
.
.
.
.
.
♡♡♡♡
Malam ini Anna Menyelesaikan makan malamnya di sebuh hotel berbintang.
Anna merasa bosan ada di rumah.
membuatnya ingin pergi makan di luar.
dalam lamunannya dia merindukan Indonesia.
sembari mengelus perutnya Anna berfikir ingin menelfon mami di Indonesia.
dia segera mengatur telfonnya untuk bisa menghubungin Mami Indah disana.
Anna terus menunggu dengan sabar namun suara belum juga terdengar.
" hello who is this i get a call from abroad" Ujarnya
"Mami ini aku Gianna."
Indah yang sejak lama merindukan suara itu hatinyabterasa bergetar.
"Anna?" Guma Indah dengan suara bergetar
"Mami ?bagaimana kabarmu? Anna merindukanmu."
"*mami juga merindukanmu sayang. mami baik baik saja bagaimana dengan kamu dan anakmu."
"kita semua baik mam."
"mami sayang sedih saat Ambar bilang kau memilih untuk menetap disana setelah kau menemui ibumu*." Ujar Indah dengan air mata yang tanpa sadar menetes.
Anna yang mendengar itu merasa bersalah.
"*mom aku akan segera pulang ke Indonesia."
"Tidak apa Anna yang terpenting kamu tenang dan ama di sana .. mami tau kau harus menjaga dirimu mami mengerti itu. kau tidak perlu buru2 pulang ke Indonesia*."
Beberapa waktu berlalu di habiskan dengan obrolan mereka.
__ADS_1
Anna merasa waktu telah larut malam. sejak tadi pun ibunya telah mencari.
Anna berjalan menuju lantai bawah.
namun langkahnya berheti tak kala sendari tadi dia merasa tengah di buntuti seseorang.
Anna melirik ke arah belakang.
namun tidak ada siapa siapa.
Kembali Anna melangkah.
namun perasaan itu masih sama.
saat dia dengan yakin membelokan badanya dengan sigap.
dan begitu terkejutnya saat keberadaan Kamal ada di belakang.
"kamal?" Ujar Anna
Nando yang ada disana hanya terdiam tanpa banyak biacar.
"kau jalan sendirian." Ujarnya
"kau membuatku terkejut" ujarnya
"Aku ingin menjagamu dalam diam."
"benarkah?"
Namun tidak ada jawaban dari Nando.
"Ingin pulang bersamaku?" tawar Nando
"aku pergi bersama supir"
"baiklah aku antar kau menemuinya."
Keduanya jalan bersama menuju arah keluar.
Setibanya di samping jalan Anna melihat sekeliling jalan belum juga menemukan mobil yang membawanya.
terpaksa dia harus menunggu
"Akhhhh.. sudah ku bilang pergi bersamaku saja."
Anna yang mendengar itu hanya melirik kearahnya.
beberapa menit berlalu tidak juga terlihat mobilnya melintas.
__ADS_1
Anna merasa telah kedinginan terlebih dia hanya mengenakan long dres yang tipis.
Nando yang melihatnya segera melepaskan jasnya untuk di pakaikan kepada Anna.
namun tanpa sadarnya dia terlupa pistolnya jatuh ke bawa.
Anna yang melihatnya begitu terkejut begitu pun orang orang di sekelilingnya.
Nando mencoba tenang untuk mengambil kembali benda itu.
namun beberapa polisi yang tengah berjaga disana telah memantaunya sejak tadi.
Nando tidak sempat berkata kepada Anna dia segera di bawa pergi oleh peter untuk menjauh dari tempat itu.
Anna begitu bingung dengan situasi itu.
Anna hanya memperhatikan orang orang disana.
Namun bebarengan dari itu dia mendengar namanya di panggil.
Anna melirik.
ternyata itu adalah supirnya.
Anna bergegas memasuki mobil tersebut.
Dalam mobilnya dia hanya terdiam
"siapa kamal?" benaknya terus berfikir itu.
Anna menarik kain hitam yang melekat pada tubuhnya.
Anna ingat itu adalah milik Kamal.
Dia memperhatikan jelas jas itu dengan menikmati aroma farhumnya.
Namun begitu terkejutnya saat melihat bagian jasnya yang terdapat ukiran benang bertuliskan Fernando Orlando.
"Fernando orlando?" gumanya
jadi namanya "*Fernando bukan kamal?" lanjutnya
.
.
.
.
__ADS_1
.
♡♡♡♡♡*