Another Loved

Another Loved
129.Keanehan yang di rasakan Nando


__ADS_3

.


.


.


.


.


♡♡♡♡


Sebuah Undangan yang tergelak di lemari ujung ruangan itu.


Anna heran siapa yang mengirim undangan kepadanya di zaman sekang yang serba canggih.


Terlebih dia tidak memiliki teman sini.


Dengan handuk yang melekat pada tubuhnya


Anna menghampiri tempat dimana undangan itu.


Anna mulai membuka bungkusan itu.


"Invitación de cumpleaños de Fernando Orlando"


Anna memngingat nama itu.


"kamal?"


segera Anna membuka ponselnyq untuk melihat terjemahan tersebut.


"pesta ulang tahun?" Gumanya.


Anna membaca seluruh isi dalam surat itu.


dan disitu tertulis bahwa dia besok akan mengirimkan gaun untuk di genakan Anna.


Anna memicingkan bibirnya.


"Di fikir gua ga punya baju bagus apa" ujar Anna dengan menggeletakan kembali surat itu.


dan pergi menuju ranjang di sana.


♡♡♡♡


"Catline bagaimana dengan mawarku disana." Tanya Anna pada anak itu


"Terlihat menawan namun aku rasa disitu membuatnya kurangan cahaya matahari." jelas wanita itu.


Anna Melihat atap yaang menutupi itu.

__ADS_1


"ah benar ..." Ujar Anna.


Anna mecoba untuk memindahkan pot bunga itu.


"jangan kakak" ujar catline " biar aku bantu." lanjut Anak itu.


Anna membiarkan bocah itu melakukannya.


namun saat Anna tengah memperhatikan Catline yang sibuk dengan kegaiatanya pandanganya teralihkan oleh suara pelayan yang menemuinya.


"Non. anda mendapatkan paket ini." ujar pelayan itu sembari mengasih kotak hitam itu.


"terimakasi." ujar Anna yng melangkah pergi menuju kursi taman itu.


Anna segera membukanya dan melihat sebuah gaum hitam terlipat tapi disana.


"Kakak apa itu?" tanya catline.


"Ah ini.. kakak di berikan sebuah gaun oleh seseorang."


"benarkah? untuk apa?"


Anna hanya menjawab dengan senyum


"suatu saat kau akan mengeri."


catline yang merasa bingung dia hanya terdiam.


Anna melihat gaun itu.


namun sebuah surat terjatuh disana.


Begitu terkejut membuat Anna penasaran.


ternyata isinya alamat tempat yang akan Anna hadiri.


"ah malas sekali" ujarnya.


Anna meletakan kotak itu di tempat tadi.


♡♡♡♡


Ini adalah jam makan malam.


namun Anna tidak kunjung keluar dari kamarnya.


membuat beberapa pelayan harus berkali kali mendatangi kamar Anna.


Namun untuk kali ini Arra datang menghampiri pelayan yang terlihat berada di pintu kamar Anna.


"biarkan biar saya saja." Ujar Anna menyuruh wanita paru baya itu meninggalkan tempat.

__ADS_1


"Gianna kau harus makan malam .. dan ini bukankah kau ada acara malam ini. ibu menemukan kotak ini di taman catline bilang ini punyamu bukan?"


Anna yang ingat itu segera bangun dari tidurnya.


"astaga ibu melihatnya." Ujar Anan segera turun dari ranjang itu.


membuka pintu.


"Aku fikir ini jamuan makan malam, jadi Anna tidak akan makan malam dirumah biarkan Anna bersiap." ujar wanita itu sekaligus mengambil kotak yanh ada di tangan sang ibu.


Anna menutup kembali pintu itu.


Dia meletakan kontak itu kembali di rak


"party sangat membosankan tidak seperti dulu." Dumalnya


tapi dengan terpaksa dia harus mendatangi itu.


Beberapa waktu berlalu.


Mobil sedang hitam itu meninggalkan rumah megah.


"Pak, Anda sudah tau bukan kemana kita akan pergi."


"ya sudah non, nynya Arra memberi tahu."


"Ibuuu? ahh surat itu." gumanya.


Ternyata dalam perjalanan terjadi sebuah kemacetan yang cukup panjang membuatnya harus menunggu lama.


Anna bahkan sempat tertidur di dalam sana.


♡♡♡♡


Fernando telah siap dengan jas hitamnya dia merasa gugup untuk kali ini.


"bagaimana apa kau menemukan kabar tentangnya?" ujar Nando pada peter.


"belom tuan mungkin sedang dalam perjalanan."


Nando hanya menarik nafasnya kasar.


"sialan mengapa aku harus gugup seperti ini.apakah tidak ada cara lain." Guma Nando


.


.


.


.

__ADS_1


.


♡♡♡♡♡


__ADS_2