
.
.
.
.
.
♡♡♡♡♡
Gianna memperhatikan kamilla memasak dia sangat lihai dan cekatan.
"Kamilla berapa lama kamu berada disini? "
"mungkin sekitar 4 tahun"
"berapa usiamu?"
"20 tahun"
"Omg kamu masih sangat muda. "
Kamilla yang mendengar itu dia hanya menganggukan kepala.
Anna memperhatikan kamilla sekilas.
"Kamu cantik kamilla bahkan kau sangat lembut dalam bertutur kata. bahkan aku dapat melihat wajahmu kau orang baik bukan? " ujar Anna.
kamilla merasa malu
"bahkan kau lebih cantik nona. "
hingga akhirnya perbincangan mereka selesai di meja makan.
selama mereka makan Gianna terus memuji masakan kamila yang cantik begitu enak.
Anna jadi mengingat Indonesia karna masakan Kamila.
di sela sela obrolan dan tawa mereka keduanya mendengar suara langkahan kaki.
yang tak lama munculan Fernando dan peter disana.
"Aku akan atar kamu pulang. " ujar Fernando yang berdiri tegap.
melihat kedatangan majikannya Kamilla yang berada di meja makan itu dia terus menyingkir.
"tidak apa kamila." ujar Gianna kalau itu dengan lirih.
"Baiklah mari kita pulang. " ujar Anna.
Anna pergi dari tempat itu menuju kamar di atas untuk mengambil beberapa barang miliknya.
__ADS_1
Fernando datang menghampiri.
"Tidak seharusnya seorang tamu selalu diawasi bukan? aku tidak akan mengambil apapun dirumah ini." Ujar Anna yang membereskan tasnya namun dia sadar ada Fernando di belakangnya.
"Aku hanya ingin masuk kamarku"
Gianna menarik nafasnya dalam dan dia berbalik badan.
"Terserah. mari antar aku pulang. " ujar Anna berlalu.
Fernando yang melihatnya dia hanya tersenyum ringan.
♡♡♡♡♡
Kini keduanya berada di dalam mobil.
Anna mengingat Kamilla.
"lalu bagaimana aku bertemu dengan kamila dia teman baikku. aku tidak memiliki teman disini. "
"kau bisa datang kapan saja. "
"kenapa kamu membawa kamilla untuk menjadi asisten ku. "
Fernando hanya diam disana.
tidak terasa waktu ternyata keduanya telah sampai.
Fernando membawa Anna hingga di ujung pintu.
"kau tidak ingin pulang? " tanya Anna
"kau tanggung jawabku. "
hanya berapa kali bel di nyalakan seorang pelayana membukakan pintu.
"lihat aku sudah aman silahkan kau boleh pulang."
"tidak dimana ibumu? " tanya Nando sembari menggandeng Anna
"Nando lepaskan" ujar Anna yang berusaha memberontak.
"Astaga ada tamu ternyata. " ujar Arra dari kejauhan.
Anna hanya terpaku disana.
"mom ini temanku dia bilang ingin berbicara denganmu. "
Arra yang mendengar itu hanya mengangguk
Namun dia pergi meninggalkan mereka.
" Aku membawa anakmu hingga larut malam dan dia tetindur di rumahku. jadi aku berfikir membawa nya pulang kesesokan harinya. " ujar Nando
__ADS_1
"saya mengerti. lagipula kalian sudah sama sama dewasa aku fikir tidak ada hak untuku terlalu banyak melarang. "
"baiklah jika anda mengerti."
♡♡♡♡
Sementara di tempat lain
Kamilla sedang mengelap meja makan.
Peter yang melihatnya dia mengingat pesan tuanya.
"Kamilla? " panggil Peter
kamila melirik kearahnya.
"ada apa tuan? "
"aku bukan tuanmu kau bisa memanggilku Peter "
kamilla hanya mengangguk.
" Kau di beri oleh tuamu sebuah rumah yang akan kau tempati, jadi kau tak perlu pergi kesini setiap hari kau hanya dibutuhkan saat nona Gianna datang kesini. selebihnya kau hanya boleh di rumah saja. dan sellu stanbye dengan panggilan yang suatu saat membutuhkan mu. untuk gaji kau tidak perlu khawatir karna tuan Fernando akan memberimu penuh jadi kau tidak perlu mencari di tempat lain tugamu hanya stanbye menunggu kapan kau akan di butuhkan. "
kamilla mendengarkan dengan begitu bingung.
"baiklah Peter saya mengerti. "
Peter pergi berlalu meninggalkan Kamilla disana.
"jadi aku hanya diam dirumah menunggu kapan aku di butuhkan saat Mbak Gianna ada disini? astaga ini jauh lebih dari pekerjaan ku yang dulu. " ujar kamilla.
kamilla tersenyum bahagia "setidaknya aku tidak terlalu lelah bukan? "
Kamilla merasa senang disana sampe ia berputar putar dan
"astaga" dia melihat Peter ada di ujung ruangan sana.
"Aku antar kau pergi ke rumah yang akan kau tempati. " ujar Peter
Kamilla merasa malu saat dia tau tengah di saksikan.
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
__ADS_1