
.
.
.
.
Senja mulai memudar dengan digantinya langit hitam dan germelap cahaya redup bintang bintang malam ini. sedikit gelap namun tetap indah, begitupun yang dirasakan oleh Gianna malam ini.
dengan gaun merah yang melekat pada lekuk indah tubuhnya dan polesan tipis diwajahnya yang memancarkan kecantikan alami.
kini Anna tengah bersiap, karena telah bersedia menerima ajakan Erland untuk menemaninya malam ini.
waktu menunjukan pukul 18:45 yang artinya sebentar lagi Erland akan datang menjemput. Anna telah tampil percaya diri dengan gaun yang ia kenakan, bahkan tak sungkan dia menyanjung diri sendiri dihadapan kaca.
"Astaga ternyata kau pandai memilih gaun." gumamnya mengangumi gaun pemberian Erland. saat Anna masih disibukan dengan ocehan di depan kaca tiba tiba dia mendengar suara ketukan pintu.
tookk..tokkk
"iya masuk"
"Naa?" tegas Ambar sembari membuka pintu.
"Ada apa?" tanyanya.
"tidak, kau akan keluar?"
"ya sebentar lagi."
"ohh kebetulan aku pun akan keluar malam ini." jelas Ambar. sebenarnya tanpa Ambar jelaskan pun Anna sudah tau. bisa dilihat dari pakaian Ambar dan semerbak harum farhum nya yang memenuhi ruangan.
"oke hati hati."
"yaa" jawab Ambar singkat dan langsung menghilang dari balik pintu.
♡♡♡♡
Saat ini keduanya sudah berada di dalam mobil, karena ini acara resmi jadi Erland tidak membawa mobilnya sendiri dia memilih untuk di dampingi oleh Andre dengan Andre yang bertugas mengendalikan setir mobil.
"ehmmmm" Erland yang mencairkan suasana, karena pada kenyataannya Erland merasa canggung berada di dalam sana terlebih dengan tampilan Anna yang menurutnya sangat memukau malam ini sehingga membuatnya merasa gerogi.
Erland mempersempit jarak keduanya. "kau sangat cantik." ucapnya lirih sembari mendekatkan kepalanya ke leher jenjang Anna.
"hahaha Terimakasih" ucap Anna menghindar. melihat respon Anna seketika Erland segera memperbaiki posisi duduknya.
"bagaimana dengan gaun yang ku pilihkan, kau suka?"
"iya aku suka ini tampak bagus."
"apalagi saat kau yang mengenakan." tegas Erland menggoda. melihat itu semua Anna hanya bisa tersenyum.
♡♡♡♡
Mobil terus melaju hingga memasuki pintu masuk hotel bintang 5, membuat mobil harus berjalan lebih pelan. sampai akhirnya berhenti tepat di depan pintu hotel beberapa penjaga yang terlihat.
__ADS_1
"kau tidak ingin turun?" tanya Erland.
"kau bisa sabar tidak." ketus Anna
Erland pun keluar lebih dulu. yang mana dia sedang berusaha menjadi seseorang yang manis malam ini, ketika Anna kerepotan mencoba keluar dari mobil itu Erland membantu membetulkan gaunnya.
"Apa ini merepotkan mu?"
"sangat!" jawab Anna menekan.
"kamu lihat bahkan belahan gaunnya sudah mencapai paha. kamu kelebihan berat badan." ucap Erland.
"diam lah "
Kini keduanya sudah berada di luar dengan mobil yang di bawa oleh Andre menuju basment. Saat Anna memandangi ke dalam terlihat jelas sudah cukup ramai, Erland menekuk lengan tangan kekarnya dengan rasa kepercayaan dirinya berharap akan mendapatkan balasan Namun yang dilihat Anna hanya diam saja di tempat dengan pandangan lurus kedepan.
"tak ingin bergandeng?"
"Hah?" jawab Anna kikuk
"ah sudah lupakan" kini Erland melangkah lebih awal yang di ikuti oleh Anna. Saat Erland sudah berada dekat di ambang pintu masuk, Anna menarik jas bagian belakangnya. Yang mau tidak mau Erland harus menghentikan langkahnya.
"kamu jalan terlalu cepat." tegas Anna
"kamu lelet seperti siput"
Ini kali pertamanya Anna datang ke acara besar seperti ini biasanya dia hanya datang ke acara yang di hadiri oleh kalangan artis papan atas, jadi Anna merasa canggung berada di situasi ini, dia mengaitkan lengan mungilnya ke lengan Erland. itu yang membuat Erland tampak tersenyum.
mereka melangkah masuk kedalam sana yang membuat Anna makin canggung adalah banyak pasang matang yang memperhatikan mereka. Anna hanya bisa menebarkan senyumnya saja, kepada orang orang di sekitarnya.
"hallo tuan Hernandez"
"bagaimana perkembangan usahamu nak?"
"semuanya berjalan baik."
"siapa wanita yang kau bawa ini"
"oh aku lupa memperkenalkannya."
Melihat kode dari Erland sesaat pun Anna mengerti dia mengulurkan tangannya kepada lawan bicara Erland, seorang lelaki yang usianya tidak muda lagi, terlihat mungkin sekitar 50 di benak Anna.
"Hallo Tuan ferry, Saya Gianna Tahalea." ujar Anna memperkenalkan diri.
"ohh kalian tampak cocok" ujar sang ferry
"hemm kebetulan kita berteman" ujar Erland.
"ohhh jarang sekali tuan muda Erland membawa seorang wanita ke acara seperti ini, saya fikir ini baru pertama Kali nya. hahah kau beruntung nak." Ujar ferry sembari menunjuk ke arah Anna, yang di respon senyuman tipis Anna.
Kini keduanya melangkah bersama dengan beberapa Teman bisnis Erland yang sudah menyapanya.dari sana Anna baru menyadari bahwa Erland memang Seorang pembisnis muda yang hebat pasalnya beberapa pembicaraan yang Anna dengar tak jarang dia mendengar lawan bicaranya meminta perusahaan yang digenggam Erland untuk bekerjasama dengan perusahaan mereka.
"Apa kau haus?" tanya Erland
"sedikit"
__ADS_1
" kita ke sana" Erland membawa Anna menuju tempat yang yang terdapat banyak makanan yang tersusun rapi.
Melihat banyak makanan disini membuat mata Anna berbinar, yang dia lihat semuanya Enak, Anna merasa ini akan menyenangkan hatinya. apa lagi yang dia lihat banyaknya maccaron, cake, buah buahan, dan hidangan lainnya.
"Ambil yang kau suka"
"kau tidak mau?" tawar Anna yang melihat Erland sudah lebih dulu mengambil wine yang tersedia.
"tidak untukmu saja"
"kau minum tidak mengajakku?"
"ambilah"
Saat Anna tengah memilih cake ditemani oleh Erland yang memberikan penjelasan kepada Anna untuk memilih cemillan yang baik dijam malam, sesaat Erland kedatangan seseorang.
"selamat malam tuan Erland." suaranya dari sebrang sana membuat keduanya menengok bersamaan, Anna terkejut.
"selamat malam kembali tuan gavin" jawab Erland sembari berjabat tangan.
"Anna perkenalkan ini teman bisnisku dia sainganku juga."
"oh hallo" keduanya berjabat tangan, sebenarnya dia malas harus berjabat tangan dengan kaka tirinya itu. namun karena Gianna ingin menutupi fakta diantara keduanya dihadapan Erland jadi Anna lebih memilih untuk menurut.
"kau datang sendiri tuan gavin?"
"tidak, hmm maksudku iya aku bersama dengan assisten"
"hmm tuan Hernandez tumben sekali kau membawa wanita diacara pertemuan seperti ini, biasanya kau lebih sering terlihat sendiri." ujar Gavin yang membuat Anna merasa tersinggung dengan ucapannya.
mendengar ucapan itu membuat Erland melirik ke arah Anna sekilas.
"hemm menurut ku aku membawa wanita atapun tidak ini bukan urusanmu." tegas Erland dengan sedikit tertawa.
"tidak, maksud saya, tapi sepertinya dia sangat sepesial untukmu" mendengar penuturan Gavin membuat Anna merasa kesal. yang membuatnya membuang pandangan, jika saja tidak Ada Erland Anna bisa saja melawannya dengan ucapan pedasnya. namun bagaimana pun Anna tidak ingin mempermalukan Erland di hadapan orang jadi dia memilih tetap diam.
"sepesial ataupun tidak dia untukku hanya aku yang tau, saya rasa tuan gavin tidak perlu menanyakan sesuatu yang berlebihan di kehidupan saja dan tidak seperti ini pembicaraan pembisnis ini lebih cocoknya pembicara para wartawan." Ujar Erland melihat raut wajah Anna yang menampilkan ketidak nyamanan membuat Erland berinisatif untuk membawa Anna pergi menjauh.
"kalau tidak ada yang penting yang harus kita bicarakan kita akhiri saja obrolan ini." tanpa Aba aba Erland menarik Anna pergi menjauh dari hadapan Gavin.
♡♡♡♡
Saat ini Anna tengah duduk di kursi yang tersedia. dengan dia yang dibawa oleh Erland Hernandez membuat Anna mendapatkan pelayanan VIP disini. Anna merasa sedikit lelah jadi dia meminta Erland untuk duduk. Namun saat ini dia tengah sendiri karena Erland sedang pergi ke toilet.
karena Anna merasa bosan, Anna mengambil ponselnya yang berada di tas, berinisiatif mengeceknya.
dia hanya melihat beberapa jadwal syuting dan beberapa pekerjaan yang harus dia lakukan. dia juga sudah mendapatkan beberapa skrip dari acara show yang dipegang. membuatnya merasa pusing lantaran selalu di kejar kejar oleh waktu.
Dia beralih aplikasi lain, yang dia tuju adalah instagram di sana dia dilihatkan oleh insta story Ambar yang tertera 3 menit lalu dan menampilkan foto Ambar dan video beberapa teman artis lainnya yang Anna kenal. mereka tampak sedang bercanda dan sesekali dia mendengar Ambar tertawa bahagia. membuatnya ikut merasa senang.pasalnya Ambar terlihat tertawa lepas di sana dan memancarkan kebahagian yang tidak bisa di definiskan yang hanya bisa dirasakan oleh Ambar sendiri.
Bagaimanapun Anna terlihat ada rasa sedih karena dia tidak berada di sana.
"Lu bahagia banget bar."
"bahkan gua rasa lu lebih bahagia dari biasanya."
__ADS_1
gumam Anna merasa kecewa sejujurnya dia pun merasa kecemburuan saat Ambar terlihat dekat dan tertawa lepas bersaman teman yang lain tapi bukan dengannya. Namun Anna tetap ikut merasakan kebahagian nya juga karena melihat Ambar tertawa lepas pun memberikan kebahagian lebih untuknya.
♡♡♡♡