Another Loved

Another Loved
61.Kasih Ambar untuk Gianna


__ADS_3

.


.


.


.


.


Anna memberhentikan mobilnya di depan rumah besar itu, dia segera turun lutut dan kakinya terasa sangat-sangat lemah bahkan dia merasa detak jantungnya sudah tidak bekerja dengan normal.


Ditambah apa yang dia lihat saat ini saat Dua mobil Ambulan dan beberapa mobil polisi terparkir disana.


semuanya seakan membuat kehidupannya terasa hancur melihat kenyataan ini.


namun dengan sejuta tekat dia pergi dan berlari kerumah itu.


begitu terkejutnya kedatangannya malah disambut dengan beberapa tenaga medis yang sedang menggotong jenazah Ayahnya dengan di tutupi kain oren itu.


"Ayahhhh!!" teriak Anna.


beberapa orang itu berhenti dihadapanya, Anna memanfaatkan itu untuk melihat dan membuka kain itu.


begitu hancurnya hati dan raganya saat melihat ayahnya sudah berjulur kaku disana.


"Ayaahhh hikkks hikks hikks" Air mata sudah tidak dapat terbendung lagi.


"maaf nona kita harus membawanya." Ujaar salah satu orang itu.


jenazah itu berlalu dimasukan kedalam ambulan dan dibawa pergi entah kemana.


Anna masih menangis di tempat itu, tidak selang lama muncul Gavin yang keluar dalan rumah itu.


Anna menatap wajah Gavin yang senduh itu dengan Api kebencian, Anna datang menghampiri Gavin disana.


dan segera di mendorong tubuh Gavin namun Gavin enggan membalasnya.


"Kau berjanji menjaga dan merawatnya!!!!!" Ujar Anna emosi.

__ADS_1


"Kau berjanji padaku Gavin"


"Kau masih memiliki hutang kepadaku untuk menjadi Ayahku"


"Gavin hapus air matamu ku tak butuh air mata munafik seperti mu."


Anna terus mececer kalimat itu kepada Gavin Tahalea dan mendorong tubuhnya.


Anna terlanjur emosi, dia ingin menumpahkan segala marah, sedih,dan air matanya kepada Gavin.


Saat ini dia tidak bisa mengontrol keadaanya.


Anna terlalu larut dalam emosi dan kesedihan hingga dia berulang kali mendorong tubuh Gavin tapi Gavin membiarkan itu.


Airmatanya terus bercucuran dengan akhirnya beberapa detektif milik Anna datang ditempat itu.


dan menghampiri Anna yang sedang dalam kondisi marah dan sedih.


"kau harus sabar nak" Ujar orang itu menarik tubuh Anna yang terus melukai Gavin


Orang orang itu membawa Anna pergi berlalu


Anna berjalan dengan wajah dan keadaan yang sudah kacau lantaran dia merasa sedih yang teramat dalam.


Anna berjalan menghampiri mobil, Dengan air mata yabg terus mengalir.


"Seharusnya bukan saat ini Ayah, kenapa kau pergi terlalu cepat" Ujar Anna yang belum menerima keadaan.


Anna Mendudukan dirinya di Aspal itu dengan kaki yang menutupi wajahnya yang terus di basahi air mata.


"Ayahhhhh hiks hiks" Tangisnya.


♡♡♡


Ambar memperhatikan Gps itu yang sudah tidak lagi berjalan, Ambar heran mengapa Anna Ada di suatu tempat yang tampaknya seperti perumahan orang Elit isinya.


Ambar terus mengedarkan pandangannya sembari melihat dimana titik Anna berada.


Namun begitu terkejutnya saat Ambar mendapati Anna yang tengah berjongkok di samping mobilnya dengan keadaan yang sudah tampak lusuh dan tak rapih.

__ADS_1


"Astaga Anna" Ujar Ambar panik.


Ambar tidak tahu apa yang terjadi tapi Ambar merasa mungkin saat ini Anna membutuhkan tempat untuk bersandar.


Ambar datang menghampiri Anna.


"Anna what are you doing?" Ujar Ambar


Anna mengenali suara Itu dengan sadarnya dia menaikan kepalanya melihat siapa yang datang.


Anna terpaku saat melihat keberadaan Ambar dihadapnya, namun Anna tidak ingin banyak berfikir, Anna segera menarik Ambar jatuh kepelukannya.


Seketika Air mata itu semakin deras jatuh membasahi pipi.


Ambar memberiakan itu terjadi, Ambar dapat merasakan kemeja yang saat ini digunakannya setengah basah oleh air mata Anna.


Ambar mengelus anak rambut Anna, baginya setidaknya dia datang di waktu yang tepat.


"aku ga tau Na apa yang saat ini terjadi sama kamu tapi dengan adanya aku disini aku berharap bisa mengurangi setengah beban kamu." Ujar Ambar dalam hatinya.


Ambar belum pernah melihat Anna serapuh ini baginya inu kali pertama melihat temannya yang biasa terlibat ceria bahagia dengan senyum dan tawa yang selalu menghiasi wajah manisnya kini terlihat seperti tidak bernyawa dan begitu hancur, Ambar tidaj tega melihat ini semua bahkan ternyata hanya dengan melihat ini saja tanpa sadarnya dia ikut terluka.


"Anna jangan menangis ada aku disini stop yaa, gua harap loe mau cerita ke gua apa yang terjadi."


Ambar mengangkat pelan kepala Anna yang kini lebih terlihat tidak menangis lagi namun masih sendu.


Ambar mecoba tersenyum melihat Anna setidaknya dia berharap dengan cara ini Anna dapat merasakan bahwa dia tidak sendiri.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


♡♡♡♡


__ADS_2