
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
Hari ini Hari ke tiga Hector dan Anna menginap di rumah Nenek Indah.
Dan hari ini bertepatan dengan hari natal.
Sebelumnya para pelayan sudah sibuk dengan persiapan untuk hari ini.
mengingat seperti biasanya Nyonya Indah selalu mendapatkan banyak tamu di hari raya.
Hector di gendong oleh Aunty Elisya bersama kekasihnya di sofa lantai bawah.
Elisya sangat kagum dengan perkembangan Hector yang sangat aktif dan cepat tanggap.
Sedangkan Anna masih sibuk dengan make up dan mini dress merah yang dia kenakan.
Anna cukup bahagia di tahun ini.
dimana dia merayakan Natal yang berbeda dengan tahun sebelumnya.
dia tidak lagi merasakan sepi.
untuk tahun ini dia seperti mendapatkan kado dari Tuhan untuk bisa berkumpul dan merayakan Natal.
meski beberapa kali dia sedih memandang foto Erland disana.
Namun di hari penuh suka cita ini Anna tidak ingin mengiringinya dengan air mata.
dia menepis jauh perasaan sedihnya itu.
Saat tengah mengenakan anting Anna terkejut dengan ketukan Pintu di luar sana.
"Anna cepatlah Kami menunggu di bawah" suara Indah
"momy aku akan datang sebentar lagi".
" baiklah mami tunggu di bawah"
Anna ingat waktu menunggunya untuk pemotretan keluarga dimana semuanya sudah siap.
__ADS_1
namun Anna masih sibuk dengan make up nya.
3 Menit berlalu Anna menuruni tangga itu melihat beberapa properti fotografer telah tertata di samping pohon Natal itu.
"Anna cepatlah bergabung"
"ya mami"
Anna mempercepat gerakanya untuk sampai di bawah sana.
Setelah menjalankan foto bersama mereka berkumpul di meja makan.
"astaga Ini melelahkan" ujar Elisya.
"lihat Hector dia seperti tidak cocok menjadi model, padahal lihat wajahnya Cogans ini mah" Lanjut Elisya mengingat kejadian Foto Hector beberapa kali menangis dan tidak mau menjadi pertontonan.
Anna mendengar itu hanya tersenyum.
"Jadi Anna sekarang perusahaan Erland di pimpin oleh kekasih Elisya, sebelum akhirnya nanti Hector dewasa dan dia yang melanjutkan"
"heumm kalo itu Anna sih ikut saja apa baiknya Mom, Anna tidak mau banyak berkomentar yang penting semuanya berjalan lancar saja"
"Ah kalo soal bisnis mungkin sudah biasa bagi kekasih Elisya apa lagi dia juga memiliki perusahaan sendiri. "
"Ah benarkah"
Elisya yang mendengar itu hanya menganggug "Kau harus datang Anna" lanjut Elisya
" pasti aku datang"
♡♡♡♡♡
Kini Anna berada di belakang Rumah dimana disana dia dapat melihat danau.
Anna tengah berdiri sendirian melihat air danau yang tenang.
"Anna" panggilan itu mengejutkan Anna
"Astaga Mami , momi kenapa ada disini, bukanya momy sedang menemui tamu"
"mereka baru saja pergi"
Indah mengelus pelan punggung Anna.
"Apa yang kau fikirkan? "
Anna membalas dengan senyuman.
"kau merindukan Erland bukan? "
__ADS_1
Focus Anna teralihkan saat itu juga.
"Tapi Anna tidak bisa berbuat banyak Mom"
"Momy bisa merasakan itu Anna. "
Indah menarik nafasnya dalam
" Anna momy ingin bertanya tapi momy ingin kau menjawab jujur tentang ini"
"soal apa mom? "
"Maaf sebelumnya momi ingin tau apa setelah Erland ada orang lain di hidupmu?"
Anna diam seketika, Dia bingung untuk menjawabnya Anna tidak ingin membohongi diri sendiri dan orang lain kenyataanya kini dia mencintai Nando.
meskipun dia belum bisa mendapatkan kepastian darinya.
tapi Anna ingat jika perasaan jujur akan lebih di hargai dan akan lebih berpengaruh di dirinya.
"Mom, jika Anna boleh jujur Anna berhasil mencintai seseorang setelah beberapa kali Anna sempat jatuh untuk terbiasa tanpa Erland. Butuh keberanian untuk Anna bisa membuka kembali pintu Hati Anna yang sempat Anna tutup. namun kenyataanya seseorang baru membawa Anna bisa terbiasa tanpa Erland perlahan bahkan mungkin kini Anna mencintai nya. "
"Tidak apa Anna momy menghargai kejujuran kamu memang tidak mudah untuk itu. momy merasakan apa yang kamu rasakan. Jika memang itu pilihan kamu dan kamu merasa dia baik untuk kamu.. lanjut kanlah Nak, Momy ingin kamu bahagia Anna.. jika dulu momy kehilangan Dady Nando saat itu momy berusia 36 mungkin tidak cukup tua kesempatan untuk menikah lagi mungkin masih ada Namun itu bukan menjadi pilihan momy karna pada saat itu focus momy hanya untuk membesarkan Erland dan Elisya, Namun melihat kamu saat ini memang pantas jika kamu membuka kembali hati kamu dan menerima orang lain selain Erland. Momy juga percaya jika kamu bahagia Erland pun akan bahagia Nak"
"Terimakasih mom Untuk doa dan support mu, Erland sangat beruntung memiliki ibu seperti momy"
"Tapi pesan momy satu sayang, carilah laki laki bisa menerima keadaanmu dan paling terpenting menerima Hector seperti anaknya sendiri. "
Anna tersenyum di sama.
Menarik Indah dalam dekapan pelukanya.
Anna menangis disana.
"Mom, itu paling penting bagiku. Hector adalah anugerah terindah bagiku mom, yang aku cari disini kebahagian dan kenyamanan Hector. "
.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡♡
__ADS_1