anna menoleh, mereka datang menghampiri Anna dengan sejuta harapan disitu Anna mulai membagikan makanan yang tadi dibelinya.
"ayo satu satu jangan berebut"
"ini buat kamu,yang ini buat kamu" ucapnya sembari membagikan makanan.
beberapa menit berlalu Erland tetap setia pada tempat duduk yang tengah dia tempati, dari kejauhan Erland memandangi Anna yang sedang bermain kejar kejaran dengan Anak Anak lainnya terlukis jelas senyum kebahagiaan yang ditunjukan sunggu membuatnya semakin cantik dan manis, Saat Erland memandangi setiap gerakan tubuh Anna, pandangannya teralihkan oleh anak perempuan manis yang berada di sampingnya.
"Abang?" sapa sang anak perempuan itu dan Erland segera menoleh ke arahnya
"iyaa??" jawabnya
memang itu tidak sebagus yang dia fikirkan namun Erland pun tak mungkin mengatakan sejujurnya karna lukisan itu tampak seperti Anak Tk yang menggambar pada umumnya namun Erland tetap senang dan tersenyum saat memandangi gambar itu.
"terimakasi ini bagus sekali, siapa namamu?" sembari mengukir senyum tipis.
"Tania" gumanya lirik
"nama yang cantik, tulis disini namamu biar aku ingat lukisan darimu ." ujar erland
"aku belom bisa menulis" ucap sang Anak
Erland dapat melihat raut wajah sedih yang dirasakan anak itu. "berikan pensilnya Abang ajari menulis namamu." Tania terlihat bahagia kembali.
"T-A-N-I-A, nah seperti ini bukan? coba kamu tirukan" sang anak pun perlahan menirukan apa yang barusan dia lihat. dari penglihatan Erland anak ini pintar dengan hanya satu kali pengamatan dia langsung mengerti.
♡♡♡♡
Setelah dirasanya Lelah dengan aksi kejar kejaran Anna berhenti sembari mengatur nafas, melihat sekitar ternyata Anna sudah tidak lagi di kejar oleh Anak Anak, namun pandangan matanya berhenti saat dia melihat dua pasang mata sedang menghadap kearahnya. "hah Erland sama Tania ngapain ngeliat kesini?" gumanya dalam hati, tidak butuh waktu lama Anna segera mengambil langkah nya untuk menghampiri keduanya.
"Hai lagi pada ngapain?" karna pertanyaan itu keduanya sama sama memberi kode untuk menutup mulut membuat Anna merasa kesal dan gemas melihatnya.
__ADS_1
"ada yang di sembunyiin ya??" tanya ana merasa curiga
"ayo Tania Om ini bilang apa padamu" Anna memang sudah mengenal Anak anak di sini sejak lama jadi dia bisa mengenal sebagian anak disini
" aku ingin di panggil uncle, aku sudah menyuruh Tania untuk memanggilku Uncle" jawab Erland
" Kamu udah kenal Tania?" tanya Anna
"Iya dong kita friend ya Tania."
"Friend itu apa?" jawab Tania dengan lugunya
"friend itu teman" Jelas Erland.
"tapi uncle temannya kak Anna" jawab Tania
"iya benar Tania, Teman hidup Uncle Erland juga" mendengar ucapan Erland membuat mata Anna melotot, bukannya membuat Erland takut tapi malah justru Anna terlihat sangat lucu dengan wajah nya yang menggemaskan membuat Erland mengelus kepala Anna perlahan.
"Jangan seperti ini ada anak kecil"
"berarti kalo ga ada boleh dong"
"engak."
Karna waktu semakin sore dan hari mulai gelap Anna dan Erland memutuskan untuk pulang dengan berpamitan kepada Anak Anak pastinya. Erland dan Anna sudah berada di depan mobil ditemani beberapa Anak termasuk Tania ada disitu saat Erland tengah berpamitan kepada Tania, tiba tiba Tania minta di gendong. melihat respon itu Anna merasa panik pasalnya dia tidak enak hati pada Erland.
"tidak usah Erland, Tania gendong kakak aja ya" ucapnya sedikit merayu Tania
"Gausah dia maunya sama aku" dan akhirnya Tania pun sudah berada di gendongan Erland. melihatnya saja bisa dipastikan bahwa Tania senang berada di dekat Erland pasalnya Anna tau bahwa Tania sudah tidak memiliki Ayah yang ada difikiran Anna mungkin Tania merindukan sosok ayah.
"mobil Uncel bagus" puji Tania
"benarkan?"
"iyaaa warnanya sama kaya baju Tania"
"kamu pintar cantik, kapan kapan Uncle bawa kamu jalan jalan pake mobil ini"
"Benarkah?" ucapanya dengan senang
"Kita juga dong Om masa tania doang" ucap Satu Anak laki laki mewakili keinginan yang lainya.
"boleh tapi nanti yaa Kita harus pulang dulu" Ucap Erland sembari mengeratkan tangannya kepinggang ada.
Karna Waktu semakin sore akhirnya mereka berbegas masuk ke mobil dengan beberapa Anak yang masih berada di sekitarnya, perlahan Erland menjalankan mobilnya dan meninggalkan mereka dengan lambaian mungil mereka melepas kepergian keduanya. Erland merasa bahagia hari ini dia mendapatkan pelajaran baru.
__ADS_1
♡♡♡♡♡♡♡